Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Pamora Mora Agen

leave a comment »

Sambil anda membacanya, nikmati pula rangkaian lagu yang ada disini http://www.youtube.com/user/lagubatak1 [klik kanan>>pilih>Open Link In New Tab]

Peredaran lagu batak tidak seindah peredaran lagu pop Indonesia atau lainnya. Banyak hal yang mejadikan peredaran lagu batak menjadi unik, dan mungkin tak dapat diurut satu persatu dalam penjelasan ini. Namun yang pasti adalah setelah salah satu distributor lagu batak yang berdarah tionghoa (colombia record) mengundurkan diri dari dunia distributor kaset, maka dunia recording lagu batak bagaikan arus air yang tak mempunyai poros yang kokoh, walaupun arusnya deras namun tak ada yang menjadi tumpuan sebagai sentra peredaran yang menjadi hal utama dalam penjualan kaset/vcd.

Maka thn. 2003 ada bermunculan beberapa pemain pemain baru yang mencoba melakukan cara cara tersendiri, baik itu melakukan pemasaran dengan menumpangkan lagu batak dengan peredaran vcd bajakan untuk didistribusikan ke daerah dimana vcd bajakan yang muncul bagaikan jamur saat itu maupun pemain pemain yang berusaha sendiri melakukan “hantar bola” kepada para agen agen untuk daerah, biasanya dalam dunia retail disebut “kanvas”.

Yang saya mau coba jelaskan keunikannya adalah terutama pemain yang memilih secara kanvas. Pada saat mereka melakukan secara “direct selling”, mereka menemui beberapa kesulitan di lapangan, tidak semudah perhitungan diatas kertas yang mengatakan bahwa setiap agen minimal akan menerima 500pcs setiap kali perjalanan. Namun karena pelaku “direct selling” yang menawarkan kepada para agen maka para agen juga merasa terganggu dari segi waktu dan financial, maka mereka merasa tidak perlu melakukan pembelian dengan partai besar, karena mereka berfikiran toh bulan depan mereka akan datang lagi, jadi mereka mengurangi kuantitas pembelian.

Pada saat agen sudah mulai mengurangi jumlah pembelian dan tentu secara langsung mengurangi omzet penjualan bagi distributor yang biasanya juga sebagai produser. Maka timbullah pola baru untuk mensiasati omset penjualan tersebut, maka produser akan menawarkan kepada agen untuk melakukan transaksi “titip jual” (konsinyasi). Produser akan meninggalkan misalnya 1000pcs produksi kepada salah satu agen dan penagihannya dapat dilakukan satu bulan kemudian pada saat jadwal penjualan berikutnya. Hal ini bagaikan angin segar bagi agen, karena tanpa merasa mengeluarkan modal namun berkesempatan untuk memiliki barang yang dapat dijual kepada para pengecer. Demikianlah peredaran kaset batak yang tadinya barang yang dianggap cukup mahal menjadi barang dagangan “murah” dan tidak perlu mengeluarkan modal bagi para agen.

Nah, inilah senjata yang menjadi bumerang bagi produser/distributor. Tanpa disadari ada saja orang yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan secara sepihak dengan cepat. Muncullah beberapa orang yang menyebut dirinya sebagai “Agen” pada daerah daerah tertentu, mereka cukup menghubungi produser dan menuntun mereka untuk datang ke tempat tinggal mereka dan meminta beberapa jumlah barang untuk dititipkan, nanti mereka akan “membantu” produser untuk menjual kepada para pengecer dimana mereka tinggal. Pihak produser/distributor dalam hal ini melakukan ilmu ekonomi, dimana ada permintaan mereka siap untuk supply. Bulan pertama dan kedua kelihatannya cukup lancar dan beberapa produsder/distributor tertarik untuk memberikan produksi masing masing kepada sang “agen” yang saya sebutkan tadi. Namun setelah sang “agen” merasa cukup atau mungkin bukan sesungguhnya berniat sebagai agen, setelah “mengumpulkan” tagihan dari beberapa produser/distributor, dia mulai mengendurkan komunikasi kepada produser/distributor dan bahkan pindah tempat dan melakukan penggelapan terhadap barang yang sudah diterima dari produser/distributor. Anda bisa membayangkan jika 3 – 4 produser/distributor masing masing memberikan barang 3 – 5 ribu pcs barang, maka sudah berapa nilai rupiah yang mereka dapat dengan mudah dan cepat?, dan menurut catatan tidak kurang dari 10 “agen” yang melakukan praktek seperti ini. Saya tidak ingin membahas kemana uang kaset tersebut digunakan.

Jadi apabila ada seseorang yang menghubungi produser/distributor yang mengatakan siap menjadi “agen” pada daerah daerah tertentu, maka saya membayangkan produser tersebut hanya tersenyum dan membayangkan bahwa orang ini berniat untuk melakukan tipu muslihat terhadapnya.

Maka bagi seseorang yang betul betul mempunyai niat untuk membangun usaha dibidang distribusi ini, lakukan hal yang lebih masuk akal, tawarkan kepada mereka untuk kerja sama yang menguntungkan, misalnya : berikan uang dimuka sebagai jaminan dan berikan kesan anda tidak akan melakukan pendekatan semu agar anda tidak masuk dalam kategori “pamora mora agen” yang ada dalam benak produser/distributor.

Written by lagubatak

August 11, 2013 at 3:24 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: