Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

ATM – Amati, Tiru dan Modifikasi

leave a comment »

Politik

Kata ATM ini akhir akhir ini sering saya dengar dari beberapa teman maupun radio lokal, bagaimana kiranya kita bisa mengamati kehidupan orang lain dan jangan malu untuk menirunya, terlebih jika kita bisa memodifikasikannya sesuai dengan kemampuan kita. Maka terlintas beberapa pengalaman yang pernah saya jalani.

Dahulu, sekitar bulan September 2003 sewaktu saya masih berada di Seattle, Amerika. Saya pernah direkomendasikan teman satu kerja untuk bergabung mengikuti “program” ride atau lebih sedap disebut “demo”, yang diberi nama Immigrant Workers Freedom Ride, kemudian saya mengajak teman orang Indonesia yang sama sama tinggal di Seattle yaitu Solon Sihombing, karena kami datang dari belahan Amerika bagian selatan, tepatnya Washington, maka nama rombongan kami diberi nama Immigrant Workers Freedom Ride Washington.

Hampir dari seluruh Negara bagian di amerika serikat mengirimkan utusannya dengan menggunakan bus menuju New York, tempat nanti dimana para demonstran berkumpul mengeluarkan pendapatnya untuk menuntut kebebasan bekerja dan kemudahan menjadi warga Negara Amerika bagi para immigrant yang datang dari seluruh belahan dunia dan tinggal di Amerika.

Dari Seattle, Washington kami para immigran yang terdiri dari berbagai Negara antara lain dari eropa timur, afrika, philipina, thailand, peru, mexsiko,dan kami berdua dari Indonesia, ada sekitar 54 orang dengan menggunakan bus wisata dengan menempuh waktu 7 hari dan 7 malam menuju New York, namun disetiap kota kota besar yang kami lalui menuju New York, kami selalu disambut meriah oleh masyarakat terutama bagi kaum pendukung partai demokrat, sepertinya mereka telah terorganisir dengan rapi di setiap kota yang kami singgahi. Pada saat kami akan sampai pada kota kota tersebut ternyata sudah ribuan orang menunggu kedatangan kami lengkap dengan union2 (serikat pekerja) yang ada di daerah tersebut, kami sudah menjadi 2 bus setelah kami melewati Negara bagian Oregon. dalam hati saya mulai berpikir bahwa saya sudah dieksploitasi pada hal hal politik yang jauh dari pemikiran saya, tapi tak apalah hitung hitung saya bertamasya ke kota dambaan setiap manusia didunia dengan gratis dan menggunakan jalan darat, yang akhirnya saya tau diberi juga uang “saku” selama 2 minggu.

Sungguh sangat menarik, pada setiap persinggahan di kota kota besar seperti yang saya sebutkan tadi, kami selalu didaulat untuk menceritakan pengalaman kami masing masing bagaimana hidup di Amerika sebagai pekerja immigran, biasanya kami dibagi dalam 4 kelompok, setiap kelompok secara bergantian akan menceritakan pengalamannya kepada seluruh pengunjung, dan saya kebagian untuk menceritakan pengalaman saya sewaktu kami tiba di Negara bagian Nebraska, yaitu kota Omaha. lucu dan getir kalau saya mengingat apa yang saya ceritakan waktu itu, dapat membuat orang-orang terdiam dan bahkan ada yang menangis mendengar cerita saya (hahaha… atau mungkin mereka malah tidak mengerti cerita saya ya…) lebih menariknya lagi bahwa terang terangan kami dikomando supaya mengajak masyarakat agar jangan lagi memilih partai republik untuk memimpin Negara itu, saya juga kurang paham betul apa hubungannya partai demokrat dengan immigrant, mati aku!.

Begitulah seterusnya sampai nanti kami tiba di Washington DC, tempat singgahnya setiap peserta dari seluruh Negara bagian bertemu, berkumpul di gedung putih dan menemui senator senator dari Negara bagian masing masing, untuk menyampaikan permohonan yang berhubungan dengan bagaimana mendapatkan kemudahan terhadap pekerja immigran. Termasuk diantaranya pemberian social security bagi yang belum memiliki, karena mereka tetap membayar pajak dari potongan pay slip (gaji) yang mereka terima, dihapuskannya diskriminasi dan banyak lagi yang saya lupa agendanya, tapi pada intinya adalah Justice for All.

Begitu juga dalam pertemuan dengan para senator ini, kami dibagi dalam 4 kelompok dan kelompok kami akan secara bergantian bertemu dengan 3 senator dari Negara bagian Washington saat itu, semua kami berkesempatan untuk bertemu kepada 3 senator dari Washington, saya kebagian giliran untuk untuk berkenalan dan menceritakan kegetiran seorang pekerja immigran kepada senator Maria Cantwell yang dikenal dengan wanita kaya dan dermawan itu, dia berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut kepada rapat senator yang akan datang, dan mencoba untuk melihat perlu tidaknya merubah undang undang perburuhan di Negara tersebut. Saya tau itu adalah bahasa politik, tetapi paling tidak saya mempunyai tambahan pengetahuan, seperti saya dulu waktu SD bertamasya ke kebun binatang bagaimana rasanya melihat gajah yang bisa disentuh dengan lembut.

Pada malam harinya panitia membuat daftar siapa siapa yang boleh ikut untuk tour kedalam gedung putihnya Amerika, sekedar melihat dari dekat bagaimana Negara tangguh seperti Amerika memelihara dan menghargai orang orang pendahulunya dengan membuat patung lilin setiap mantan presiden dan museum museum yang tertata rapi, diterangi dengan lampu kristal kelas wahid, serasa seperti surga dimalam hari🙂.

Eh, besoknya teman saya dari Seattle menelepon bahwa nama dan foto saya terpampang pada halam 1 di Seattle Times dengan judul “pahlawan pekerja immigrant sedang meminta simpati kepada para senator”, buat saya ini jauh dari yang saya harapkan.

Ke esokan harinya kembali dengan menggunakan bus yang kami bawa dari Seattle, kami menuju kota New York, oh New York! Nga ro be au!, bus kami membelah kota new York yang terkenal itu dan berjalan diatas jembatan yang cukup panjang, wah… terus terang saya terharu dan menangis saat itu. Saya tidak dapat membayangkan alangkah beruntungnya saya sempat menikmati keindahan kota New York dan bertemu dengan para saudagar saudagar negara ini.

Di suatu lapangan yang sangat besar kami berkumpul tumpah ruah dengan mengenakan kaos berwarna warni, dari pemberian setiap organisasi union, mirip seperti kampanye partai yang ada di Indonesia, lengkap dengan band dan pidato yang silih berganti dar anggota kongres Amerika yang mendukung perhelatan ini, kami memekikkan “yel yel” yang sudah dihafal sebelumnya oleh setiap peserta, hehehe saya tersenyum kalau saya mendengar istilah “Anda Bisa”, karena kalimat yang sama persis seperti pekikan kami peserta dari Seattle waktu itu, karena saya diminta panitia menterjemahkan ke bahasa Indonesia “Yes You Can!” maka kami menggunakan pekikan “Anda Bisa!” apabila rombongan dari Chicago memekikkan “Libertas” bahasa dari Mexiko, sebagai kata ganti “Liberty”.

Di Flusing Meadows, New York disanalah pusat acara ini dilaksanakan, dengan tidak kurang 125.000 orang gabungan dari union union Amerika bergabung dengan hamper 1000 orang para peserta yang datang dari seluruh penjuru Negara bagian Amerika menghadiri acara untuk menuntut hak kebebasan bekerja para kaum immigran, yang didasari dengan Justice for All.

Esok harinya kami pulang masing masing dengan menggunakan pesawat menuju Seattle setelah terlebih dahulu berjalan jalan di kota kota eksotis yang berada di new York.

—-

Inti cerita yang mau saya sampaikan diatas adalah untuk memberikan pandangan kepada para elite politik yang ada di negeri ini, apakah tidak mungkin pola yang diterapkan oleh sebahagian politikus Amerika?, berkampanye tertib dengan mengerahkan segala kekuatan dari seluruh pelosok tanah air dari 33 propinsi datang bersamaan ke Jakarta, pada puncak acaranya membuat acara yang begitu besar di senayan, untuk “menuntut” atau sekedar memperkenalkan dirinya agar dikenal oleh masyarakat luas.

Saya tidak begitu faham bagaimana cara pencarian dana untuk mengadakan acara yang saya ceritakan tersebut, namun terang terangan didalam bus, panitia kami sering mengumumkan bahwa panitia telah mendapat “pledge” dari seseorang yang kaya untuk diberikan sebagai biaya perjalanan kami, hal itu diumumkan setelah seseorang panitia yang duduk tidak jauh dari bangku saya baru menerima telepon dari seseorang.

Sedangkan yang saya ceritakan tadi bahwa pada akhirnya saya dapat uang saku dari pihak panitia untuk mengganti gaji saya selama 2 minggu karena mengambil cuti dari pekerjaan saya.

_________________________________________________
posted : January 9, 2009 misplaced and re-posted!
————————————————-

Written by lagubatak

May 29, 2014 at 9:34 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: