Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Etika, Akhlak dan Karir

with 3 comments

mari kita coba untuk membahas kalimat ini dengan jernih. latar belakangnya adalah : sejak 15 tahun lalu sy memulai “side business” sy pada bidang musik recording, jika dibanding dengan latar belakang pendidikan sy, sampai skrg sy tdk mendapat jawaban yg memuaskan mengapa sy memilih bidang ini sbg side business. tetapi itulah hidup, karena “sense of belonging” yg berlebihan membawanya sampai jauh terdampar dibidang itu.

seperti profesi dunia rekaman pada zaman sy ini, banyak teman produser memanfaatkan itu utk mengambil keuntungan sesaat tanpa menghiraukan sebab akibatnya dikemudian hari,
dengan kata lain banyak produser yg harus dibayar terlebih dahulu dengan sejumlah uang untuk mengorbitkan seorang/grup penyanyi.
ada yg berhasil dan ada yg betul2 terpuruk. tapi untunglah sy tidak ikut ikutan utk melakukan hal yg sama, sy blm pernah melakukan tukar guling dengan uang atau benda untuk merekam seseorang agar bisa masuk dunia rekaman menjadi penyanyi, yg sy lakukan adalah dengan “membayar” honor (walaupun tidak tidak banyak tapi layak) dan memperlengkapinya, itulah yg sy sebut etika, mungkin karena itulah banyak hitungannya jika seseorang/grup “meminta minta” agar mereka sy rekam dan dipublikasikan.

latar belakang ilmu ekonomi yg sy geluti sangat dekat dengan dunia marketing, yg intinya bagaimana melihat peluang dan situasi untuk berdagang agar mendapatkan keuntungan berlipat ganda, tentu sy mempunyai formula2 tersendiri yg tidak dapat sy jelaskan disini. itulah yg dominan sy lakukan dalam business ini.
tapi sama seperti pekerjaan2 lainnya, tidak lah dapat semua mulus begitu saja, itu sudah diluar kewenangan saya membahasnya.

sebagai catatan, untuk merekam sebuah album etnik dibutuhkan minimal dana 60jt rupiah per album, dan break even point yg diharapkan dari modal ini, harus terjual sekitar 30.000pcs vcd. jika dilihat dari peredaran dan arus penjualannya “tidak mungkin” BEP dengan kondisi saat perekonomian sekarang ini, namun tadi saya katakan formula yg sy terapkan akan menjawab semua itu.
sy meyakini seluruh pekerjaan yg konsisten dan terus menerus dilakukan akan membawa kenikmatan pada waktu yg akan datang, itu kata kuncinya.

akhir2 ini sy mempunyai persoalan mendasar terhadap pola yg sy terapkan untuk diri saya, marketing yg sy terapkan cukup berhasil untuk sebagian besar artis yg sy tangani. dalam arti walaupun sy berjalan terseok seok utk mendapatkan BEP namun dari segi popularitas mereka jauh telah berhasil, artinya mereka telah menikmati hasil kerja saya, dan saya masih menunggu keuntungan atas kerja keras saya.
akibatnya timbul permasalahan, kepopuleran mereka menjadi boomerang bagi saya, bahwa karena mereka telah menjadi tersohor, tentu banyak tangan tangan terbuka untuk ikut menikmati hasil kerja saya itu.

didalam setiap mengorbitkan penyanyi sy juga selalu mempunyai persyaratan khusus, bahwa seseorang atau grup penyanyi harus “tunduk” dengan aturan yg sy tetapkan (itu hal yg sangat wajar, karena sy mengeluarkan dana yg tidak sedikit dimuka) maka syaratnya bahwa akan dilakukan kelanjutan albumnya kelak.

namun karena entah desakan popularitas dan keinginan untuk memiliki album kembali, mereka “mencari” atau kata tepatnya menerima tawaran produser lain dengan sembunyi2 agar mereka rekaman, persoalan inilah yang saya sebut “akhlak”.

hubungannya dengan karir apa?, tentu sangat erat. pertama, sy sebagai orang pertama yg mengorbitkan penyanyi, tentu tau kelemahan yg disembunyikan dan kelebihan yg dapat sy tonjolkan dari artis tersebut hingga mereka dapat tersohor.
maka pasti ada perbedaan apabila sy tidak ikut dalam kelanjutan album mereka itu, jika itu terjadi besar kemungkinan karir yg mereka bangun dari bawah akan berhenti ditengah jalan. namun sayangnya sampai saat ini belum ada orang yg betul2 mengerti dengan teori ini, hingga mereka kalap dan merasa rendah dimata orang lain jika tetap mengikuti cara berpikir sy.

mungkin ada yg ingin bertanya, mereka kan menyambung hidup dari profesi itu pak produser??. betul!! jika mereka pekerja penuh dalam bernyanyi, maka kepopuleran mereka itu akan menjadi alat yg ampuh untuk dijual dan mereka mendapatkan uang yg banyak dari show-show yg mereka lakukan setiap hari, itu sangat berbanding terbalik dengan hasil dari honor rekaman yang sy sejajarkan dengan “pendapatan satu bulan show sama dengan honor rekaman 1 album/1-2 tahun”, bandingkan!.

dari segi ekonomi juga, saya pun tidak sebodoh bodoh amat, jika sy menganggap itu sudah emas, kenapa saya tetap menanamnya terus? pastilah saya akan dulang dan proses kembali asalkan sesuai dengan formula yg sy terapkan.

untuk hal2 yg sy sebut “persyaratan khusus” tadi adalah hal mutlak yg tdk bisa ditawar bagi saya, biarlah nanti saya mendapatkan imbalan bahkan keuntungan dari kesalahan mereka (penyelewengan) kalau sy terpaksa melakukannya.

Written by simanjuntakstars

November 5, 2015 at 5:14 pm

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Horas amang/inang au minta tolong majo asa baen hamu majo au jdi artis batak alai bakat hu holan marende do dhot mar lawak,adong do vidio ku di you tube bereng hamu atik na menarik do, mlo boi do hbngi hm ma tu no on 081226117382, maulite smoga marmanfaat horas.

    sardiman siahaan

    June 10, 2016 at 5:18 pm

  2. Horas…amang/inang au sardiman siahaan mangido asa baen hamu majo au jadi artis batak,adong do vidio ku di you tube lagu na haholongi ma si doli molo boi do hubgi hmu ma tu no on 081226117382,,mauliate amang/inang. Slamat bertugas

    sardiman siahaan

    June 10, 2016 at 6:46 am

  3. Segera ambil tindakan hukum Amang…krn klo dibiarkan hal bgini brlanjut..maka ini akan menjadi preseden bruk bagi dunia seni suara dan dunia rekaman .. Niat Amang utk memajukan halak hita di bidang seni etnik banyak mmbantu mrk2 yg punya talenta tp gk punya fasilitas.. Saya ingat lagu “ro ma ho” cipt alm.hadi rumapea yg dinyanyikan oleh 3 org pemuda dikos2an mrk yg beredar di youtube jg telah amang produserin..mereka sudah terkenal stidakny dikalangan penikmat dan pelaku lagu2 batak seperti saya..hendaknya etika..akhlak dan rasa tanggung jawab seiring dgn kepopuleran yg bersangkutan yg ditopang oleh org lain..#jangan menjadi “kacang lupa kulitny” mauliate..horas

    fredrik LG

    November 15, 2015 at 6:11 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: