Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Trio Ambisi

with 2 comments

Trio ini adalah merupakan ranking teratas saat ini dalam hal jam terbang untuk dunia rekaman maupun undangan untuk manggung pada pesta pesta besar baik di sekitar Jakarta maupun luar kota.

Para personil trio ini adalah : Andy Situmorang, Joe Harlen Simanjuntak dan Charles Simbolon, khusus nama yang saya sebutkan terakhir adalah salah satu dari sedikit artis batak yang memiliki suara yang khas dan mempunyai talenta yang khusus.

Trio ini dapat disebut sebagai pionir group batak yang menyanyikan lagu kenangan pop indonesia pada tahun 2000, setelah J-M-T (Joel Simorangkir, Maruli Sinaga, Tony Simarmata) yang berlabel Blackboard pada tahun 1993. dan Brothers (Marulis Sinaga, Max Simanjuntak, Hermon Pangaribuan) yang berlabel Wahana Records pada tahun 1998. Trio Ambisi mencoba belajar dari kegagalan pasar yang dialami oleh rekan rekan mereka sebelumnya, khusus untuk JMT sebenarnya mereka tidak dikategorikan gagal, karena penjualan kasetnya selalu mengalir dan menambah kocek Blackboard Record yang memang sudah mempunyai pundi pundi besar dari hasil penjualan kaset nasional dan izin edar untuk lagu lagu baratnya, maka tidak terlalu jelas sampai berapa oplah cetakan yang telah mereka keluarkan.

Trio Ambisi adalah alternative dari Trio Amsisi, dengan vacuum nya keberadaan Trio Amsisi saat itu, Charles Simbolon mencoba coba untuk membangun satu group lagi, dia bertemu dengan Joe Harlen Simanjuntak dan Andy Situmorang sambil latihan dan bermain di lapo lapo dan cafe cafe batak saat itu, mereka merasa cocok untuk membangun karir mereka dalam bentuk penerbitan album.

Kerjasama dengan beberapa produser (terutama produser batak) mereka lakukan dan hasilnya tidak begitu memuaskan, bisa dipastikan karena kecilnya ruang lingkup distribusi yang dimiliki oleh produser batak tersebut, saat itu produser batak bagaikan mati satu tumbuh dua, artinya dalam satu tahun bisa muncul nama baru menjadi produser namun karena kelemahan manajemen maka tak lama kemudian redup bagaikan sumbu yang kehabisan bahan bakarnya.

Akhirnya mereka dilirik oleh seorang produser taipan yang telah banyak mengorbitkan artis artis batak saat itu, namanya Columbia Records, mereka dianjurkan untuk merekam suara mereka dalam sebuah kaset dengan menggunakan gitar kopong, tak lama setelah mereka menyerahkan hasilnya, Koh Rudy menyuruh mereka untuk masuk rekaman, terbitlah satu album batak dengan judul “Memory”.
Album ini tidak begitu menarik, namun karena penguasaan pasar yang cukup luas distribusi Columbia Records, dan banyaknya produksi produksi yang laku saat itu, maka Album “Memory” ikut terseret ke pasaran, dan Trio Ambisi mulai dikenal pendengar. Mereka juga menerbitkan album rohani dan dangdut batak dari produser ini.

Tahun 1993 Bragiri Records, dibawah pimpinan Binsar Silalahi pengusaha pedagang rotan asal Pakkat ini mempunyai insting yang cukup kuat, dia telah lebih dulu sukses merekam beberapa lagu dangdut indonesia, seperti “Pembaringan Terakhir” yang dibawakan Gabby Parerra.
Binsar sengaja memesan sebuah lagu khusus kepada Bunthora Situmorang (konon lagu tersebut adalah cerita kehidupannya) untuk dinyanyikan Trio Ambisi, jadilah lagu itu terekam dan dibuat dengan konsep yang matang, dengan kwalitas mixing yang betul betul diawasi dengan ketat maka tanpa ragu Binsar merelease album tersebut dengan mengeluarkan sebahagian dari tabungannya untuk dipakai pendobrak peredaran kaset Trio Ambisi. Hampir setiap hari lagu “Unang Au Solsoli” terdengar di TVRI dalam program nasional dan beberapa kali muncul di stasion TV swasta nasional.
Pasar tidak bisa dibendung, bagaimanapun distribusi yang tadinya kecil mendadak menjadi pekerjaan yang sibuk untuk karyawan Bragiri Record melayani pasar saat itu, saya pun termasuk salah satu yang sibuk memesan kasetnya pada saat saya berada di Purwokerto untuk salah satu proyek yang dilakukan perusahaan dimana saya bekerja, saya melihat iklan mereka di TVRI dengan clip seorang bintang iklan ngetop saat itu bersama seorang wanita cantik dengan menggunakan ulos, saya masih ingat persis adegan itu dilakukan didaerah salabintana, jawa barat.

Trio Ambisi kebanjiran job, dan mereka sering bepergian ke Medan, Palembang, Surabaya dan kota kota besar lainnya untuk menghibur orang orang batak yang betul betul kehausan setelah beberapa lama tidak terpenuhi.
Demikianlah berjalan sampai hampir 5 tahun mereka banyak mengeluarkan album dari produser produser lain, sedangkan Bragiri terlena dengan kesuksesan yang diraih atau konsentrasi dengan usaha yang lain maka untuk produksi kaset menjadi hal nomor urut terakhir.
Sejak tahun 1998 Trio Ambisi mulai agak lesu, mereka seringkali hanya datang ke studio sekedar bersenda gurau dengan rekan artis batak lainnya tanpa kegiatan yang pasti.

Bermula dari perbincangan atas kegagalan trio yang baru mengeluarkan album pop kenangan indonesia, Charles Simbolon diam diam merekam dalam hati perbincangan tersebut, menurut banyak kalangan kegagalan tersebut lebih terfokus kepada kegagalan warna vocal dan pelafalan, orang batak ternyata masih banyak tergelincir untuk pengucapan/bernyanyi berbahasa indonesia.
Beberapa hari kemudian dia menawarkan proyek untuk pembuatan proyek album pop indonesia kepada salah satu produser batak pendatang baru BMJ yang dimiliki oleh seorang pengusaha percetakan marga Tambunan.
Tambunan setuju dan menyerahkan seluruh ide tersebut untuk ditindak lanjuti oleh almarhum A. Sijabat yang bertugas sebagai pengumpul lagu, pelaksana rekaman.

Sijabat yang ditunjuk untuk melaksanakan album ini menghubungi Tigor Gibsy Marpaung sebagai penata musik dan penata vocalnya. dan didampingi musisi Jimmy Pangkerego, pemusik tamu Gatot untuk pengisi Gitar dan Henry Lamiri dengan gesekan biolanya.
Banyak sudah memang kalangan artis batak pada saat mendengar pada saat take vocal berkomentar. bahwa album ini akan menjadi pengukir sejarah baru lagi pada Trio Ambisi, perpaduan vocalnya yang hampir sempurna dari ketiga personil trio ini.
Tapi bukan Tigor namanya jika tidak ada kontroversi, dia mempermasalahkan beberapa kali pengisian musiknya, ….. #### lah, musiknya jangan dibuat seperti itu dong, ini harus diganti!! kira kira begitu komentar arranger Tigor Gipsy dengan aksen Medan nya yang terdengar khas dan sengau, kalau musiknya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. beberapa kali memang terjadi perombakan disana sini.

Singkat cerita, Trio Ambisi kembali menjadi bulan bulanan pasar lagu pop kenangan indonesia, lagu “Jangan Sampai Tiga Kali” ciptaan Tagor Pangaribuan, “Demi Kau dan Sibuah Hati” Ciptaan Pance Pondag adalah lagu yang sering terdengar, dari aceh ke papua lagu ini berkumandang dengan gelegarnya, baik di rumah rumah makan, karaoke bahkan di mobil angkutan, lagu mereka sering terdengar. Tambunan kaya mendadak!.

Berkat lagu pop kenangan itu juga mereka menjalin hubungan “keluarga” angkat dengan Gubernur Papua, dan khabarnya mereka mendapatkan hadiah berupa tanah di daerah itu, dan gubernur dengan tegas mempersilahkan kedatangan Trio Ambisi kapan saja mereka mau. Karena konon Trio Ambisi turut setia menemani Gubernur pada masa masa kampanye pencalonannya.
Puncaknya mereka diberi kesempatan untuk membuat album daerah Papua, sungguh hal yang belum terjadi selama ini. Seharusnya Trio Ambisi pantas menerima penghargaan dari Gubernus Sumatera Utara, bukan kah mereka dapat dianggap sebagai duta orang batak yang mampu membawa nama orang batak jauh melambung didaerah orang.

Trio Ambisi telah mengeluarkan tak terhitung lagi album batak dan pop indonesia tidak kurang dari 5 album dari peroduser yang berbeda, mereka juga ditaksir beberapa produser untuk membuat album daerah, toraja, minang dll. Perjalanan keluar kota adalah hal yang sangat rutin mereka lakukan, sampai mereka kelebihan job karena banyak yang berbenturan waktunya, maka group lain biasanya kebagian untuk menampung.

Tahun 2007 adalah puncak ketenaran dan awal merosotnya pula, karena pada tahun tersebut salah seorang personilnya Charles Simbolon menderita sakit, membuat dia harus opname di beberapa rumah sakit di jakarta ditambah dengan usaha untuk penyembuhan harus rela menahan sakit untuk pergi ke negara jiran malaysia, namun sampai saat ini dia harus istirahat total sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Mudah mudahan dia masih bisa bernyanyi, tukas salah seorang penggemar setelah melihat Trio Ambisi, Charles digantikan oleh orang lain mengisi kekosongan sementara.

Written by lagubatak

February 4, 2009 at 11:02 am

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. charles simbolon, personel paling amuba (asli muka batak), tapi yang paling saya gemari dengan suara bening dan kesederhanaan berpakaiannya…

    cepat sembuh charles

    leonar tambunan

    March 22, 2009 at 4:35 pm

  2. hmmmm

    denydwiyanto

    February 8, 2009 at 4:13 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: