Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Posts Tagged ‘Lirik Lagu Batak

Bunga Harotas

with 4 comments

Bunga Harotas (BougainVillea)

Bunga Harotas (BougainVillea)


Ale bunga na uli…
Tinodo ni roha hi,
Naeng nian hubuat ho,
Asa hot ho di lambungki,

Alai didok ho tu au,
Jolo sae sikkola mi,
Di lehon ho tintin mi,
Lao patuduhon holong mi,

Manetek ilu mi…
Lao paborhathon au,…
Gomos di tiop ho,
Jari ni tanganki,
Laos didok ho tu au…
Holong roham di au,..

Reff :
Songon na marnipi au,
Umbege barita mi,
Naeng muli nama ho,
Tu napinitlit mi,
Manundalhon au tahe,
Diluat na dao,…
Tintin na nilehon mi,
Lam palungun rohangki,
Ai sanga hu todo ho,
Na gabe rokkap hi,
Ai sanga hu tanda ho,
Sibunga nauli….
Boasa ma hutanda ho…….
Oh bunga harotas…

——–
Karya cipta Cokky Hutagalung bapa-udanya Nadya Hutagalung, dia sebenarnya adalah seorang pengusaha yang sukses di belahan benua Australia, namun karena kecintaannya dengan musik/lagubatak dia mau merogoh kantungnya untuk menerbitkan album Joy Tobing pada tahun 1999 dan megorbitkan Lagu Bunga Harotas, namun tidak begitu dikelnal masyarakat luas. Namun pada awal 2006 kembali Lagu Bunga Harotas dibawakan oleh Simatupang Sister (The Heart) dan mendapat respons dari masyarakat luas.

Hm….. bunga harotas.

Written by lagubatak

June 14, 2009 at 3:50 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

Pengunjung Blog Lagubatak

with 3 comments

Bagi pengguna blog pemula seperti saya ini, belum mengerti apa manfaat jika blog saya sering dikunjungi, dan menurut saya tidak ada yang perlu dibanggakan walaupun pengunjungnya sudah mencapai lebih dari 100.000 vews, dalam waktu effective 8 (delapan) bulan.

Namun yang saya banggakan adalah, baru-baru ini saya melihat ada group penyanyi dengan membawa buku tebal daftar lagu sebagai lazimnya para penyanyi memperlengkapi dirinya dengan sejumlah judul dan lirik lagu, ada dua fungsi buku tersebut, pertama jika mereka lupa dengan lirik salah satu lagu yang dimintakan oleh seseorang. kedua, jika ada dari hadirin yang akan ikut menyumbangkan suara untuk menyanyi, maka buku ini menjadi alat yang cepat untuk mengatasi.

Nah, iseng-iseng, saya meminjam buku tersebut kalau-kalau ada lagu yang belum saya ketahui didalamnya. alangkah terkejutnya saya melihat bahwa seluruh… ya seluruh, halaman dalam daftar lagu tersebut adalah hasil ketikan saya, yang mereka unduh dari salah satu blog, yang saya tau persis blog tersebut juga meng-copy/paste lirik lagu dari blog ini, tentu saya tau bagaimana tulisan saya dari tanda baca, style dan spasinya sama persis. saya tidak mempermasalahkan apapun disitu, namun saya bangga bahwa hasil pekerjaan saya dapat dinikmati oleh orang lain. Saya hanya tersenyum melihat buku itu tanpa memberitahu apa-apa kepada pemilik buku itu.

Berikut daftar statistik blog lagubatak sampai 05/06/2009

Blog Stats Summary Tables

Total views: 103,361
Busiest day: 1,623 — Wednesday, February 4, 2009
Views today: 64

Totals
Posts: 71
Comments: 495
Categories: 17
Tags: 118

Semoga ada diantara pengunjung yang bisa menyumbangkan lirik lagu batak yang belum ada disini, agar bisa di post kan demi kepentingan bersama-sama.

mauliate,
bj

Written by lagubatak

June 6, 2009 at 4:48 am

Manduda Baion

with 3 comments

Rap hita nadua hasian manduda baion i
Rap hita nadua hasian tu parmahanan i
Laos hugalmit ma ito da hurum mi
Mekkel suping ho tu au
Holan ho na ma ito, holan ho do hasian
Bunga ni ate-ateki

Pos do rohami tu au ito, songoni nang au tu ho
Songon aek tu na mauas i sihol hi tu ho ito
Molo so pajumpang au dohot ho marsahali sadari
Sai busisaon au, sai busisaon au
Ala ni holong hi tu ho

Reff.
Ias do holong mi tu au ito
Songon bottar ni bajumi
Ndang tarhasuhatan burjumi lagumi tu au ito
Ikkon ho nama ito, ikkon ho do hasian
Parumaen ni dainang i

###
:-) boi do lagu on dipakke lao mangaririt….. pasti manjur!!! karya cipta Tagor Tampubolon

Written by lagubatak

April 17, 2009 at 4:00 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

Rosita

with 3 comments

Rosita… o rosita
Rosita… o rosita
Rosita… o rosita
Tralala lala

Pidong namartonga tongani langit
O pidong
Ai tung husippon jolo au
Tu huta ni dainang
Tu luat nadao

Aut boi ma au habang songon ho
O pidong
Satongkin on do ro
Tu huta ni datulang
Diluat nadao

Reff.
Ai di toba do anggo si rosita
Tung nauli do anggo rupana

## tarik “pidong” nai lae……. :-)

Written by lagubatak

April 13, 2009 at 4:37 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

Molo Marrokkap

with one comment

Molo Marrokkap
Cipt. Fredy Tambunan

Holongmi ma da ito na husolsoli
Holong mi da ito na hutangisi
Holongmi ma da ito

Hansit di ho humansitan do i di ahu
Di ahu anak ni naumpogos di huta
Molo rongkaphu ho boru ni na mora
Ai boanonhu do ho manang tu dia

Burjumi ma na so tarlupahon ahu
Di burjumi ma muse ilu-ilungku
Burjumi ma da ito

Molo marrongkap do na pogos tu na mora
Da mangalua pe taho dang bei salah
Marsomba ujung hita tu natua-tua
Molo tingki na laho manopoti salah

Sopanagamanhi tarsar ma hubunganta i
Dalan lao padaohon ho, asa dao, asa dao
Dao Siantar tu Jakarta di si soada na hutanda
Aut na jonok songon Parapat tu Porsea
Dapothononku ho papuas na di roha

Pasombu sihol hita tu sigura-gura
Di topi ni sampuran i marjanji hita
Husimpohonku beta hita mangalua
Molo so boi ho boanonhu mangalua
Tung so mangoli au ianggo so jolo mamora

####

Lagu cinta yang dapat membuat mata sembab, karena terjadi ungkapan kesedihan dalam lagunya:-(

Written by lagubatak

March 14, 2009 at 2:32 am

Lobi Sappulu Taon

leave a comment »

Lobi Sappulu Taon
Cipt. A. Benny Sinaga

Lobi sappulu taon da amang
Naung borhat ho amang
Tu parjalangan mi
Surat mu pe soro
Paboa baritam

Marulak sai husukkun da amang
Akka parjalangi
Dongan sahuta i
Soada umbotosa
Didia ho amang

Reff.
Sai tumatangis au amang
Manaon sitaonokki
Molo naung mate ho amang
Paboa ma dinipikki

Asa sae mai amang sian rohakkon
Unang tar paima-ima au diharorom

song 3.
Oppung o mula jadi nabolon
Patudu ma di au dalan natigor i
Unang targogop au
Disitaonokki

##

sedih bah:-(

Written by lagubatak

March 12, 2009 at 1:45 pm

Trio Satahi

leave a comment »

Dahulu, ada 3 anak muda yang datang dari Sibolga datang merantau ke Jakarta dengan maksud ingin meniti karir menjadi sebuah trio yang layak didengar oleh masyarakan batak, karena memang didaerah mereka lahir dan besar, banyak waktu mereka habiskan untuk bernyanyi di lapo lapo dan dibeberapa tempat dan kesempatan di daerah Sibolga.

Mereka adalah Sahat Simamora, Alider Simbolon dan Binsar Pasaribu, mereka menyebut dirinya Shandy Trio. Orang berdecak kagum melihat penampilan pria yang memiliki tubuh relatif kecil kecil pada saat itu, namun bentuk vocal mereka mampu membuat kita terperangah.

Tahun 90an mereka memulai karirnya dibidang blantika musik, seperti penyanyi penyanyi lainnya yang memupuk karir dari bawah, merekapun melalui hal yang sama, mereka juga sesekali bergabung disuatu lapo sekedar untuk mempertontonkan dan memperdengarkan bagaimana paduan vocal mereka yang sudah mampu menandingi trio trio yang sudah ada saat itu berkibar dalam dunia rekaman, maksud mereka ingin mencari penyandang dana untuk menghantarkan mereka ke cita cita mereka yakni rekaman. Dan mereka juga mengakui tidak jarang mereka menaiki bus bus jurusan Blom M ke Pulogadung sebagai pengamen dengan membawakan lagu lagu batak.

Namun Shandy Trio bukan mendapat penyandang dana dari dunia luar atau yang mendengar mereka sedang bernyanyi di lapo atau di dalam bus. Tapi penyandang dana tersebut datang dari dalam lingkungan dunia artis batak juga. Harun Situmeang yang tadinya personil Trio The King muncul untuk menggandeng tangan mereka menuju puncak karir yang sedang mereka idam idamkan. Waktu itu Harun membuka rumah produski dengan salah seorang pengusaha bukan batak, namun perusahaan ini diserahkan kepada Harun untuk dikelola sedemikian rupa bergerak dalam dunia rekaman. Nama usaha tersebut adalah Gitara King Records.

Tanpa banyak prosedur yang bertele tele, layaknya seorang Harun yang seorang artis senior seperti sudah mengetahui kwalitas yang dimiliki oleh Shandy Trio, mereka langsung diboyong ke studi Gemini milik orang ambon dimana pusat rekaman lagu batak saat itu dibilangan gudang peluru. Jadilah Shandy Trio yang ditata oleh penulis lagu almarhum Lans Hutabarat. Tidak terjadi tanda tanda apapun dalam materi dan masa rekaman tersebut, namun Almarhum Lans Hutabarat nampak tersenyum senyum pada kesempatan rehat keluar dari dalam ruangan studio sekedar untuk mencari inspirasi.

Singkat cerita, album pertama Shandy Trio terkuak, Lagu “Anak Terminal” ciptaan Lans Hutabarat mampu membuat seorang pemuda saat itu terisak dengan merenungi nasib dan penderitaan-nya, sangat persis dengan yang terdapat pada syair lagu tersebut. Dalam syair tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang telah hampir putus asa tidak dapat mencari pekerjaan karena dia tidak memiliki uang yang akan digunakan sebagai “pelicin” agar dia bisa bekerja, namun dia harus menyerahkan nasibnya untuk tidur dan beraktifitas di terminal (bus).

Heboh, heboh… itulah gambaran yang didapat dari masyarakat pendengar lagu batak pada saat Shandy Trio muncul dengan lagu Anak Terminal. Penjualan kasetnya mampu membuat seorang ibu ibu di pasar senen mengurungkan niatnya untuk membeli mie goreng hanya ingin memilih membeli kaset Shandy Trio.

Begitulah hari hari mereka diperangkokan sebagai artis batak yang sudah populer pada saat itu, dan tentu penghargaan datang dari masyarakat sibolga yang dengan tulus men-support keberadaan Shandy Trio yang mereka idam idamkan telah menerbitkan kaset, mereka diundang dan didaulat didaerah mereka sendiri.
Kembali peredaran kaset sangat lesu pada pertengahan 90an, membuat Shandy Trio juga mengalami hal yang sama, tidak banyak yang bisa diperbuat selain menunggu dan menunggu. Ada beberapa produser yang mencoba merekam mereka dalam album batak maupun kenangan Indonesia, namun tidak cukup untuk mengangkat kemahsyuan mereka dibanding dengan album perdananya. Bahkan ada beberapa produser yang sudah merekam tapi sampai saat ini album tersebut tidak dikeluarkan kepasaran.

Tahun 2003 ikrar 3 pemuda tersebut telah berubah, apa yang mereka cita citakan sebahagian memang sudah terpenuhi namun mungkin saja masih banyak yang belum terpenuhi, dan untung tak dapat diraih bersama lagi dan harus menyerahkannya kepada kepasrahan untuk berpisah.

Tahun yang sama 2 personil (Sahat Simamora dan Alider Simbolon) Shandy Trio membentuk group yang baru bernama SATAHI TRIO, kali ini mereka menjalin persahabatan yang baru dengan Jamian Sinaga yang mereka percayakan menggantikan teman mereka terdahulu Binsar Pasaribu, mereka harus mengadaptasikan diri baik dari kepribadian dan jenis vocal dengan Sinaga.

Sampai saat ini mereka sudah cukup aktif membuat albumnya, tercatat baru baru ini mereka baru saja menerbitkan album mereka yang ke 5.

Jika harus menilai, Sahat Simamora adalah penyanyi yang mempunyai nilai vocal yang khas kebatakannya, dan sangat diharapkan apabila ada salah satu produser yang berani membuat album solonya. semoga harapan ini dapat terwujud untuk memperkaya jalur musik batak yang semakin lama membosankan itu.

Written by lagubatak

March 6, 2009 at 5:10 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

Poda

with 28 comments

Angur do goarmi anakkon hu (nama mu sungguh harum anakku)
Songon bunga bungai nahussusi (seperti bunga bunga yang indah itu)
Molo marparange na denggan doho (jika kau memiliki kepribadian baik)
Diluat nadaoi (ditempat mu yang jauh)
Jala ikkon ingot doho (dan ingat lah selalu)
Tangiang mi do parhitean mi (doa adalah salah satu landasan)
Dingolumi da tondikku (kehidupan mu oh anak kesayangan ku)

Unang sai mian jat ni rohai (jangan pelihara iri dengki)
Dibagasan rohami (didalam hati mu)
Ai ido mulani sikka mabarbar (karena itu adalah permulaan malapetaka)
Da hasian (oh anakku)
Ikkon benget do ho marroha (engkau harus tawakal hati)
Jala pattun maradophon natua tua (dan hormat kepada orang-orang tua)
Ai ido arta na ummarga i (karena itu adalah harga yang termahal)
Dingolumi (dalam kehidupan mu)

Reff.
Ai damang do sijujung baringin (engkaluah adalah penerus tahta)
Di au amang mon…. (bagi ku orang tua mu)
Jala ho do amang silehon dalan (dan engkaulah si perintis jalan)
Dianggi ibotomi
(bagi adik adik mu ini)
Ipe ingot maho amang
(dang ingat lah selalu)
Dihata podakki
(seluruh petuah ku ini)
Asa taruli ho amang
(agar kau mempunyai kehidupan)
Disihadaoani
(di tempatmu yang jauh)

Molo dung sahat ho tu tano parjalangan mi (kalau kau sudah tiba di tempat tujuan mu)
Marbarita ho amang
(berikan kami berita mu)
Asa tung pos rohani damang nang dainang mon
(agar hati kami tidak was was)
Ditano hatubuan mi
(ditanah kelahiran mu ini)

—————–

Lagu ini ciptaan Tagor Tampubolon, pertama dipolulerkan oleh Eddy Silitonga pada awal 80an, banyak aspek yang membuat lagu ini populer, notasi, alur cerita dan range tone yang tidak begitu sulit untuk dinyanyikan oleh siapa pun.
Lagu ini beberapa kali memboyong piala, apabila ada perlombaan Karya Cipta Lagu Batak.

horas,
bj

Written by lagubatak

February 23, 2009 at 6:18 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

Marimbang

leave a comment »

Boasa ma ikkon saonari ho hutanda (mengapa sekarang engkau ku kenal)
Ai tung boasa ma ikkon saonari ho huida (mengapa justru sekrang kau kulihat)
Hape ditikki haposoon hi
(padahal masa mudaku)

Massai holip do ho jala buni (engkau tak pernah kulihat)
Hape dung saonari nungga tung sega (tapi sekarang sungguh merusak ‘suasana’

Sonang hian do jala aman situtu parsaripeon hi (awalnya keluargaku cukup bahagia)
Dunghon marhasohotan au tinodo ni (setelah aku menikah dengan pilihan)
Damang dainang i (kedua orang tuaku)
Didok hon halak au nungnga gabe (orang meninlai saya sudah cukup nyaman)
Torop so piga gelleng hi (mempunyai beberapa anak)
Sonang hian do parsaripeon hi (tadinya keluarga ku sungguh bahagia)

Boasa ma ikkon saonari ho hutanda (mengapa justru sekarang engkau kukenal)
Ai tung boasa ma ikkon saonari ho huida (mengapa sekarang kau kulihat)
Hape ditikki haposoon hi (pada saat aku muda dulu)
Massai holip do ho jala buni (kau sungguh tersembunyi dan tak pernah kulihat)
Ikkon marimbang marimbang nama sekarang menjadi harus ber-poligamy)

=====

Lagu yang cukup memukul persendian (dugul dugul, holi holi) para kaum ibu tentang kejadian yang terlihat dari sang suami yang mendapatkan tautan hati pada masa puber kedua:-(

sai unang ma nian adong na songoni bah!, alana sipata rokkap i nabinahen do dangi tahe hamuna??.

Lagunya cukup indah dan bagus, dibawakan ulang oleh Simanjuntak Stars dalam Album Parningotan!!

horas,
bj

Written by lagubatak

February 13, 2009 at 5:07 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

Simanjuntak Stars

leave a comment »

Anda pernah mendengar petinju bayaran?, mereka tidak butuh gelar juara dan atribut lainnya yang penting mereka bertinju, kalah menang ada bayaran!. Sepertinya saya melihat persamaan itu dalam group yang satu ini. Karena dua dari tiga personil group ini menjadi penghias beberapa cover/sampul kaset/vcd yang sedang beredar sekarang sekarang ini.

Simanjuntak Stars itu sendiri terbentuk tahun 1998, waktu itu terbentuk atas keperdulian seseorang yang bermarga Simanjuntak untuk menunjukka bahwa Simanjuntak itu juga ada penyanyi yang patut dipertimbangkan. Personil mereka waktu muncul pertama sekali adalah : Nikson Simanjuntak (sekarang personil Lamtama), Max Simanjuntak dan Santer Simanjuntak. Lagu mereka yang disenangi masyarakan adalah “Dang Lepelmu Ahu Ito” ciptaan Bunthora Situmorang. Dinilai dari segi vocal, bukan karena saya marga Simanjuntak, mereka pantas dihardik untuk lebih disiplin lagi dalam memilih pasangan agar menjadi penyanyi favourite, kelemahan mereka hanya pada tidak adanya keseriusan tekad, sungguh sayang olah vocal mereka yang begitu prima berlalu begitu saja detelan oleh waktu.

Pada saat kehadiran mereka pertama sekali, banyak kalangan yang memandang sebelah mata bahwa trio ini hanya sekedar penghias atau pelengkap penderita di komunitas artis batak. tapi ada juga yang menaruh harapan bahwa mereka sebenarnya mampu untuk berhak menyandang penyanyi favourite tadi. Ternyata Benar! setelah mereka mengeluarkan album pertamanya, 5.000pcs kaset dalam waktu 2 minggu tersebar ke seluruh nusantara, menurut produsernya tidak kurang dari 25.000pcs kaset mereka beredar selama itu, jumlah peredaran kaset diatas rata-rata. Dan lagunya menjadi trend dan berhasil memikat perhatian, lagu mereka memang jarang dinyanyikan oleh penyanyi yang mempunyai vocal ‘biasa biasa saja’, karena range kunci yang dibuat oleh penulis lagu itu sangat cukup. artinya… pada intro lagu ini dinyanyikan dengan datar oleh Max, dan tiba saat reff 1 disambut oleh vocal nixon yang lumayan gelegar, nah tiba tiba dalam reff klimaks nya barulah vocal yang klimaks dan cukup tinggi yang dimiliki Santer menyambar dengan menghentak nada tinggi.

Mereka dapat cepat mengambil perhatian pendengar musik/lagu batak, lagu Dang Lepelmu Ahu Ito menjadi salah satu lagu yang sering terdengar di cafe-cafe atas permintaan pengunjung. Namun penyanyi banyak yang sulit membawakan lagu ini seperti yang dibawakan oleh mereka dengan pertimbangan “range” tadi, dari nada rendah yang tiba tiba menukik nada klimaks. Mereka sempat menerbitkan 2 album batak dengan Simanjuntak Stars.
Tapi sayang pada tahun 2000 salah satu personil trio ini harus mengundurkan diri untuk sementara dengan masalah pribadi, Max harus bersedia menanggalkan dunia nyanyi, saat itu dia tidak sadar bahwa pendengar sedang menunggu kehadiran mereka pada album album berikutnya. Pada saat alpanya Simanjuntak Stars itulah muncul Trio Lamtama dengan lagu “Unang Bolokkon Tanda Hi”. yang juga beranggotakan Nikson Simanjuntak sebagai leader vocal juga.

Pada tahun 2005, kembali Max mencoba untuk menapakkan kakinya masuk dalam dunia penyanyi lagi dalam dunia rekaman, bermaksud muncul lagi dengan formasi personil yang berbeda, karena Nikson Simanjuntak sudah menjadi pusat perhatian penikmat lagu batak dengan baju Trio Lamtama dan telah dikontrak oleh salah satu produser lagu batak, tidak diperbolehkan untuk bernyanyi di group group lain untuk sarana kaset/vcd.

Kini Simanjuntak Stars muncul dengan formasi baru : Halim Simanjuntak, Max Simanjuntak dan Santer Simanjuntak dengan album volume 3, lagu “Pabagas Tanoman” ciptaan Soritua Manurung, album ini menarik dan mampu juga menandingi album album sebelumnya, namun karena lalulintas peredaran lagu batak dalam warna trio sangat sibuk (baca:padat), maka mereka sepertinya tidak terdengar, namun mereka dengan setia mengikuti trend.
Pada penampilan show mereka di cafe cafe jakarta menggantikan kehadiran Max dengan Budiman Simanjuntak, dan mereka merubah nama kalau show di cafe cafe jakara menjadi El-Junt Stars, nama ini diambil dari kedua group yang mereka ikuti. Nama group mereka lainnya adalah Eljunt Voice, dengan beranggotakan : Halim Simanjuntak, Ganda Simanjuntak dan Santer Simanjuntak, mereka mengambil jalur dengan membawa lagu kenangan pop Indonesia “Jangan Biarkan” ciptaan Hanny Tuheteru. mereka bergabung dengan Ganda Simanjuntak adalah salah satu perwira TNI yang sekarang sedang bertugas di Markas TNI Bukit Barisan Medan, sampai video clip mereka pun menyertakan TNI yang pintar menari. Mudah mudahan apa yang saya jelaskan sebagai penyanyi bayaran tadi bisa anda pahami dengan keterangan ini.

Belum selesai sampai disitu, Halim dan Santer juga pernah menjadi salah satu penyanyi yang dibayar jauh melebihi honor penyanyi batak umumnya, pada saat mereka membawakan lagu “Biar Biarlah Sedih” ciptaan Rinto Harahap dengan membawa bendera Trio Delta bersama Tony Pakpahan, album ini terangkat atas ketertarikan salah seorang batak yang berprofesi sebagai Hakim marga Sihombing, keranjingan dengan lagu “Rasa Cinta” yang juga terdapat dalam album tersebut dengan vocal bariton-nya, dia rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk pembuatan album ini yang akhirnya menjadi suatu preseden buruk bagi produser produser lain untuk kerjasama dengan pihak distributor Virgo Records saat itu.

Tampaknya belum puas juga, Halim dan Santer bersama Budiman Simanjuntak personil yang menemani mereka bernyanyi di cafe cafe jakarta, akhirnya mengeluarkan sebuah album batak lagi “Sipanganon Na Tabo” ciptaan Soritua Manurung, namun sayang album ini tidak bisa memuaskan pasar mereka seperti yang mereka lakukan dengan Simanjuntak Stars.

Simanjuntak Stars sendiri telah mengeluarkan beberapa album mereka lainnya dengan bendera Wahana Records, diantaranya “Album Special bersama Jack Marpaung” dengan lagu Tuisema Anakhonhi Manjou Oppung ciptaan Jack Marpaung, disusul dengan “The Best Juntak Stars” dengan mengambil hits “Tangis Di Pesta Natal” ciptaan Johannes Hutasoit dan “Tataring Parapian ciptaan Yamin Panjaitan.

Menurut informasi yang dipercaya, bahwa Simanjutak Stars telah melakukan pengisian vocal dengan pihak Wahana Records sebanyak 7 album, termasuk dengan lagu lagu rohani dan album volume 4 mereka yang belum dipasarkan. Kami sedang menuggu waktu yang tepat dan itu akan terjadi secepatnya, demikian produser Wahana Records menjawab ketika ditanya apa rencana selanjutnya dengan keberadaan Simanjuntak Stars.

##

Written by lagubatak

February 5, 2009 at 4:22 am

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers