Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Bollo Bollo (Hery Matondang)

leave a comment »

Lagu Bollo Bollo adalah lagu yang tadinya dibuat untuk komedi dan yang pertama menyanyikannya adalah Dongan Silitonga, salah seorang artis senior batak yang terkenal dengan plesetan lagunya, hampir seluruh lagu bisa dia plesetkan dengan baik dan membuat orang bisa tertawa terpingkal pingkal, tidak peduli sesering apakah lagu itu dinyanyikannya.

Bollo Bollo ciptaan Fredy Tambunan seorang pencipta yang produktif sampai saat ini, thema lagu ini sebenarnya untuk memberi peringatan/pembelajaran kepada seorang gadis yang dianggap materialistis (matre, red). namun dengan lekukan suara dongan, pesan itu hilang dan menjadi bahan komedi yang segar dan enak dinikmati. pada tahun 2005 Trio Lamtama kembali mengangkat lagu ini dan mendapat tempat dalam tangga lagu batak.

Kali ini, ada yang mencoba lagu ini disadur dalam bahasa Tapsel dengan nilai komedi yang sama, bahkan untuk kali ini mempunyai khas yang terdapat di daerah tapsel itu sendiri yang juga dibawakan oleh Hery Matondang dalam album Angkola Voice, vocalnya bagus dan penyampaian pesan pun hampir dikatakan sempurna.

Bollo Bollo

Bollo ma bollo bollo da
Bollo ma bollo bollo da
Tung madung sega au anggi sega di roha
Tung madung teleng au anggi teleng sabola
Bollo Bollo

song 1
Waktu kenek motor au
Ro do au mandapotkon ho
Napala hum, napala hum
Nimmu tu au

song 2
Waktu tukang tempel au
Ro do au mandapotkon ho
Napala hum, napala hum
Nimmu tu au

Reff. 1
Anggo so sala da anggi
Parnidaan ku hasian
Dongan ku kenek motor do
Manggoda ho

Reff.2
Anggo so sala da anggi
Parnidaan ku hasian
Dongan ku tukang sorong do
Manggandeng ho

song 3
Hape ndung jadi toke au
Ro ma ho mandapotkon au
Sattabi ma, sattabi ma
Jolo di ho.

Written by lagubatak

February 13, 2010 at 4:29 am

Sitogol (Hery Matondang)

with 4 comments

Saya kurang jelas mengetahui, apakah Nahum Situmorang mengerti bahasa Tapanuli Selatan, karena lagu Sitogol itu adalah berbahasa Tapsel walaupun tidak sekental kita mendengar orang tapsel dari sibuhuan berbicara sehari hari.

Lagu Sitogol adalah salah satu lagu legenda dari Tapanuli Selatan dan konon lagu ini adalah ciptaan Nahum Situmorang, yang mengherankan orang tapsel tidak pernah mengabadikannya dalam bentuk kaset/vcd, namun selalu dinyanyikan oleh Batak Toba, Kali ini terobosan baru datang, album yang menamakan dirinya Angkola Voice dengan bintang tamu Hery Matondang datang membuat sejarah baru dalam lagu tapanuli selatan.

Hery Matondang yang membawakan lagu Sitogol dalam album tersebut tampil dengan prima dengan olah vocal ala “rock” yang mempunyai suara khas serak serak memikat itu, beliau ingin memperkenalkan dan mengatakan bahwa lagu Sitogol itu adalah milik orang Tapanuli Selatan walaupun penciptanya adalah orang Toba.

Simak dan dengarlah lagu ini, secara pribadi jujur saya menilai bahwa seharusnya gaya dan penampilan sewaktu membawakan lagu ini adalah seperti yang dibawakan oleh Hery Matondang……. mari kita simak!!

Sitogol

Adong ende hu najeges dabo
Hu oban tingon mandailing godang do
Jeges lagu na boto on momo
Sitogol goar na sitogol dabo

Beha ma lak na lagu na dabo
Sarupa doi tu onang onang do
Atia margembira bo pe marsak ho
Marsitogol sitogol goar na dabo

Tingon mandailing godang do
Asal mula ni sitogol do
Marsak bo pe margambira ho
Marsitogol sitogol goar na dabo

Written by lagubatak

February 10, 2010 at 11:04 am

Kijom (Tapsel Madina)

leave a comment »

Lagu ini adalah salah satu lagu yang digunakan nenek moyang dari daratan tapanuli selatan pada saat peperangan dahulu untuk melawan musuh2. Lagu ini penuh dengan semangat perjuangan dan merupakan salah satu lagu yang memiliki ‘roh’ semangat akan mengingat betapa kayanya perbendaharaan khasanah budaya batak. Tidak percaya?? mari simak!

Kijom

Kijom ale kijom, kijom ale kijom
Kijom ale dongan ma dongan dongan

Losung ni pidoli
Tumbuk salapa indaluna
Janji ta na sadoli
Tumbuk tu halak do jadi na

Endeng ni endeng situkkol ni dong dong
Ise na dikenang siboru na lom lom

Siabu ma si galangan
Siambirang laos pahulo
Siamun marsijalangan
Sihambirang mangapus ilu

Written by lagubatak

February 10, 2010 at 1:33 am

Cellphone/pulsa vs Kaset/VCD (dari sudut ekonomi)

with 2 comments


Hello, today is 3rd February 2010 isn’t it?

Rasanya agak asing kadang kadang melihat satu tulisan yang membahas tentang perekonomian dalam blog yang menamakan dirinya mengenai lagu batak, ibarat bensin dengan ban, sama sekali tidak ada hubungan, namun keduanya mempunyai peran yang mendasar terhadap lajunya kendaraan, jika bensin mobil anda kosong mustahil anda bisa mengendarainya dengan nyaman, demikian juga halnya dengan ban, maka tak terbayangkan jika keduanya tidak saling menopang satu dengan yang lainnya.

Bah, lagu batak dengan ekonomi apa hubungannya parlapo?, yah.. itulah yang ingin kita hubungkan sampai nampak benang merah dan putihnya agar orang lain bisa melihat dari sisi titik awam se awam awamnya, karena bahasan yang ingin saya sampaikan ini akan berusaha untuk mengupas dari titik ilmu yang rendah seperti yang saya miliki ini, mungkin jika elmu saya sudah tinggi blog ini pun tak perlu lagi dibuat, tinggal membuat papan nama besar2 di salah satu gedung bertingkat dibilangan jakarta selatan dan saya akan menamakan diri sebagai ‘konsultan’,:-)

Saya mengamati dalam beberapa tahun belakangan ini, banyak sudah stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah nampaknya gagal diterapkan untuk mendongkrak daya saing ekonomi masyarakat indonesia dibanding dengan ekonomi rakyat negara negara berkembang lainnya, dari mulai padat karya, bantuan permodalan, bantuan ekonomi usaha kecil dan menengah yang jalan ditempat, bahkan dananya terus menggelembung tanpa mendapat hasil positif dari masyarakatnya terutama masyarakat kecil. masyarakat miskin kita tak pernah beranjak dari tempatnya menjadi ‘pengusaha’ dan mereka tetap berdiam ditempat mereka berada, apakah mereka tau dan mengerti, usaha yang dilakukan pempimpin itu adalah tujuannya untuk mensejaterakan mereka?, kalau tau mungkin mereka akan ikut berbondong bondong datang ke gedung kepah yang ada di senayan sana untuk menuntut agar penerapannya diberikan secara tunai dan langsung, hehehe mungkin akan ada yang mengusulkan agar dibuat system pemilu saja.:-) maksudnya pembagiannya terbuka, jujur dan adil.

Saya menganggap masing2 kita mengerti bahwa pemerintah itu adalah sebagai kontrol (penyeimbang) terhadap ekonomi yang berjalan di dalam negeri, misalnya pemerintah memberikan fasilitas infrastruktur (jalan, listrik, kenyamanan) agar masyarakat dapat lebih produktif, pemerintah membuat undang undang agar masyarakat tidak saling sikut menyikut melakukan aktifitasnya, pemerintah membuat peluang agar masyarakatnya tergoda (tergugah) untuk melaksanakan roda perekonomian, selebihnya itu diserahkan kepada masyarakat dan yang lebih penting, pemerintah tidak dapat memaksa agar masyarakatnya lebih giat lagi. namun masyarakat dapat serta merta meng-kalim pemerintah tidak bekerja dengan penuh untuk kehidupan perekonomian masyarakat.

Ketika krisis ekonomi yang terjadi pada awal tahun 1997, pemerintah sudah barang tentu bekerja dengan keras agar ekonomi tidak melampau titik yang mengkhawatirkan, disamping krisis ekonomi, krisis kepercayaan terhadap pemimpin pun menggeliat dengan kerasnya, maka timbul perpaduan krisis tingkat tinggi, ekonomi, moral dan kepercayaan. ketiganya punya andil yang besar membuat bangsa ini terpuruk sampai titik yang terendah.

Namun adakah diantara kita yang pernah berfikir, bahwa sebenarnya yang membuat semua itu adalah masyarakat itu sendiri?, seperti yang saya jelaskan bahwa pemerintah adalah sebagai penyeimbang terhadap perlakuan ekonomi sedangkan pemeran utamanya adalah masyarakat.

Contoh, jika anda menabung uang anda dalam sebuah bank, pemerintah sama sekali tidak berhak dengan tabungan anda itu, bahkan berdasarkan undang undang maka pemerintah diwajibkan untuk menjamin tabungan anda itu aman dan jika terjadi ‘malapetaka’ dalam bank itu uang anda tetap akan dapat diambil tanpa berkurang sedikit pun. betapa baiknya sebenarnya pemerintah itu.

Contoh lain, jika anda ingin memiliki sesuatu barang mahal yang sebenarnya tidak harus anda miliki jika anda memiliki uang yang cukup membeli, pemerintah tidak pernah dapat mencegah anda untuk membelinya walaupun hal itu berpotensi untuk membuat kegaduhan dalam system perekonomian dalam negeri. misalnya jika anda ingin memiliki mobil mewah yang di import dari negara tertentu dengan harga yang tak masuk akal, oh ya… itu terlalu sulit dicerna, yang lebih umum adalah jika anda ingin memiliki telepon genggam merk “blackberry” tak pernah saya melihat pemerintah melarang masyarakat untuk mengurungkan niat membeli alat canggih itu, padahal…… menurut saya, itu potensi untuk membuat kegaduhan dalam perekonomian masyarakat.

Pada tahun 1993 sewaktu saya baru memiliki telepon genggam ber merk errickson yang bisa membuat kucing mati jika dilempar pakai benda itu, waktu itu saya membayangkan bahwa suatu saat akan ada salah satu perusahaan yang membuat heboh masyarakat indonesia dengan pasar sejenis ini, waktu itu saya sudah membayangkan bahwa seorang tukang becak, tukang kebun, tukang sayur akan leluasa ber hallo ria dengan temannya diseberang sana hanya menanyakan apakah dia sehat sehat saja disana. nah sekarang bayangan saya itu terbukti, tidak heran seorang penarik becak sibuk dengan fitur fitur telepon genggamnya mencet-mencet sms sampai dia lalai untuk bekerja.

Booming telepon genggam terjadi pada awal tahun 1996 saya tidak dapat memastikan bahwa sebenarnya ada hubungannya dengan keterpurukan ekonomi, tapi jika ada yang memusatkan fikiran untuk membuat analisa ini, saya yakin minimal 20% keberadaan telepon genggam lengkap dengan pulsa dan peralatannya adalah pemicu keterpurukan ekonomi masyarakat.

Alasannya apa parlapo?, dahulu sewaktu kita belum mengenal benda ini kita masih produktif dan masih dapat memberikan waktu kita untuk maksimal bekerja 80% dari nilai produktifitas kita, tiba tiba benda keramat itu telah menyita perhatian dan tenaga kita hampir 40%. tolong nanti diamat amati dengan keberadaan anda dengan telepon genggam anda sendiri, berapa kali anda memegang, mencet, menerima telepon, mengisi pulsa, itu adalah biaya langsung yang sadar atau tidak yang mengurangi isi kantung anda dan membuat pekerjaan anda terganggu. sangat jauh jika dibandingkan dengan sebelum benda asing itu ada.

Perlakuan itu sebenarnya akan sangat positif jika kita hubungkan dengan ‘echo-system’ ekonomi kita, artinya jika kita mengeluarkan uang yang besar, jika kita produktif maka kita akan mendapatkan juga nilai/hasil yang besar, dengan catatan jika itu semua dilakukan dan menjadi produk dalam negeri, namun akan lain hasilnya jika uang yang anda keluarkan itu akan dibawa oleh seseorang berkarung karung ke negaranya sana tanpa memberikan keuntungan bagi anda. maka kita telah terlena dan tergoda dengan ‘mainan’ yang mereka suguhkan tanpa memikirkan dampak yang timbul dikemudian hari.

Jika anda adalah pengguna salah satu merek terkenal ‘blackberry’, gaji anda sebulan dengan Rp.5jt menurut saya itu adalah suatu pemaksaan yang tidak perlu terjadi, dengan kata lain bahwa anda telah mengizinkan orang lain datang dengan karung besar dan menyuruh anda memasukkan uang anda dalam karung itu, dengan tenang dia membawa karung itu dari hadapan anda ke negaranya, tanpa menambah produktifitas anda atas barang tersebut. matilah kita!.

Saya tidak pernah mengambil referensi sudah berapa banyak sebenarnya jumlah telepon genggam di indonesia dan berapa harganya, berapa biaya pulsa setiap bulan dari kumulatif masyarakat, dibandingkan dengan nilai produktifitas kita keseluruhan, apakah masih seimbang?, menurut saya tidak…. dan jawabannya tidak berbanding lurus.

Lagu batak?, dahulu sewaktu penjualan pulsa telepon belum se-marak sekarang ini, penjualan kaset/vcd masih bisa dikatakan menarik dari segi perekonomian, karena rata rata produksi masih kembali modal (break even point), sekarang pulsa adalah musuh utama penjual kaset, ibu ibu dan anak muda akan mudah mengurungkan niatnya untuk membeli kaset jika dia melihat pulsa cellponnya sudah menipis. sedangkan menurut saya bahwa yang terkandung dalam kaset/lagu itu hampir 90% adalah muatan lokal yang sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat secara positif.

Padahal jika saya sebagai seorang produser berhasil mengambil uang dari kantong anda, tentu saya pada gilirinanya akan mengembalikannya lagi kepada anda dengan cara yang berbeda, misalnya : uang tersebut akan saya jadikan lagi proyek untuk membuat album yang lain, membayar artis, membayar pemusik, membayar pencipta, membayar honor lainnya, siapa tahu diantara yang saya sebutkan tadi adalah berhubungan dengan anda, maka terjadilah yang dinamakan ‘echo-system’ perekonomian yang positif dan dapat saling menopang satu dengan yang lainnya, maka terjadilah ekonomi masyarakat yang madani.

bah, nga mondok ondok be au hape……….. ai aha do hupandokkon sian nakkin???

modom ma jolo ate…, hehehehe

horas ma.

Written by lagubatak

February 3, 2010 at 4:54 pm

Marsada Band

with 84 comments

Horas……..

Jika anda pengunjung tetap blog ini, anda mungkin bertanya-tanya, mengapa begitu lama blog ini tidak pernah di update, dan jawabanya adalah : memang sengaja saya melakukannya agar kita semua sadar bahwa sekali2 perlu kita memberi appresiasi terhadap usaha yang dilakukan oleh rekan diseberang sana.

Sebelumnya saya sering menghimbau kepada para pengunjung agar memberikan kontribusi sedikit saja, misalnya hanya menulis komentar di tempat yg telah disediakan, dengan demikian blog ini akan bisa tersebar keseluruh penjuru dengan pertalian dari mesin pencari kata dari negara mana pengunjung melihat blog ini. namun himbauan itu tak pernah terpenuhi, terbukti jelas bahwa setiap hari pengunjung tidak kurang dari 500 orang dari seluruh negara, namun hanya sedikit yang memberi komentar, artinya…. bahwa kita masih ingin dilayani tanpa berusaha memberi penghargaan terhadap orang yang telah berusaha ‘memuaskan’ kita.

Namun sekarang saya kembali datang bukan untuk berusaha mencari perhatian pengunjung, namun ini saya lakukan hanya untuk diri saya sendiri, jadi saya tidak mempunyai beban apapun terhadap siapapun, dan mungkin suatu saat nanti blog inipun akan saya tutup dari pengunjung umum (khusus untuk diri sendiri) jika himbauan saya belum terpenuhi.

Anda sering bermain-main di youtube?, dan ingin mendengar lagubatak?, jika itu telah terjadi sekitar 5 tahun sebelum saat ini, maka anda akan pernah mendengar nama “marsada”, salah satu grup musisi dari pulo samosir, mereka adalah salah satu duta musik batak yang tak perlu memproklamirkan diri seperti layaknya orang yang mengatakan bahwa mereka telah banyak berbuat terhadap musik batak. namun mereka sadar talenta yang mereka miliki itu jika dapat dinikmati oleh orang banyak, sudah merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka.

Dahulu mereka sering bernyanyi ke semenanjung eropah dengan bimbingan salah seorang pemuda (kala itu) batak yang peduli dengan lagubatak, sebutlah namanya Henry Manik, beliau tinggal menetap di Netherland dan sekali kali pulang ke bonapasogit, beliaulah yang menjembatani grup ini mampir dan berkiprah dinegeri orang dengan bantuan Mrs. Coop Hoper seorang wanita Inggris yang juga pemerhati musik tradisi dari seluruh belahan dunia.

Perkembangan piranti musik berkembang, baru baru ini mereka diabadikan dengan performance video clip (VCD), untuk konsumsi masyarakat luas, semoga menjadi pemikiran tersendiri bagi kaum muda batak untuk melihat dan menelaah betapa kayanya sebenarnya musik tradisi batak itu dan diterima oleh kuping masyarakat luas.

Saya sengaja meng-upload salah satu lagu terfavourite mereka yang telah akrab dikuping masyarakat luas, mudah2an dalam waktu dekat anda bisa menemukannya ditoko-toko langganan anda, namun JANGAN SALAH PILIH, saat ini juga ada nama grup yang sama “MARSADA” namun lagu dan performancenya berbeda.

Judul lagu mereka yang sudah termashyur itu adalah “Maria” cipt. Joe Harlen Simanjuntak (salah satu personil Trio Ambisi). mari kita simak, dan lestarikan musik batak…….. Horas!!!

sattabi molo adong hata nasala.

Maria

Nang pe naung muli ho ito hasian
Nang pe dao ho sian au
Anggo roha hu sai hot doi tu ho
Sahat rodi na lao mate au

Manghirim au diharorom hasian
Manghirim au dijanjimi
Nungnga martaon au paima ima ho
Surat sabikbik pe so ro

Sai holan na marsak au ito
Sipata sai ro do tu nipikku bohi mi
Maria taringot au naung salpui
Maria sega nai pikkiran hi marningot ho

Maria didia ho

Sai…………….

bonus track……… uning-uningan “sihutur sanggul”

Written by lagubatak

November 26, 2009 at 3:11 am

New-Release Album Vol.4 – Simanjuntak Stars!!

with 5 comments

Bornginon

Tahuak Manuk

Dainang

Akhirnya, baru baru ini Simanjuntak Stars berhasil me-release album baru mereka pada volume 4, dengan susunan lagu :

1. Bornginon Cipt. Robert Marbun
2. Di Pesta Bona Taon Cipt. Mangara T. Manik
3. Manganju Ma Ho Cipt. Fendy Manurung
4. Tarlambat Kapal Cipt. Soritua Manurung
5. Soripada Naburju Cipt. Sudiarto Tampubolon, SH
6. Tahuak Manuk Cipt. Harun Situmeang
7. Dainang Cipt. Otto Hasibuan, SH
8. Manis Begeon Cipt. Anton Siallagan
9. Pos Ma Roham Cipt. Gaol Naibaho
10. Sadarion Nama Cipt. Yamin Panjaitan

——————-
Mari menghargai poduk bangso sendiri……… dengan menghindari produk dalam bentuk ‘bajakan’ dan sejenisnya.

Written by lagubatak

August 19, 2009 at 11:44 am

10 Lagu Manis Tapsel Madina

with 3 comments

10 Lagu Manis Tapsel Madina

Bersama :

Rony Syahputra Siregar
Maya S. Tanjung (KDI)
Nikma D.
Tetty Malinda Nst
Khoirul Nasution
Sinda Sari Harahap
Amas Muda Lubis

Dengan lagu :

Padiarma Sasada Au
Bulan Dua
Gincu Narara
Janji Dibangku Bulu
Ho Do Nadiroha
Songon Nipi
Maya
Memory Porni Udan
Uti Utian
Mandua Roha
————-

** betul-betul manis:)

Written by lagubatak

August 18, 2009 at 11:44 pm

Posted in 1

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers