Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Author Archive

LOMBA CIPTA LAGU BATAK TINGKAT NASIONAL TAHUN 2010

with 7 comments

Lomba Cipta Lagubatak

Pendaftaran Peserta Lomba Cipta Lagu Batak Tkt Nasional Tahun 2010 resmi dibuka tanggal 28 Mei 2010 dan ditutup tanggal Tgl 15 Agustus 2010

TENTANG ACARA INI
LOMBA CIPTA LAGU BATAK TINGKAT NASIONAL TAHUN 2010
KRITERIA ACARA
Menampilkan penyanyi-penyanyi Ibukota (pria dan/atau wanita) membawakan
lagu-lagu batak hasil ciptaan para pencipta yang ikut dalam Lomba Cipta Lagu Batak Tingkat Nasional. Peserta Lomba Cipta Lagu Batak diperoleh melalui seleksi/audisi
babak penyisihan, Babak Semi Final yang diselenggarakan di Jakarta.

ISI ACARA
1. Visualisasi proses pendaftaran, suka duka dan persiapan perserta mengikuti
Lomba cipta lagu Ini.
2. Visualisai dukungan keluarga dan teman-teman peserta
3. Kegiatan mengkuti lomba, mulai dari saat pendaftaran, seleksi/audisi
(Babak Penyisihan, Semi Final dan Final)
4. Visualisai para peserta, tim pengajar/ pembimbing, arranger, musisi dan team Juri
5. Kegiatan sehari-hari para pencipta lagu, penyanyi pada saat latihan membawakan
lagu yang masuk Babak penyisihan, Babak Semi Final dan Babak Final.
6. Pembawa Acara (1 pria/ 1 wanita) akan berperan memandu acara dan Reporter.

SASARAN
Masyarakat Umum, khususnya masyarakat Batak Toba,
Simalungun, Karo, Pakpak dan Mandailing.

TUJUAN DAN MANFAAT
1. Merangsang minat peserta lomba dalam menciptakan lagu-lagu daerah Batak.
2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam bidang karya cipta lagu.
3. Menumbuhkan semangat belajar yang lebih besar dan positif.
4. Mendapat pencipta lagu yang potensial.
5. Membangun percaya diri dan komunikasi yang kuat antar pencipta lagu,
penyanyi serta musisi.
6. Turut serta mempersiapkan pencipta/seniman music/lagu Indonesia sebagai
asset bangsa yang berkualitas agara mampu menghadapi peluang dan tangtangan
dimasa depan, baik di dalam maupun diluar negeri.
7. Mempengaruhi lingkungannya dengan sikap yang positif.

TENTANG ACARA INI
LOMBA CIPTA LAGU BATAK TINGKAT NASIONAL TAHUN 2010
KRITERIA ACARA
Menampilkan penyanyi-penyanyi Ibukota (pria dan/atau wanita) membawakan
lagu-lagu batak hasil ciptaan para pencipta yang ikut dalam Lomba Cipta Lagu Batak Tingkat Nasional. Peserta Lomba Cipta Lagu Batak diperoleh melalui seleksi/audisi
babak penyisihan, Babak Semi Final yang diselenggarakan di Jakarta.

ISI ACARA
1. Visualisasi proses pendaftaran, suka duka dan persiapan perserta mengikuti
Lomba cipta lagu Ini.
2. Visualisai dukungan keluarga dan teman-teman peserta
3. Kegiatan mengkuti lomba, mulai dari saat pendaftaran, seleksi/audisi
(Babak Penyisihan, Semi Final dan Final)
4. Visualisai para peserta, tim pengajar/ pembimbing, arranger, musisi dan team Juri
5. Kegiatan sehari-hari para pencipta lagu, penyanyi pada saat latihan membawakan
lagu yang masuk Babak penyisihan, Babak Semi Final dan Babak Final.
6. Pembawa Acara (1 pria/ 1 wanita) akan berperan memandu acara dan Reporter.

SASARAN
Masyarakat Umum, khususnya masyarakat Batak Toba,
Simalungun, Karo, Pakpak dan Mandailing.

TUJUAN DAN MANFAAT
1. Merangsang minat peserta lomba dalam menciptakan lagu-lagu daerah Batak.
2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam bidang karya cipta lagu.
3. Menumbuhkan semangat belajar yang lebih besar dan positif.
4. Mendapat pencipta lagu yang potensial.
5. Membangun percaya diri dan komunikasi yang kuat antar pencipta lagu,
penyanyi serta musisi.
6. Turut serta mempersiapkan pencipta/seniman music/lagu Indonesia sebagai
asset bangsa yang berkualitas agara mampu menghadapi peluang dan tangtangan
dimasa depan, baik di dalam maupun diluar negeri.
7. Mempengaruhi lingkungannya dengan sikap yang positif.

HADIAH

Pemenang I :
· Rp. 75.000.000,-
· Medali dari Kembudpar
· Piala dari Gubsu
· Piagam Penghargaan dari Bp. Sudi Silalahi ,Bpk. Tifatul Sembiring
dan Ibu Linda Amalia Gumelar (Tokoh Masyarakat Batak )

Pemenang II :
· Rp. 50.000.000,-
· Medali dari Kembudpar
· Piala Gubsu
· Piagam Penghargaan dari Bp. Sudi Silalahi ,Bpk. Tifatul Sembiring
dan Ibu Linda Amalia Gumelar (Tokoh Masyarakat Batak )

Pemenang III :
· Rp. 40.000.000,-
· Medali dari Kembudpar
· Piala Gubsu
· Piagam Penghargaan dari Bp. Sudi Silalahi ,Bpk. Tifatul Sembiring
dan Ibu Linda Amalia Gumelar (Tokoh Masyarakat Batak )

Pemenang Harapan I :
· Rp. 10.000.000,-
· Medali dari Kembudpar
· Piala Gubsu
· Piagam Penghargaan dari Bp. Sudi Silalahi ,Bpk. Tifatul Sembiring
dan Ibu Linda Amalia Gumelar (Tokoh Masyarakat Batak )

Pemenang Harapan II :
· Rp. 10.000.000,-
· Medali dari Kembudpar
· Piala Gubsu
· Piagam Penghargaan dari Bp. Sudi Silalahi ,Bpk. Tifatul Sembiring
dan Ibu Linda Amalia Gumelar (Tokoh Masyarakat Batak )

Total Hadiah
Rp. 210.000.000.

INFO DAN PENDAFTARAN
Bagi calon peserta yang ingin mengikuti Lomba Cipta Lagu Batak,
anda bisa mengambil formulir pendaftaran di sekretarian panitia atau melalui email ke
lombaciptalagubatak@gmail.com (Gunakan email pribadi anda sendiri karena kami akan reply dari email anda untuk mengirim formulir pendaftaran kepada anda)

format email sebagai berikut :
……………………………………………….
to : lombaciptalagubatak@gmail.com
Subject : Formulir Pendaftaran LCLB

isi pesan :
*Nama
*Alamat lengkap
*Nomor telepon/hp
(gunakan nomor telephon pribadi untuk informasi balasan file formulir pendaftaran yang
kami kirimkan ke alamat email anda)

*kami hanya me reply email yang mengikuti format seperti contoh diatas.
…………………………………………………………………………………………………………………………………….

SEKRETARIAT PANITIA “LCLBTN” 2010.
GRAHA VIALINE.
Jl. Basuki Rahmat No. 9, Jakarta 13430.
021-86607727 (hunting). Direct line: 021-86607011
Fax : 021-86607735
E-mail. lombaciptalagubatak@gmail.com
Website. http://www.lombacipta-lagubatak.blogspot.com

PANITIA DAN PENGISI ACARA

PEMBINA
Sudi Silalahi (MenSesNeg)
Ir. Jero Wacik (MenNegbudpar)
Ibu Linda Amalia Sari Gumelar,S.IP (Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak)
Syamsul Arifin. SE (Gubernur Sum-Ut)
DR. Dpl Ing H Fauzi Bowo (Gubernur DKI)
M.S. Kaban
Mayjend. TNI Hotma Marbun (Pangdam XVII/Cendrawasih)
…………………………………………………………………………………………
PENASEHAT
Mayjend. TNI(Purn) Kohirin.SS.M.S.S
DR. Todung Mulya Lubis.SH.LLM.
DR. Otto Hasibuan, SH, MM
Bindu F.L Simanungkalit
Irwan Nasution,SH.MH
DR. Rufinus Hotmaulana, SH.MM.MH
Ir. Donald Sihombing
Juniver Girsang. SH
Drs. Dolly. M. Panggabean, MM
DR. Januari Siregar. SH
Junimart Girsang, SH. MH
R. Bonaran Situmeang,SH.MH
Robert Sitompul. SH.MH.M.Kn
Ir. Albert Simorangkir
Ir. Maruasas Panjaitan, MM
Jhonius Taripar Hutabarat, Msi
F.M.T Rajagukguk
H. Arif Budiman
DR. Charles B Purba. SE, Msi
…………………………………………………………………………………………

Terkelin Tarigan, SE. MM l Ketua Umum
Harun Situmeang l Ketua 1
Jens Butar-butar l Ketua 2
Dr. Cahyo P. Silalahi, (Bowo) l Ketua 3
…………………………………………………………………………………………
Robert Butar-Butar l Sekretaris Umum
Euis Komara l Wakil Sekretaris
Panusunan Hutabarat l Bendahara Umum
Natal Situmeang, Monaky Manalu, Ir. Victor Aritonang l Koordinator Dana
Asito Situmeang l Koordinator Acara
Diana br Ginting, Rike Pasaribu, & Anthony Sofan Koh l Koordinator Sumatera Utara
Amry Harahap l Koordinator Lomba
Yolanda Victor Hutabarat l Koordinator Hadiah
Drs. Douglas Sianipar l Koordinator Tempat/Konsumsi
Dr. Mangantar Marpaung, MM.Kes. l Koordinator P3K
Iteng R.S. l Koordinator Umum
…………………………………………………………………………………………

MUSIK PENGIRING
FLAMINGGO BIG BAND

PENYANYI
ARTIS BATAK IBU KOTA

Written by lagubatak

August 25, 2010 at 12:57 pm

Belajar Aksara Batak dengan Bersenandung

with one comment

Saya buta tentang aksara (tulisan) batak karena saya tidak pernah mempelajarinya maka sama sekali tidak dapat membaca satu huruf pun, kemudian saya membayangkan orang orang yang dibawah umur saya dan mungkin jauh dari pengetahuan tentang “habatak on”, rasanya miris dan menyesal, kenapa saya tidak pernah belajar? dan apa sebenarnya kegunaan nya bagi saya?.

Dalam beberapa hari ini saya mempertimbangkan untuk membuat salah satu produksi (album) batak dengan judul Belajar Aksara Batak dengan Bersenandung. album ini direncanakan 60% mengajarkan materi tentang aksara batak dan beberapa umpasa didalamnya (termasuk interaksi instruktur) dan 40% adalah bentuk lagu batak dari beberapa penyanyi, sekaligus pada teks lagunya akan menuliskan huruf batak.

aksara batak

Sebenarnya ide ini datang dari betapa gigihnya salah satu rekan di Facebook, Bungaran Supratman Simanjuntak memperkenalkan betapa pentingnya aksara batak itu bagi generasi muda, sampai dia dapat membuat software khusus yang dapat di-upload agar aksara batak dapat dipelajari sendiri dimana pun kita berada. Sungguh usaha yang perlu mendapat appresiasi. Kemudian saya merencanakan materi aksara batak akan saya serahkan kepada beliau dengan bantuan dari beberapa tokoh-tokoh adat batak yang melek IT.

Biaya untuk pembuatan album tersebut tidak lah sedikit, karena saya sedang mempersiapkan 2 (dua) album batak sekaligus, maka dana dan kemampuan saya terkuras dan agak sedikit memaksakan diri untuk meneruskan rencana ini, namun karena waktu dan kesempatan kelihatannya sekarang lah yang tepat, maka mau tidak mau proyek ini akan dilanjutkan.

Atas pertimbangan diatas, saya sebagai penggagas ide tersebut bermaksud untuk menyampaikan hal ini kepada anda yang merasa perlu untuk pelestarian budaya tersebut, dan tentu yang dapat menyisihkan sedikit demi sedikit dana untuk proses pembuatan album tersebut. Mohon kiranya partisipasi dananya.

Sebagai “balas jasa” atas partisipasi tersebut, maka kami akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para “donatur” untuk promosi dalam paket album tersebut. Bagaimana proses kelanjutannya dapat dibicarakan kemudian.

Tata cara untuk turut berpartisipasi dapat meng-klik “donasi” pada kolom yang terdapat disebelah kanan pada blog ini dan membubuhkan berapa pun nilainya sangat berharga.

Mauliate

Written by lagubatak

August 14, 2010 at 10:21 am

Dakwah Islam Di Tanah Batak

with 4 comments

Sebagai toleransi kepada saudara saudara batak yang menganut agama Islam kami ucapkan Selamat menjalankan ibadah Puasa, semoga ibadah dan usaha yang ditempuh berkenan dan mendapat ridho dari Allah.

Tulisan ini diturunkan dan diunduh dari salah satu makalah yang menurut saya cukup informatif, dapat menambah perbendaharaan dan pengetahuan kita terhadap keragaman kepercayaan bagi manusia di muka bumi ini termasuk batak yang majemuk itu.

DAKWAH ISLAM DI TANAH BATAK
Oleh : Samuel Hutagalung, S.Ag
“The dogs, pigs and monkeys eating stupid Bataks”
drs. M.D. Mansoer1

Bangsa yang Membuka Diri
Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang Maha Esa, yaitu setiap
penduduknya diwajibkan untuk mengimani adanya suatu Kuasa Mutlak yang jauh berada
di atasnya yang kita sebut sebagai ‘Tuhan’. Kepercayaan ini bukanlah kepercayaan yang
‘diimport’ dari negara-negara asing karena memang nenek moyang Bangsa Indonesia,
termasuk Bangsa Batak adalah orang-orang yang beragama atau berke-Tuhan-an. Ketut
Wiradnyana seorang arekolog yang meneliti situs Bukit Kerang yang terletak 120 kilo
barat laut kota Medan menemukan kerangka-kerangka manusia yang berasal dari 5000 –
7000 tahun yang lalu. Situs ini tersebar antara wilayah Deli Serdang, Langkat di
Sumatera Utara hingga mencapai Aceh Tamiang. Dari cara penguburan kerangka ini
diketahui mereka tinggal di lingkungan yang beragama, karena beserta kerangka
ditemukan juga bekal kubur, hematite (batuan lembek berwarna kemerahan) dan letak
kerangka membujur utara – selatan. Kerangka ini adalah campuran ras Mongoloid dan
Austromelanesaid yang juga mirip dengan temuan manusia purba di Hoa Binh, Vietnam.2
Pada masa kuno pun telah terjadi persebaran dan percampuran antar ras manusia yang
melahirkan peradaban-peradaban baru. Hornell seorang peneliti khusus Indonesia
menemukan data bahwa nenek moyang bangsa Indonesia bahkan telah merantau sampai
ke Sailon (Srilanka), India Selatan dan Madagaskar. Hal ini diketahui dari digunakannya
perahu cadik yang merupakan khas Indonesia di daerah-daerah itu, adanya suku bangsa
Parawar dan Shanan yang perawakannya mirip orang Indonesia, diketahuinya pohon
kelapa di India berasal dari Indonesia dan bahasa Malagasi di Madagaskar termasuk ke
dalam rumpun bahasa-bahasa di Indonesia.3 Maka tidak usahlah kita merasa heran jika
sejak awalnya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mulit-etnis, mulit-bahasa dan multi
agama serta selalu terbuka untuk saling mempengaruhi dalam interaksinya dengan
bangsa-bangsa lain. Itulah juga yang menjadi sifat orang Batak sebagai bagian dari
Bangsa Indonesia.
Suku Bangsa Batak yang juga sering disebut sebagai Bangsa Batak berdasarkan
pembagian menurut bahasa (linguistic) dapat dibagi menjadi :
1. Batak Toba
2. Batak Karo
3. Batak Simalungun
4. Batak Pakpak
5. Batak Angkola – Mandailing
Sebenarnya suku bangsa Batak sama seperti sebagian besar suku-suku bangsa lainnya di
Indonesia adalah kaum pendatang. Tidaklah heran jika Bangsa Batak masih satu rumpun
dengan suku-suku bangsa lainnya adalah kaum pendatang. Tidaklah heran jika bangsa
Batak masih satu rumpun dengan suku Toraja di Sulewesi Selatan dan dengan Suku
Karen di Mnyamar (Burma).4 Hubungan antara suku di Birma dan suku Batak juga
ditegaskan oleh pakar musik etnis Bung Irwansyah Harahap yang mengatakan alat musik
Taganing (sejenis gendang) dalam Gondang Batak Toba hanya ditemukan juga di
Uganda dan Birma.5 Walaupun kepercayaan tradisional Bangsa Batak mengatakan orang
Batak berasal dari Pusuk Bukit, keturunan si Raja Batak namun menurut penelitian
ilmiah orang Batak berasal dari beberapa kelompok yang beremigrasi ke tanah Batak
secara terpisah dalam kurun waktu yang berbeda.6 Dengan keanekaragaman daerah yang
ditempati oleh gelombang migrasi ini maka kebudayaan yang pada mulanya satu
bertumbuh dengan sendiri-sendiri karena terpisah oleh geografis, namun tetap sebagai
orang Batak, hal ini misalnya dibuktikan dengan abjad Batak yang hampir sama dalam
kelima sub-etnis Batak di atas.7 Kehidupan Bangsa Batak pun berlangsung secara alami
tanpa ada peninggalan tertulis.
Walaupun sampai kini belum ditemukan peninggalan tertulis sejarah Batak seperti
prasasti namun keberadaan daerah yang kita kenal sebagai Sumatera Utara saat ini sudah
dikenal sejak masa-masa awal Masehi. Ptolomeus yang hidup pada pertengahan abad kedua
Masehi di Kota Iskandariyah, Mesir menulis buku Geographia yang tetap jadi buku
pegangan hingga abad ke- 15 M menyinggung tentang Pulau Sumatera dan pelabuhan
Barus (Fansur) yang ia sebut dengan nama Barousai yang kira-kira terletak di Desa Lobu
Tua ( Labadiou).8 Dalam literature Hindu India, Pulau Sumatera disebut Karpuradwipa
yang berarti ‘Pulau Kapur (Barus)’ dengan pelabuhannya yang terkenal Baraukacha
(Barus).9 Barus dikenal terutama karena perdagangan kapur barus yang sangat popular
masa itu. Bagi sebagian orang hal ini dijadikan sebagai dasar bahwa agama Islam telah
masuk ke Tanah Bata melalui Barus sejak masa Nabi Muhammad masih hidup atau tidak
lama setelah beliau mangkat.10 Pendapat ini dianut oleh Haji Mohammad Said, Djasmun
Qoharuddin Nasution, Dada Mueraxa. HAMKA juga menganut teori bahwa agama
Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad I Hijriyah ( 600-an Masehi) langsung dari
Tanah Arab.11 Dugaan ini diambil dari catatan-catatan perjalanan Bangsa Arab maupun
Tiongkok. Thomas W Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam mengatakan sejak
abad ke-2 sebelum Masehi para pedagang Arab telah menguasai perdagangan di Timur,
dan walaupun tak ada bukti arkeologis dan tertulis diyakini Bangsa Arab ini tentu juga
telah membangun pos perdagangan di Indonesia. Tetapi barulah pada abad ke-9 Masehi
para ahli ilmu bumi Arab menyebut kepulauan Indonesia dalam tulisan mereka, tetapi
dalam Tarikh Tionkgok pada tahun 674 M terdapat catatan mengenai seorang pemimpin
Arab (Amir – Red.) dan rombongannya menetap di Pantai Barat Sumatera.12 HAMKA
menjelaskan sebuah catatan Tiongkok kuno lainnya secara lebih rinci. Dalam catatan
Tiongkok ini disebut mengenai Kerajaan Holing ( Kalingga ) yang diperintah oleh Sima (
Ratu Sima ) yang memeluk Agama Buddha. Karena kemamuran dan keamanannya
negeri ini terkenal sampai ke berbagai penjuru dunia hingga Bangsa Ta-Cheh (Arab)
datang ke Kerajaan Holing sekitar tahun 674 – 675 M (sekitar 12 tahun setelah Nabi
Muhammad wafat). Dengan jelas HAMKA menyamakan orang Arab ini sebagai orang
Islam, “Orang Arab atau orang Islam itu, masuk tetap meramaikan pelayaran dan
perniagaan…” tulisnya.13
Pengaruh Arab
Bangsa Arab dalam sejarah kuno sudah diakui sebagai salah satu bangsa yang
mengenal perdagangan dan saling berinteraksi dengan kebudayaan bangsa-bangsa lain
melalui jalur perdagangan ini, kota dagang Petra da Mekah adalah contohnya. Jadi
tidaklah heran bila baik sejarah Yahudi, Kristen maupun Islam misalnya telah mencatat
keberadaan orang-orang Yahudi dan berbagai penganut agama lain di tanah Arab. Dalam
Kitab Kisah Para Rasul dikatakan sejak hari Pentakosta dimana Roh Kudus dicurahkan
bagi umat manusia Injil telah diberitakan dalam bahasa dan budaya Arab (Kisah Para
Rasul 2:12), bahkan Rasul Paulus sempat memperdalam ilmu agama Kristen di tanah
Arab (Galatia 1:17-18). Salah satu suku Arab yang menjadi Kristen berhasil mendirikan
sebuah kerajaan Kristen yang disegani yang dikenal sebagai Kerajaan Ghasanid yang
terdiri dari Bani Ghasanid yang menganut Kristen Orthodox Syria.14 Pada umumnya
orang-orang Arab yang beragama Kristen adalah orang-orang terdidik baik sebagai
pemimpin agama, ilmuan, negarawan dan pedagang serta kedokteran. Pengaruh
Byzantium (Romawi Timur) waktu itu sangat terasa di sebagian wilayah Arab.
Kemudian muncullah Agama Islam. Walaupun banyak orang berusaha membentuk opini
bahwa agama Islam disiarkan secara damai namun fakta sejarah membeberkan Agama
Islam baru bisa berkembang di Asia termasuk Arab, Afrika dan Eropa setelah didahului
oleh penaklukan-penaklukan ( baca : penjajahan ) pasukan Arab Islam. Sejarawan
Muslim klasik, Ibnu Khaldun ( 1332 – 1406 M ) melukiskan keadaan sejarah awal
berhasilnya Bangsa Arab Islam menaklukkan musuh-musuh kafirnya, “Apabila Bangsa
Arab menaklukkan suatu negeri, maka kehancuran segera menimpa negeri itu… sebab
tujuan mereka yang pokok ialah mendapatkan uang dengan perampokan atau penarikan
denda (jizyah). Sekali tujuan ini sudah tercapai maka mereka sedikitpun tidak menaruh
perhatian untuk mencegah kejahatan, atau untuk memperbaiki keadaan rakyat atau
meninggikan kesejahteraan mereka.”15 Ibnu Khaldun dengan jeli telah melihat bahwa
politik Byzantium beda dengan politik Islam. Dalam tradisi Byzantium motivasi
melakukan penyerbuan ke tempat lain semata-mata karena dasar politis dan ekonomis,
agama tidak begitu menonjol. Maka Ibnu Khaldun menulis, “… ajaran agama lain…
tidak memaksakan kekuasaannya kepada mereka, karena agama itu tidak menuntut dari
mereka supaya menguasai orang lain, sebagaimana halnya dengan Islam melainkan
hanya menegakkan kepercayaan mereka diantara mereka sendiri.” Tetapi Islam adalah
sebuah agama kaffah (holistic) sehingga “… berusaha mengislamkan seluruh umat
manusia dengan ajakan atau kekerasan, maka jihad terhadap orang-orang kafir adalah
wajib.”16 Karena Islam adalah agama kaffah (holistic) yang meliputi din wa daulah (
agama dan politik) maka intrik-intrik politik juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah
Islam, termasuk masalah seks, uang dan kekuasaan atau yang sering disebut juga sebagai
harta, takhta, wanita.
Kepada umat non-Muslim hanya diberikan tiga pilihan yaitu :
1. Masuk Islam
2. Bayar pajak sebagai warga negara kelas dua yang dikenal sebagai dhimi/ dzimi
3. Diperangi atau dimusnahkan17
Ternyata banyak yang mengambil pilihan pertama dan kedua, sedangkan Byzantium
yang memilih untuk mempertahankan kemerdekaannya tidak mampu menghempang
serangan pasukan Islam.18 Meskipun begitu tidak serta merta bangsa-bangsa Arab dan
lainnya yang telah takluk di bawah kekuasaan Islam menjadi murtad dari agama mereka
dan masuk Islam. Karena kurangnya tenaga ahli dari Bangsa Arab maka mau tidak mau
para penguasa Arab Muslim tetap memakai orang-orang kafir sebagai pegawai-pegawai
mereka, karena orang-orang Arab yang baru berkuasa ini masih awam dalam ilmu
kedokteran, tata negara, pembukuan dan lainnya. Sejarah mencatat Khalifah Umar II (
717 – 720 ) memiliki seorang dokter (tabib) terbaik di zamannya yang adalah seorang
Kristen bernama Tayadzuq.19 Pada masa Khalifah al-Mu’tasim (834 – 842), Saimujah
seorang Kristen menjadi pejabat penting negara yang berhak mensahkan dokumendokumen
negara, Ibrahim seorang Kristen yang lain adalah Bendahara Negara. Pada
masa al-Mu’tadil ( 892-902M) Umar bin Yusuf, Gubernur Anbar adalah seorang Kristen.
Adud al-Dawlah (949-952) dari Dinasti Buwaihid memiliki Perdana Menteri yang
beragama Kristen yaitu Nasr bin Harun. Sebelumnya pada masa Kahlifah Mua’awiah
(661-680 M) banyak juga orang Kristen memegang posisi kunci dalam pemerintahan.20
Bahkan sewaktu pemerintahan Islam masih menjajah Spanyol (Cordova) pernah muncul
Subh, seorang wanita Kristen yang sangat berpengaruh untuk menentukan jalannya
pemerintahan.21 Secara perlahan namun pasti posisi orang-orang Kristen ini digeser
begitu umat Islam sudah menguasai ilmu-ilmu dari pemilik kebudayaan yang mereka
taklukkan, dan ini terjadi sebelum masa Perang Salib yang dilancarkan Barat sebagai
reaksi atas aksi jihad fisabilillah umat Muslim.22 Bahkan nasib orang-orang taklukan
sering tidak mendapatkan perlindungan hukum. Banyak anggota keluarga yang
dipisahkan paksa dan dijadikan budak, termasuk para gadis yang mengalami kawin paksa
dan pelecehan seksual lainnya. Wanita-wanita budak ini tetap boleh menganut agama
mereka tapi anak-anaknya yang lahir harus dididik secara Islam. Bahkan ssalah seorang
istri Nabi Muhammad yang bernama Shofiyah adalah hasil rampasan perang.23 Sumber
lain mengatakan Mariyah al-Qibtibiyah (Maria orang Kristen Koptik Mesir) yang
dihadiahkan Gubernur Mesir, Mawqaqis (yang adalah seorang Orthodox Yunani) juga
adalah seorang budak (sahaya) Nabi.24 Baik Kitab Suci umat Muslim yaitu Al-Qur’an
maupun Nabi Muhammad tidak melarang praktek perbudakan terhadap umat non-
Muslim ini, mudah terkesan memberi legalitas. Qur’an maupun hadits, yang adalah
sumber riwayat Nabi Muhammad dan sumber teladan bagi seluruh umat Muslim
mencatat :
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu
benci. Bolah jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu.” (Al
Baqarah 2:216)
“Perangilah orang-orang… yang diberikan Alkitab kepada mereka, sampai mereka
membayar jizyah (= pajak ketundukan kepada tuan Arab Muslim) dengan patuh sedang
mereka dalam keadaan tunduk (hina).” (QS At Taubah 9:29).25
“dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak
yang kamu miliki…” (QS An Nisa’a 4:24).
“Nabi Muhammad bersabda, “Berperang kalian, kalian akan dapat ghanimah (harta
rampasan perang) gadis-gadis Romawi.”26
Nabi Muhammad bersabda, “Setiap ummat itu mempunyai waktu rekreasi dan rekreasi
ummatku adalah jihad fisabilillah (berperang)”27
Nabi Muhammad bersabda, “Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka
bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan aku (Nabi Muhammad) utusan Allah,
menegakkan sholat, membayar zakat” (HR Bukhari dan Muslim).28
Selain itu penggunaan materi untuk mengajak orang masuk Islam dilegalkan dalam
sistem zakat, “Sesungguhnya zakat-zakat itujhanyalah untuk orang-orang fakir, orangorang
miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya…” (QS at-
Tabah 9: 60).
Selain mendapatkan kekuasaan politik bagi agama Islam dan budak-budak wanita
yang bisa digunakan untuk kawin paksa maka kekayaan materi juga merupakan salah
satu alasan bagi para da’I (pendakwah/misionaris) Muslim untuk menyebarkan agama
Islam. Dalam QS Al Fath (48): 18-21 dapat diketahui bahwa, “… Allah mengetahui apa
yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberikan
balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat serta harta rampasan yang
banyak yang dapat mereka ambil… Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan
yang banyak, yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini
untukmu… Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas
negeri-negeri) yang belum dapat menguasainya…”. Perhatikanlah bahwa ternyata para
mujahidin (pejuang Muslim) sangat terpikat oleh motivasi duniawi hingga Allah
membujuk mereka dengan berbagai jenis harta hasil rompakan/jarahan. Para penerus
Nabi mewarisi semangat yang sama. Khalifah Abu Bakr menulis surat kepada orangorang
Mekah, Taif, Yaman dan semua orang Arab29 di Nejed dan Hijaz, yang berisi
seruan untuk ikut dalam jihad fisabilillah (perang suci/perang di jalan Allah) dan
memperoleh rampasan perang dari orang-orang Yunani.”
Terdesaknya orang-orang non Muslim akibat serangan pasukan Arab Muslim
mengakibatkan orang-orang non Muslim terutama Kristen mencari alternative di luar
daerah-daerah jajahan Islam. Sejak lama orang-orang Kristen dan orang-orang Arab non
Muslim (termasuk Arab Kristen) dan orang-orang Timur Tengah lainnya telah memiliki
keahlian berlayar dan berdagang. Keahlian berlayar belum dimiliki oleh penduduk
Mekah dan Madinah tempat dimana agama Islam lahir dan tumbuh karena daerah itu
bukan daerah maritim.30 Selain itu dalam daerah yang telah ditaklukkan Islam ada
larangan bagi umat non-Muslim untuk berdakwah pada umat Muslim, tapi umat Muslim
sebagai penakluk bebas berdakwah pada umat non Muslim. Hal ini mengakibatkan mau
tidak mau para misionaris Kristen yang masih terisisa di Timur Tengah bergerak keluar
dari Darul Islam (daerah yang dikuasai Islam dengan berlakunya Syari’at Islam) dan
bermisi di luar Darul Islam. Penduduk non Muslim dalam Darul Islam dalam berbagai
cara mendapatkan tekanan bahan terkadang paksaan untuk murtad dan masuk Islam.31
Tekanan berupa pajak yang tinggi tapi mendapat status yang rendah dalam hukum,
penghalangan dari partisipasi politik dan ekonomi membuat banyak orang lebih memilih
untuk masuk Islam dan murtad dari agama lamanya. Di Bukhara misalnya, kekuasaan
agama Buddha dihancurkan dengan memberi kemudahan financial (keuangan) bagi yang
mau masuk Islam dan menghancurkan rumah-rumah ibdah non Muslim.32 Namun
bahkan sebelum agama Islam menekan agama Kristen, misi Kristen telah dijalankan
sampai ke Asia bahkan ke Indonesia.
Seorang penulis sejarah yaitu Syekh Abu Salih al-Armini menulis mengenai
gereja-gereja di benua Asia dan Afrikamengatakan bahwa agama Kristen telah masuk ke
pulau Sumatera, khususnya di pantai barat Sumatera Utara sejak abad ke-7 Masehi. Pada
masa itu para pedagang Arab, Persia dan India yang Kristen sering juga membawa para
rahib dalam pelayaran dagang mereka. Al-Armini menulis, “Fanshur (Barus) adalah
kota yang terkenal karena kapur barus yang berasal dari sana… Di sana terdapat banyak
gereja, salah satunya adalah Gereja Saidat al-Adhara al Thaharat Martamiryam ( Santa
Maria Perawan yang Murni).33 Jadi HAMKA memang terlalu buru-buru dalam
menyimpulkan bahwa agama Islam pasti telah masuk sejak abad pertama Hijriah di
Indonesia karena sudah ada orang Arab yang hadir di Indonesia. Pertama Arab waktu itu
masih banyak dihuni oleh orang Kristen Arab, kedua : umat Muslim pada abad pertama
belumlah menjadi pedagang tangguh yang melintasi lautan menuju ke luar negeri.
Armada laut Muslim baru ada sejak pemerintahan Yazid – 1 dari Dinasti Muawiyah.34
Namun harus diingat bahwa orang-orang Kristen Arab waktu itu masih sangat
berpengaruh dalam politik, ekonomi Arab Muslim. Umat Muslim lahir dari daerah non
Maritim, justru pedagang-pedagang Arab Kristenlah yang lebih banyak bergerak waktu
itu. Jadi sebelum mesjid berdiri di Sumatera Utara, Gerejalah yang yang sudah ada lebih
dahulu.
Batak di Barus
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Ptolomeus adalah orang pertama yang
kita ketahui mencatat tentang penduduk di Sumatera Utara pada pertengahan abad ke dua
Masehi. Dalam catatannya itu Ptolomeus mencatat adanya praktek kanibalisme di Barus.
Sumber-sumber Arab, India dan Eropa juga menegaskan adanya praktek kanibalisme di
Sumatera, juga Marco Polo membenarkannya. Pada tahun 1430, Nicola de Conti
menjadi orang Eropa pertama yang menggunakan kata “Batak” (Batech) untuk menyebut
suku kanibal di Sumatera. Dalam catatan-catatan Tiongkok kuno seperti catatan Chau
Ju-Kua (1226 M) ditemukan kata Bo-ta yang dihubungkan dengan Kerajaan Sriwijaya.
Sedang dalam catatan Dinasti Yuan (Mongol) dikatakan bahwa Kerajaan Samudra Pasai
dan Ma-da (Ba-ta) memberikan upeti pada Kaisar Tiongkok pada tahun 285-1286
Masehi. Tome Pires seorang penjelajah menulis di tahun 1515, “Kerajaan Bata
berbatasan dengan Kerajaan Pase dan Kerajaan Aru (Daruu). Raja negeri ini bergelar
Raja Tomjano (Timor Raja?). Dia seorang prajurit Muslim. Ia sering berlayar untuk
merampas (ghonimah). Dia adalah menantu Raja Aru.” Raja Tomjano ini juga mungkin
merupakan orang yang sama atau keturunannya yang ditemui oleh seorang penjelajah
Eropa lain yang bernama Mandes Pinto di tahun 1540 M. Pinto Tome Pire menyatakan
Kerajaan Batak ini menguasai daerah Tamiang – Perlak yang memiliki sumber bahan
bakar minyak. Di daerah ini dari Langkat sampai Ramiang terdapat situs-situs bukti
kerang yang menjadi salah satu bukti asal leluhur penduduk di Sumatera, mungkin
termasuk orang Batak dan Aceh saat ini. Mungkin ini juga berhubungan dengan
kepercayaan orang Batak Toba bahwa leluhur orang Batak punya tiga orang keturunan.
Yang satu pergi ke Aceh, yang satu pergi ke Padang (Minangkabau) dan yang satu lagi
tetap tinggal di Tanah Batak. Namun bagi penjelajah Mendes Pinto, Kerajaan Bata yang
mungkin merupakan campuran Batak Karo dengan etnis lain ini bukanlah kerajaan
kanibal. “Kehormatan” kanibal ini diberikan Pinto pada penduduk pantai barat (west
coast) di atas Singkil, yang sekarang merupakan bagian dari Aceh. Pada masa penulisan
Pinto ditahun 1639-1640 ini Kerajaan Aceh yang Muslim memang telah melakukan jihad
fisabilillah dan menguasai kerajaan-kerajaan kecil lainnya di Sumatera Utara,
sebagaimana yang dicatat dalam sumber-sumber sejarah Aceh dan Turki. Pada masa
Pinto ini Kerajaan Batak yang non Muslim dipertentangkan dengan Kerajaan Aceh yang
Muslim yang terus berusaha menguasai kerajaan-kerajaan lain di Sumatera. Pinto
menggambarkan Kerajaan Batak yang bertahan dari invasi Islam ini beribukotadi Panaju,
pada pantai barat (west coast) sekitar 50 km dari Guatemgin (Pinto tidak menulis nama
lokal kota ini). Namun mungkin ini adalah salah satu sungai di pantai barat di selbelah
selatan Singkil sebagai jalur memperoleh kapur (barus) dan kemenyan (camphor and
benzoin) dari daerah sekitar Danau Toba. Ibu kota Panaju dari Kerajaan Batak ini adalah
sisa dari Kerajaan Pano (Pao – Barus) yang pada masa itu telah takluk kepada Islam.
Pada akhirnya Raja Batak ini terpaksa mengikat janji dengan Sultan Aceh setelah tidak
mampu bertahan dari invasi yang terus menerus. Namun Sultan Aceh mengkhianati Raja
Batak dan membunuh keluarganya. Raja Batak dengan bantuan pemimpin lokal berjuang
melawan penjajahan Aceh, tetapi rezim Aceh yang dibeking imperium ( kekhalifahan )
Turki yang adalah negara super power (adi daya) waktu itu jelas terlalu kuat bagi Bangsa
Batak. Bangsa Batak mengungsi ke pedalaman dan pelabuhan-pelabuhan
internasionalnya dikuasai pasukan pendudukan Aceh dengan dukungan Turki, mirip
seperti rezim Irak yang dilindungi AS saat ini.
Sejak saat itu orang Aceh dengan memandang hina menyebut semua orang-orang
yang tidak mau dipaksa masuk Islam dan tunduk pada penjajahan Aceh sebagai ‘Batak’.
Teks Aceh yang ditulis pada abad ke-17 yang berjudul “Hikayat Aceh” menyebut etnis
Batak sebagai orang-orang non Muslim. Arona Diego Barros (1824-1907) professor
geografi dari Amerika Latin menggambarkan kondisi pulau Sumatera yang dihuni oleh
dua golongan, Muslim dan non Muslim. Orang Muslim adalah kaum pendatang yang
berkembang melebihi penduduk asli yang dulunya tidak mengenal hubungan
internasional seperti pendatang Muslim ini. Akibatnya penduduk asli tersingkir dan para
pendatang menjadi tuan-tuan dan penguasa-penguasa baru. Penduduk yang tersingkir ini
dipandang tidak berbudaya dan kenibal yang disebut sebagai Batak. Belakangan ketika
orang-orang Tionghoa dan Minahasa masuk ke Sumatera mereka disebut sebagai ‘Batak’
karena tidak memeluk Islam.35
Kampak Belah Kayu
Karena posisinya yang stragegis, Barus mengalami berbagai serangan dari luar
untuk dikuasai. Salah satu serangan itu berasal dari Kerajaan Chola di tahun 1025 M dari
India yang berhasil menaklukan Barus dan Aceh yang waktu itu merupakan kerajaan
bawahan Sriwijaya.36 Koloni pedagang India di Lobu sekitar satu kilo dari Barus muncul
sebagai hasil dari serangan kerajaan dari Raja Chola itu. Pada tahun 1872 ditemukan
prasasti di Lobu yang isinya, “Pada tahun 1088 ada 1500 orang Tamil dari India Selatan
bertempat tinggal di Barus. Mereka mendirikan kongsi dagang bagi para pedagang kapur
barus dan kemenyaan.”37 Menarik untuk kita ketahui bahwa India Selatan berisi bukan
saja penduduk yang beragama Hindu, namun juga beragama Kristen yang dikenal sebagai
Kristen Mar Thoma, mereka disebut juga sebagai Kristen Malabar.38
Meskipun begitu candi-candi Buddha Tantrayana – lah yang justru masuk jauh
sampai ke dalam Sumatera Utara, yakni di Padang Lawas dimana Kerajaan Portibi,
Tapanuli Selatan yang berasal dari bahasa sansekerta pertiwi berdiri dan meninggalkan
kompleks candi Bahal. Candi-candi ini berasal dari tahun 1042 Masehi.39 Jadi sezaman
juga dengan masa serangan Kerajaan Chola dari India. Para peneliti seperti Harry
Parkins menemukan adanya pengaruh India setidaknya dalam budaya Batak Karo dan
Toba, namun dalam budaya Batak Toba pengaruh Hindu itu tidak sampai meresap.
Sedangkan situasi dunia waktu itu Islam sedang mengalami masa-masa kejayaannya
sebagai kekuatan super power dunia yang dapat bertindak sewenang-wenang demi
kepentingannya, mirip seperti Amerika Serikat saat ini. Sebagian benua Eropa,
khususnya Eropa Timur termasuk Spanyol dan Portugis masih berada dalam penjajahan
Islam. Misalnya Spanyol dijajah selama 781 tahun (711-1491 M), Portugis dijajah Islam
selama 533 tahun (716-1249M).40 Di India pasukan Arab telah menginvasi daerah yang
kini kita kenal sebagai Afghanistan sejak abad ke-10 Masehi dan menghilangkan Agama
Buddha di sana dan terus masuk secara perlahan namun pasti ke India dan memunculkan
dinasti-dinasti Muslim di India.41 Kesultanan Delhi (1206-1526) pada umumnya
bersikap ekslusif dan menolak keterlibatan non-Muslim (kafir).42 Kekhalifahan Turki
Seljuk dan Usmaniyah yang dasarnya sudah dimulais ejak 1071 M dan berkembang
menjadi ‘polisi dunia’ waktu itu memberikan hadiah bagi orang-orang Kristen yang mau
murtad ke Islam dengan menggunakan jizyah dari orang-orang yang tetap setia pada iman
Kristen. Bahkan pada abad ke-13 rezim Turki menindas orang Kristen dan menutup
gereja-gereja, rumah sakit- rumah sakit Kristen, sekolah, pasnti asuhan bagi anak-anak
Kristen dan menyitanya. Anak-anak Kristen dirampas paksa dan dijadikan sebagai budak
militer. Tetapi karena di Balkan kekuasaan Turki tidak sekuat di Asia Kecil maka
terpaksa diberikan toleransi bagi umat Kristen.43 Dalam masa dan kondisi seperti inilah
Aceh membuka hubungan politik dengan Turki. Sama seperti rezim-rezim yang berkuasa
saat ini membutuhkan dukungan dari negara super power untuk mempertahankan
rezimnya, pada zaman dulu juga situasinya sama. Misalnya Sultan Agung setelah
menerima gelar Sultan dari Mekah yang merupakan bagian dari kekhalifahan Turki di
tahun 1641 M maka ia segera melakukan ekspansi-ekspansi. Ekspansi ini dilakukan baik
terhadap kerajaan-kerajaan Islam lainnya maupun kerajaan-kerajaan Hindu. Para
tawanan non Muslim atau penduduk taklukkan dipaksa masuk Islam, sesuai dengan
syariat Islam dan adab jihad fisabilillah.44 Di sisi lain pada masa ini juga sebagian daerah
jajahan Islam seperti Portugis berhasil merdeka dan kini mereka harus berjuang untuk
melemahkan kekhalifahan Turki agar mereka tidak diancam oleh penjajahan Turki lagi.
Salah satu cara adalah dengan mencari sumber rempah-rempah yang waktu itu sangat
dibutuhkan bangsa-bangsa Eropa. Selama ini para pedagang Muslim mendapatkan
keuntungan yang besar dengan menjadi pedangan perantara. Dan keuntungan itu secara
tidak langsung juga memperkuat kekhalifahan Turki yang adalah ancaman bagi
kemerdekaan dunia waktu itu.45 Para pedagang perantara ini memang mengambil
keuntungan yang berlipat ganda dan jauh lebih tinggi daripada para petani Indonesia yang
menghasilkan rempah-rempah itu. Misalnya 112 pound cengkeh dijual seharga dua
dukkat oleh pedagang Indonesia pribumi pada para pedagang Muslim dari Jawa dan
lainnya, tiba di Malaka harganya telah menjadi 10 dukkat oleh pedagang Muslim, dan
diteruskan ke pedagang Arab Muslim sehingga kita bisa bayangkan berapa kali lipat
harganya ketika tiba di Eropa.46 Aneh kalau hanya dikatakan orang Eropa Kristen yang
menindas Bangsa Indonesia ketika orang yang menyebut diri sebagai ‘saudara-saudara
Muslim’ (ikhwan) juga tidak kalah serakahnya. Inilah kapitalisme zaman klasik, dimana
pedagang Muslim dari Gujarat, Jawa dan mungkin Tiongkok menindas atau menipu
orang-orang Muslim baru di Tarnate dan Tidore. Maka kedatangan Bangsa Portugis
disambut baik oleh Sultan Tarnate dan Tidore yang berebut mengundang Portugis untuk
mendirikan kongsi dagang mereka agar penghasilan Sultan bertambah. Keserakahan
Portugis dan penindasan Sultan Hairun dari Tarnate terhadap ummat Kristen akhirnya
merusak hubungan ini.47
Dengan menyadari dan mengetahui kondisi ini tidaklah mudah bagi kita untuk
melihat sejarah secara ‘hitam-putih’. Kita tahu tidaklah benar bahwa bangsa-bangsa Barat
adalah para penjahat sedangkan kerajaan-kerajaan di Indonesia yang dibantu oleh orangorang
Muslim adalah orang baik-baik yang dijadikan korban oleh bangsa Barat. Sebelum
bangsa Barat datang Kerajaan-Kerajaan di Indonesia sudah berperang satu sama lainnya,
kedatangan Islam tidak meredakan hal ini malah menambah jumlah dan intensitas
konflik, bahkan terhadap sesama kerajaan Islam seperti Aceh, Johor dan Demak.48
Bahkan Kerajaan Aceh ini juga yang menghancurkan Kerajaan Islam pendahulunya yaitu
Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai dengan raja yang berpangkat Al Malikush
Shalih (Seorang Raja Yang Taat Beragama/Saleh) mendapat pengaruh dari raja
Damasukus yang bernama Al-Malikush Shaleh Ismail (memerintah 1237-1238) atau Al
Malikush Nadjmuddin Ayubi yang merebut Yerusalem dari Tentara Perang Salib.49
Kesultanan Aceh dengan bantuan pasukan dan persenjataan Turki dan Muslim Ethiopia
(Abbysina) berjihad dan berhasil menguasai kota-kota pelabuhan penting di Sumatera,
bahkan pada pertengahan abad ke enam belas berhasil menyerbu dan mengislamkan
Minangkabau yang masih Hindu waktu itu.50 Dan penguasaan ekonomi melalui
peperangan (jihad fisabilillah) adalah sesuatu yang dibenarkan dalam agama Islam dan
tidak asing untuk dilakukan.51 Sedangkan bangsa Barat yang datang lebih mementingkan
dagang (untung) daripada agama. Persatuan Dagang Inggris bahkan memiliki rencana
untuk memberikan seorang wanita terpelajar Inggris untuk menjadi salah satu isteri
Sultan Aceh dengan berkata, “Agama tidak menjadi soal.”52 Jadi pendapat Profesor
Ahmad Mansur Suryanegara yang meneruskan opini bahwa penjajah Kristen datang ke
Indonesia dengan motivasi gold, glory, Gospel (eman – kekayaan, kemuliaan dan
penginjilan), serta memaksa pribumi Islam melepaskan agamanya untuk masuk agama
penjajah dapat ditinjau kembali.53
Para penulis dan sejarawan Muslim berusaha merevisi jalannya dakwah Islam di
Indonesia, “… sejarah negeri Aru (Haru/Karo)… sebagai masa peralihan antara sistem ke
Hinduan kepada sistem Islam…, jelaslah bagi kita bahwa penyiaran Agama Islam itu
berlangsung di kerajaan yang bersifat Hindu dengan aman dan damai.”54 Memang
Indonesia pada dasarnya memiliki penduduk yang bersikap terbuka terhadap pendatang
asing, maka dalam masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang beragama Buddha dengan
sekolah Buddha yang terkenal di Sumatera kita melihat, “di Bandar Kalah ditemui
berbagai penduduk: Muslim, Hindu dan Parsia” menurut laporan Abu’l-Fida. Sedang di
dekat Bandar Kalah ada juga Zobog dimana seorang pedagang Arab menjual burung
kakaktua yang mampu berbicara Arab, Persia, Hindu dan Yunani.55 Kerajaan-kerajaan
Hindu Melayu menjadikan orang-orang Muslim sebagai penasehat Raja Hindu.56
Patutlah diingat pada masa Kerajaan Sriwijaya ini, kekuasaan Byzantium yang Kristen
masih kuat sehingga adanya pedagang Arab yang menjual burung kakaktua yang bisa
berbahasa Yunani menandakan adanya juga kehadiran orang-orang Yunani atau
Byzantium yang beragama Kristen di Indonesia. Namun begitu pengaruh Islam kuat
maka hilanglah semangat toleransi dan pluralisme ini. Misalnya pelabuhan Barus yang
dulu dikuasai bangsa India Hindu akhirnya dikuasai oleh kekuasaan kaum Muslim dan
mendesak para pendahulu mereka ke pedalaman Pakpak, Karo dan lainnya.
Terbentuklah marga-marga Karo dari India seperti Sembiring dan Lingga.57 Sayang
sekali keterbukaan Hindu – Buddha tidak begitu dilanjutkan oleh para penguasa Muslim
yang baru. Berbeda dengan pengakuan penulis Muslim bahwa Islam masuk secara damai
di kerajaan Hindu, sejarawan lain mencatat Haru (Karo) diislamkan dengan paksa oleh
Aceh melalui jihad fisabilillah. Alas, Gayo, Singkil yang dulunya termasuk wilayah
Haru (Batak Karo) semuanya mengalami islamisasi paksa antara 1539 – 1564. Dalam
pertempuran ini kesultanan Aceh dibantu oleh mujahiddin (tentara) asing Muslim dari
Turki dan Gujarat. Dengan menggunakan meriam-meriam yang sebelumnya digunakan
untuk membantai orang-orang Kristen di Konstantinopel yang menamatkan riwayat
Byzantium maka penduduk dan pejuang-pejuang Hindu Karo pun mengalami
pembantaian yang sama. Mendez Pinto adalah seorang saksi mata pertentangan antara
orang-orang Batak Karo Hindu melawan agresi militer Aceh Muslim. Orang-orang Karo
memintabantuan Portugis dan berhasil membantai tentara Aceh termasuk tentara asing
(koalisi internasional Islam) Muslim dari Turki, Arab, Malabar dan Ethiopia.
Kemenangan ini tidak lama dinikmati karena kelak Sultan Iskandar Muda berhasil
menembus Kerajaan Hindu dan masuk ke Minangkabau yang juga masih Hindu waktu itu
dan memaksa semua penduduk untuk murtad dan masuk Islam.58 Agama Islam dijadikan
alat politi untuk seragamkan dan tundukkan penduduk. Para pendongeng Muslim awal
mencoba menghapus ingatan ini dengan menjadikan Bangsa Portugis sebagai kambing
hitam. Dalam versi mereka Putri Hijau beru Sembiring diperkosa beramai-ramai oleh
tentara Portugis dan tubuhnya diledakkan dengan meriam.59 Sedangkan sejarah justru
mencatat bahwa orang-orang Muslim dari Acehlah yang membantai Putri Hijau bre
Sembiring Meliala dalam jihad fisabilillah mereka. Putri Hijau sebenarnya justru
mendapat bantuan dari Portugis untuk melawan agresi militer Aceh.60 Setelah masuk
Islam maka orang-orang Batak Karo dilepaskan dari budaya aslinya dan dijadikan
sebagai orang Melayu.61 Dengan kemenangan Sultan Aceh ini maka ia secara sepihak
menyebut dirinya sendiri sebagai ; Sultan Alauddin Riayisah al Kahhar Raja Barus, Raja
Negeri Pedir dan Pasai, Maharaja Batak, Pangeran Lumbung Emas Minangkabau dan
Penakluk Haru.62 Sejak itu juga kesultanan Aceh makin memonopoli perdagangan yang
melintasi Pulau Sumatera. Aceh menguasai sumber-sumber merica yang sangat tinggi
harganya waktu itu. Motivasi agama, dan dagang (ekonomi) menjadi satu dalam invasi
Aceh ini.63 Diakui bahwa Sultan Iskandar Muda memerangi orang Batak dalam rangka
jihad fisabilillah demi :
1. Mengikis habis pengaruh Portugis
2. Menyebarkan agama Islam pada orang Batak (Karo)
3. Menguasai perdagangan merica yang sangat strategis dan menggiurkan waktu itu
Berkali-kali para pejuang Batak melawan penindasan Aceh namun berhasil ditumpas.64
Proses de-Batakisasi ini bukan dialami oleh orang Batak Karo saja tetapi juga
orang Batak lainnya. Sejarawan dan budayawan Melayu Muslim, Tengku Luckman
Sinar mengakui, “di kalangan suku-suku Karo, Simalungun dan Perdambanan, Islamisasi
itu sekaligus dilaksanakan dengan proses’melayunisasi’. Sekali sudah masuk Melayu (
masuk Islam ) maka marga-marga tidak dipakai lagi, bahasa Melayu dipakai sehari-hari,
begitu juga cara berpakaian dan adat Melayu.”65 Ia melanjutkan, “orang-orang
Mandailing, Sipirok bahkan orang-orang Toba yang Islam, telah mencatatkan diri sebagai
‘Melayu’ ketika akan berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah masa itu.”66 Hasilnya
sangat efektif. Orang Batak melupakan identitas sendiri, Batak Pardembanan malah
punah dan jadi Melau sehingga muncul istilah Kampak belah kayu, Batak jadi Melayu.67
Sewaktu Belanda masuk maka sultan-sultan Melayu asal Btak ini merampas tanah
penduduk yang tidak mau murtad dan masuk Islam dan menyerahkan tanah itu untuk
perkebunan-perkebunan asing. Orang-orang Batak terutama suku Batak Karo didesak
untuk mendiami lahan lahan yang tidak baik.68.
Islamisasi Tanah Batak
Islamisasi yang dilakukan oleh Kesultanan Aceh mengakibatkan orang Batak
kehilangan jati dirinya sebagai Batak dan menjadi Melayu, mirip dengan dampak kuatnya
pengaruh Barat saat ini yang membuat orang menjadi kebarat-baratan. Hilangnya jati diri
seseorang atau suatu masyarakat dapat dikarenakan :
1. Dominasi budaya lain yang lebih kuat dan lebih berpengaruh dari budaya lokal
2. Rasa malu denagn jati diri sendiri, dan
3. Dengan mengambil budaya dominan diharapkan dapat ikut ambil bagian dalam
kekuasaannya juga
Selain itu juga didorong oleh adanya pengaruh dari luar seperti manipulasi data dan
pemutarbalikan fakta. Lance Castle mencatat marga Hasibuan pada abad ke-19 Masehi
sempat mengira diri mereka adalah keturunan Raja Iskandar Zulkarnaen (Iskandar
Agung).69 Besar kemungkinan keyakinan tidak berdasar ini muncul akibat serangan dan
Islamisasi kaum Padri dari Minangkabau ke Tanah Batak. Sebelumnya Minangkabau
sendiri mengalami serbuan Aceh yang mengislamkan mereka. Kesultanan Aceh memang
meyakini bahwa Sultan Aceh adalah keturunan dari Iskandar Zulkarnaen (Iskandar
Agung).70 Dan Aceh sendiri didukung oleh kekhalifahan Turi dengan memberi gelar
“Serambi Mekah” pada Aceh. Maka Aceh berperang dengan orang Kristen dan Hindu
yang ada di Indonesia demi menyebarkan dakwah Islam ini. 71 Tidaklah heran jika
kedatangan nilai-nilai baru mengancam kedudukan nilai-nilai lama dalam masyarakat
terutama jika masyarakat melihat nilai-nilai baru itu dibawa oleh suatu bangsa yang lebih
kuat. Dewasa ini sering pula para alim ulama mengeluhkan apa yang disebut sebagai
sikap kebarat-baratan. Pada zaman dahulu penjajahan budaa itu adalah sifat kearabaraban
atau kemelayuan. Misalnya Bangsa Pakistan saat ini tidak bangga akan nenek
moyang mereka yang meninggalkan peradaban agung di Mohenjo-Daro, melainkan lebih
membanggakan budaya Arab yang sangat dominan dalam masyarakat mereka.72
Penyelewengan tafsir histories ini juga dilakukan di Indonesia. Kaum revisionis (orang
yang merubah penulisan sejarah) membuat opini bahwa di Minangkabau perselisihan
antara kaum adat dan kaum Muslim terjadi karena adu domba Belanda, walau faktanya
Belanda baru turun tangan kerena diundang oleh kaum Adat Minangkabau. Belanda
sendiri enggan perang waktu itu karena masih harus menghadapi Perang Diponegoro.73
Para penulis Muslim saat ini suka mengutip pendapat yang mengatakan :
1. Ada hubungan baik antara para saudagar (pedagang) Islam dengan penduduk
lokal
2. Orang-orang Islam menampakkan perilaku yang bersih dan sehat (dari Pribumi)
3. Orang-orang Islam itu memberi teladan untuk menyelamatkan diri sendiri,
keluarga dan masyarakat
4. Persamaan derajad manusia yang tertanam dalam pandangan hidup mereka.74
Menurut HAMKA para pedagang yang berpengaruh menyebarkan agama Islam di
Indonesia adalah para pedagang Arab.75 Sayangnya para pedagang Muslim dari Arab ini
tidak sebaik yang dceritakan oleh para penulis Muslim masa kini, termasuk HAMKA.
Ibnu Khaldun, sejarawan besar Muslim mengakui mental para pedagang Muslim Arab
sebagai berikut, “Tingkah laku pedangan lebih rendah dibandingkan dengan tingkah laku
orang-orang yang memegang pemerintahan, dan jauh lebih rendah daripada keprawiraan
dan kejujuran.”76 Dengan kata lain hubungan antara para pedagang dan penduduk
setempat memang dilandasi oleh cinta akan uang, maka para pedagang akan menikahi
putri-putri orang yang berpengaruh, bukan putrid dari rakyat jelata.77 Bagi orang yang
mau masuk Islam akan diberi kemudahan dan fasilitas untuk berdagang demi mencari
keuntungan.78 Perintah untuk menjadikan seks, terutama melalui perkawinan sebagai alat
dakwah Islam berasal dari Nabi Muhammad sendiri, “Aku memerintahkan berperang
dengan asma (nama) Allah di jalan Allah ( jihad fisabilillah ). Bunuhlah siapa yang kafir
kepada Alllah… kalau mereka menyambut seruanmu maka kawinilah putri raja (Arab =
Amir – pemimpin)nya.” 79 Karena Islam mengizinkan poligami maka para pedagang
Arab dapat memiliki istri di beberapa tempat. Namun tetap saja bangsa-bangsa bukan
Arab walaupun telah memeluk agama Islam dipandang rendah oleh Arab Muslim.80
Orang-orang Arab Muslim sangat tidak senang ketika orang-orang Muslim dari bangsabangsa
lain mendapat posisi yang setara dengan orang Arab, dan orang Arab Muslim ini
menghina dan meremehkan Muslim non Arab.81 Di Indonesia sampai saat ini sifat
kesombongan ini masih terus dilakukan oleh banyak orang Arab yang merasa menikah
dengan orang Indonesia pribumi berarti menikah dengan orang yang tidak sederajad.82
Pendapat kedua yang mengatakan umat Muslim lebih bersih dari kaum pribumi
juga tidak diminati oleh drs. Mansoer. Beliau mempertanyakan pendapat yang
mengatakan bahwa penduduk pribumi jorok terutama orang Batak yang membiarkan
jenazah sampai bertahun-tahun sebelum dikuburkan. Secara salah drs. Mansoer
menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris, the dogs, pigs and monkeys eating stupid
Bataks padahal yang dimaksudnya adalah orang Batak makan daging anjing, babi dan
monyet/kera. Namun bangsa-bangsa lain dengan peradaban yang sangat maju juga
makan daging babi dan itu tidak membuat mereka kotor secara lahiriah atau bodoh secara
lahiriah.83 Jelaslah sekedar kebersihan secara relijius tidak kuat untuk menjadikan orang
berduyun-duyun masuk Islam. Alasan ketiga bahwa orang Islam menjadi teladan karena
membela kepentingan diri sendiri, keluarga dan masyarakat juga terasa aneh, karena hal
ini juga dilakukan oleh orang-orang non-Muslim. Jadi alasan ketiga bukanlah alasan
yang baik. Dan alasan keempat bahwa agama Islam menjanjikan persamaan derajad juga
tidaklah sepenuhnya benar. Kita telah mengetahui bahwa orang-orang Muslim Arab
memandang rendah terhadap orang Muslim non Arab. Maka ada kemungkinan lain
Islam dapat berkembang, dan ini diakui oleh para penulis Muslim awal walau disangkal
oleh penulis-penulis Muslim masa kini. Cara itu adalah jihad fisabilillah.
Fakta bahwa Islam masuk ke tanah Batak khsusunya Batak Mandailing, Angkola
dan Toba mula-mula dengan kekerasan berusaha disangkal oleh para apologet Muslim,
sama sepeti sejarawan Muslim di Pakistan menyangkal bahwa orang Arablah yang mulamula
menyerbu Sind (India). Kedatangan kaum Padri, menurut revisionis (orang yang
menulis ulang sejarah) adalah semata-mata untuk berdagang, tapi rombongan pedagang
padri ini diserang oleh orang Batak hingga timbullah peperangan.84 Mengingat wialah
kekuasaan suku-suku Batak waktu itu tidak dipersatukan dalam bentuk kerajaan seperti
Kerajaan Aceh melainkan merupakan suku-suku dan negeri-negeri yang independent
maka dari argumen di atas dapat kita ambil kesimpulan :
1. sungguh jahat orang-orang Batak ini karena tanpa ada komando dari pusat maka
setiap rombongan padri yang masuk ke tanah Batak diserang – mulai dari
Tapanuli Selatan sampai ke Bakkara (Bakti Raja)
2. sungguh gigih para pedagang padri ini yang walau ditolak tapi memaksa terus
untuk berdagang bahkan dengan cara membantai Raja Sisingamangaraja X
Tapi kita semua tahu Pasukan Padri masuk ke tanah Batak bukan untuk berdagang secara
baik-baik. Adapun kedatangan pasukan penjajah Padri Muslim ke Tanah Batak adalah
untuk membawa misi 3 G yaitu Gold, Glory dan Glorious Qur’an atau dengan kata lain
untuk mencari harta (ghanimah – rampasan perang), kekuasaan politik atas darul harbi
(daerah perang karena belum diislamkan) dan membawa Al-Qur’anul karim (kitab suci
Al-Qur’an yang mulia) agar orang Batak masuk Islam.85 Diperkirakan setidkanya
200.000 (dua ratus ribu) orang Batak menjadi korban jihad fisabilillah Mujahiddin Padri
ini, sebuah jumlah yang sangat luar biasa mengingat populasi waktu itu tidak sebesar saat
ini.86 Di daerah Silindung – Pahae – Hutagalung diambil kanak-kanak yang setelah
diislamkan bernama Tuan Syekh Basyir Simorangkir oleh Pasukan Padri. Setelah
kembali dari Minang, ia berusaha mengislamkan orang-orang Batak. Dari Hutagalung
muncul Abid Hutagalung yang juga dididik dan dibesarkan di Minangkabau. Abid
membuang marganya dan menjadi Melayu yang bernama Tuan Syekh Arsyad gelar Tuan
Faqih.87 Sementara itu kelak di Kerajaan Serdang, para sultan juga melakukan politik
yang sama dengan Mujahidin Padri, yakni mengambil putra-putra tokoh Batak untuk
dimurtadkan ke Islam.88 Praktek keji seperti ini bukanlah hal yang asing dalam sejarah
Islam Internasional. Thomas W Arnold dalam The Preaching of Islam sudah
menyinggung praktek ini dan Daniel Pipes dalam Slave Soldiers and Islam membahas
dengan lebih dalam lagi.89 Anak-anak diculik, diasingkan dari budayanya, dibesarkan
dalam budaya dan agama si penjajah dan penculik kemudian dijadikan sebagai alat untuk
menindas bangsa sendiri. Kalau kita menyangka ini adalah praktek masa lampau maka
kita salah. Saat ini misalnya praktek ini masih dilakukan di Sudan yang dijajah Arab dan
yang berhasil memecah penduduk Sudan ke dalam dua bagian yaitu Muslim dan non-
Muslim.90 Anak-anak Kristen Katolik di Timor Leste juga banyak diculik dan
dimurtadkan di pesantren-pesantren Indonesia untuk kelak dikirim kembali ke Timor
Leste demi merusak budaya Timor Leste. Alangkah biadabnya perbuatan ini.91 Dengan
cuci otak seperti ini maka tidaklah heran Parlindungan dalam “Tuanku Rao” mengakui
bahwa diantara kaum penjajah Padri yang menyerbu Tanah Batak dan membantai orangorang
Batak banyak terdapat mujahid Batak (orang Batak yang telah dimurtadkan
menjadi Islam). Orang-orang ini telah dididik untuk membenci kekafiran yaitu agama
apapun di luar Islam. Dalam QS Al – Baqarah 2:23, “Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu (menjadi) pemimpinpemimpinmu,
jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan (Islam) dan
siapa diantara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpin, maka mereka itulah
orang-orang yang dholim (zalim).” Dalam riwayat lain diceritakan mengenai Abi
‘Ubaidah bin al-Jarrah yang membunuh bapak kandungnya sendiri dalam Perang Badar.
Anak ini bukanlah anak durhaka tapi malah menjadi sahabat Nabi Muhammad karena
dipandang lebih setia pada agama daripada pada darah dagingnya sendiri.92 Begitulah
sejarah juga mencatat orang Batak yang masuk Islam menjadi malu dengan kebatakannya
dan menolak mengakui diri mereka sebagai Batak. Bagi orang Melayu waktu itu kata
‘Batak’ jarang diartikan sebagai suku atau etnis melainkan “ petualang, pengembara,
gelandangan, perampok, penyamun, merampas” seperti yang masih dapat kita lihat pada
Kamus Poerwadarminta maupun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun revisionis
Muslim saat ini menulis, “Aibat dari propaganda Belanda, timbul anggapan umum bahwa
setiap yang bermarga Batak dianggap beragama Kristen. Sehingga bila ada suku Batak
yang memasuki agama Islam, tidak mau membubuhi marganya lagi.”93 Alangkah
menyesatkannya dusta-dusta mereka.
Malim dan Muslim
Haji Mohammad Said di tahun 1960-an membuat sebuah teori baru yang
mengatakan Raja Sisingamangaraja XII telah memeluk Islam. Opini ini kini dijadikan
sebagai fakta oleh Profesor Ahmad Mansur Suryanegara seorang sejarawan Muslim.
Pada masa itu Adniel Lumbantobing, seorang Kristen dan teman-temannya yang
mengakui Raja Sisingamangaraja XII sebagai penganut agama tradisional Batak sedang
gencar-gencarnya memperjuangkan pengakuan nasional terhadap kepahlawanan
Sisingamangaraja XII. Perjuangan ini berhasil dengan diakuinya Raja Sisingamangaraja
XII menjadi Pahlawan Nasional pertama di luar Pulau Jawa. Adniel Lumbantobing juga
merancang dan membangun tugu Sisingamangaraja. Meskipun begitu memang ada
kepercayaan yang muncul belakangan diantara orang Melayu di Barus Hilir sebagaimana
yang diangkat oleh Jane Drakard bahwa Sultan Ibrahim, Sultan pertama Barus Hilir
mengajak orang Batak masuk Islam taip orang Batak menolak. Sultan Ibrahim kemudian
pergi setelah mendapatkan anak dari seorang putri Batak yang kelak menjadi Raja
Sisingamangaraja I. Karena Barus berhubungan dengan Aceh, maka memori tentang
Aceh juga masuk ke tengah orang Batak Toba yang akhirnya membuat bendera
Sisingamangaraja XII dan stempel pribadinya mendapat pengaruh Aceh.94 Sebenarnya
ada kemungkinan lain, yaitu pada mulanya orang-orang Batak saling berhubungan.
Namun sejak sebagian Kerajaan Batak dikuasai Aceh dan Gayo, Alas, Singkel, Tamiang
bahkan sampai ke Barus berhasil ditaklukkan dan diislamkan Aceh melalui jihad
fisabilillah sehingga terjadilah pemutusan hubungan antara orang Batak yang
dimelayukan atau diacehkan dengan orang Batak yang masih setia dengan budayanya.
Namun orang-orang Batak yang masih memegang teguh adat istiadatnya ini, khususnya
Batak Toba memiliki memori tersamar akan hubungan mereka dengan saudarasaudaranya
di Barus atau dareah lainnya yang telah diislamkan. Islam tidak berhasil
masuk ke Tanah Batak jika tidak didahului oleh serangan jihad fisabilillah, baik dari
Aceh maupun Minangkabau. Setelah Tanah Batak diduduki baru bisa dilakukan proses
Islamisasi. Maka orang Batak di Bakara yang berasal dari kelompok (keturunan) Sumba
maupun orang Batak yang berasal (keturunan) dari Borbor sama sekali tidak memiliki
memori seperti di Barus Hilir, bahwa Sisingamangaraja I berasal dari keturunan Sultan
Ibrahim. Berarti kemungkinan besar cerita Barus Hilir itu hanyalah dongeng untuk
melegalkan kekuasaan Barus Hilir yang telah memeluk Islam atas Tanah Batak yang
masih merdeka.95
Kerjasama antara Raja Sisingamangaraja XII dengan Aceh tidak membuktikan
bahwa ia telah beragama Islam karena Sisingamangaraja XII adalah Raja yang
menghargai semua raja-raja lain sebagai sederajad, bukan dalam relasi raja taklukan
dengan sultan penakluknya. Penggunaan huruf Arab melayu dalam stempel Raja
Sisingamangaraja XII juga merupakan bukti dari pendapat diatas. Pengguna bahasa
Inggris tidak membuktikan bahwa ia warga negara Inggris dan beragama Kristen, begitu
juga huruf Arab Melayu waktu itu adalah semacam bahasa internasional di Nusantara.
Maka penggunaan huruf itu menunjukkan adanya kesadaran yang luas untuk saling
berinteraksi antar bangsa dengan asas kesetaraan. Maka hal stempel ini juga tidak dapat
dijadikan bukti mengatakan Sisingamangaraja XII telah masuk Islam. Sedangkan
argumen lain mengatakan bahwa Sisingamangaraja XII berwarna hijau – warna Islam
dan bukannya warna Batak : merah – putih – hitam, pendapat ini tidak mendapat bukti
histories apapun. Alasannya karena tidak pernah ada yang bisa memperlihatkan benderah
hijau itu, yang kedua adalah dengan logika berpikir ini kita juga bisa mengatakan Adolf
Hitler itu pasti orang Batak, ‘bukti’nya bendera Nazi berwarana : merah – putih –
hitam.96 Para misionaris yang menduga Sisingamangaraja XII masuk Islam juga tidak
pernah bisa memberikan bukti selain dari ‘katanya’ (kabar angin). Bukannya
memerintahkan rakyatnya untuk masuk Islam dan melawan Belanda, Raja
Sisingamangaraja XII malah akhirnya minta agar Zending Kristen jangan diganggu.
Pendekatan penginjilan Nommensen yang lemah lembut memang jauh beda dengan
metode dakwah yang disampaikan oleh Pasukan Padri.97 Menurut Bapak Naipospos
wakil dari Agama Permalim dalam Seminar Gugurnya Sisingamangaraja XII Juni 2007
lalu di Hotel Danau Toba Internasional, Raja Sisingamangaraja XII malah menegur Guru
Somalaing Pardede, yang juga seorang yang dipercayakan melanjutkan agama Permalim,
karena membawa-bawa nama Raja Rum ( Kekhalifahan Turki yang menguasai dan
berpusat di Romawi Timur) dalam doanya.98 Raja Sisingamangaraja XII menegaskan
keindependennya dengan memberikan surat pengangkatan raja (Parbaringin) Bius
Laguboti yaitu Raja Mulia Naipospos.99 Dengan adanya kebanggaan ini maka Agama
Permalim ini masih kuat hingga saat ini karena mereka tahu Raja Sisingamangaraja
sebagai Malim (pemimpin agama) mereka tidak pernah menjadi Muslim, maka dengan
bangga mereka tetap menyebut diri mereka sebagai Permalim dan melakukan ibadah
yang sama sekali tidak mirip dengan ibadah umat Muslim. Belakangan muncul cerita
bahwa Guru Patimpus, pendiri desa (kini kota) Medan adalah keturunan Raja
Sisingamangaraja juga, namun hal ini engan tegas dibantah oleh Keturunan Raja
Sisingamangaraja yang mengatakan dalam silisilah marga mereka, yaitu Sinambela tidak
dikenal keberadaaan Guru Patimpus yang bermarga Sembiring Pelawi, walau saat ini ada
juga penulis Muslim yang memaksakan marga ‘Sinambela’ pada pendiri kota Medan
ini.100
Al-Ghazwul Fikri
“Misi Kristiani Pisahkan Budaya Tapanuli” begitu artikel dalam majalah Islami
Sabili No.12 Tahun XIV 28 Desember 2006/ Dzulhijjah 1407, halaman 56. Sub judul
selanjutnya menambahkan, “Identitas ini terbentuk karena proses Kristenisasi, pemisahan
budaya dan politik dari saudaranya di Selatan” yakni Mandailing. Jelaslah ini berita
bohong karena kita tahu justru Islamisasilah yang pertama-tama menghancurkan budaya
Batak yang disebut Sabili sebagai ‘Budaya Tapanuli’. Jihad fisabilillah Aceh telah
membuat Batak mengalami statelessness (ketiadaan akan negara) tulis Antony Reid.
Selanjutnya serangan jihad fisabilillah Padri membuat orang Batak Mandailing
kehilangan jatidirinya sebagai Batak menurut Lance Castles. Lantas mengapa para juru
dakwah Muslim ini menjadikan umat Kriten sebagai terdakwa perusak kebersamaan
orang Batak? Hal ini tidak dapat dilepaskan dari al-ghazwu’l fikri atau “serangan
pemikiran”. Istilah ini dipopulerkan oleh penulis-penulis Muslim. Al-ghazwu’l fikri
mempunyai unsure kekerasan atau pemaksaan kehendak kepada pihak lain yang hendak
ditaklukkan. Sebagai serangan non fisik, ia mempunyai pemahaman yang dekat dengan
cuci otak atau dengan istilah-istilah lain: kontrol pemikiran, reformasi ideologi.101 Adian
Husaini menyebutnya dengan “penyesatan opini”.102 Melalui penyesatan opini di mass
media misalnya, orang digiring untuk meyakini opini (pendapat yang belum terbukti)
yang ditulis oleh penulis sebagai fakta (peristiwa yang benar-benar terjadi), maka
hilanglah kesempatan untuk melihat satu peristiwa dari berbagai sudut pandang yang
berbeda dan menganalisanya secara kritis. Artikel ringkas “Dakwah Islam di Tanah
Batak” atau yang bisa disebut juga dengan “Islamisasi Tanah Batak” ini hadir untuk
menjadi pembanding dan penyeimbang atas berbagai opini yang beredar luas di media
massa. Tampaknya ada pihak-pihak yang berusaha merevisi sejarah dengan menonjolkan
kekurangan pihak lain sambil menyembunyikan kesalahan sama atau yang lebih parah
yang telah dilakukan oleh pihaknya sendiri. Inilah yang kita kenal sebagai “standar
ganda”.
Ahmad Arief Rangkuti, ketua Majelis Ulama dearah Pematang Siantar menulis,
“colonial Belanda memaksakan Kristen kepada penduduk… Jadi colonial Belanda di
Indonesia, selain menjajah negeri ini adalah menjajah keyakinan dan agama Bangsa
Indonesia.” Tentu Rangkuty melupakan penjajahan Aceh dengan dukungan
Kekhalifahan Turki dan pasukan-pasukan Muslim asing atas Tanah Batak dan
memaksakan Islam pada penduduk, langkah yang sama dilakukan juga oleh Pasukan
Padri ratusan tahun kemudian pada orang Batak. Selanjutnya Rangkuty menulis
mengenai Raja Siantar, Sang Nualuh Damanik yang dicopot karena masuk Islam. Konon
Belanda takut karena agama Islam mengajarkan “anti penjajahan sesaman manusia”.103
Rangkuty juga abaikan fakta bahwa sewaktu pasukan Aceh menyerbu Kerajaan (Batak)
Haru maka, “Raja Mbelin-Raja Mbelin Karo yang tetap mempertahankan agama nenek
moyangnya Perbegu, seperti Sibayak Namo Surou, dicopto kekuasaannya… Sibayak Lau
Cih/Kabanjahe tetap taat menjalankan agama nenek moyangnya, maka wilayahnya yang
di Karo Jahe dicopot , dan didudukkan Guru Mbelin Pa Timpus Sembiring Pelawi…”104
Lance Castles yang sama sekali tidak bersimpati pada Zending Kristen dengan berusaha
menunjukkan kerjasama antara Zending dan Belanda justru melihat adanya fakta bahwa
di Tapanulis Selatan, “agama tradisional dihancur leburkan kaum Padri… Di Mandailing,
penduduk kelihatan tidak bangga dengan kebatakannya, bahkan sebagaimana akan kita
lihat, menyangkalnya sekeras-kerasnya… Bahkan orang Batak Toba yang merantau ke
Medan boleh jadi terpaksa masuk Islam dan berasimilasi dengan budaya Melayu yang
dominan secepat mungkin.”105 Bahkan dengan dukungan kekuatan ekonomi yang
mereka miliki orang Mandailing berusaha menghancurkan identitas kebatakan pada
orang-orang Batak Muslim.106
Lucu sekali fakta-fakta ini tidak mau diperhatikan oleh Sabili yang hanya
mengutip pendapat Castle mengenai Belanda yang peralat agama Kristen sebagai
penyebab terpecahnya orang Batak, tapi mengabaikan bahwa Islamlah yang pertama kali
secara besar-besaran dan vulgar berusaha hancurkan kebatakan (habatahon). Justru
Gereja Methodist dan bukan yang lain yang pertma-tama memberikan harga diri bagi
orang Batak perantauan untuk menunjukkan kebatakannya dengan mengadakan
kebaktian dalam Bahasa Batak di Batavia (Jakarta).107 Bahkan sampai masa modern
adapt Batak (terutama Batak Toba) dipandang sebagai penghambat laju agama Islam
diantara orang Batak.108 Siasat yang dipakaipun adalah strategi yang sama dengan yang
digunakan oleh para juru dakwah (da’i) Islam di masa Kolonial Belanda. Pada masa
Kolonial Belanda, para pegawai pemerintah yang beragama Islam masuk sebagai kaki
tangan kolonialisme Belanda di Tanah Batak. Tapi mereka juga sekaligus memanfaatkan
dukungan Belanda berupa fasilitas, gaji, transportasi dan lainnya untuk melakukan
Islamisasi diantara orang Batak.109 Sampai saat ini siasat itu masih dilakukan, Seminar
Dakwah Islam yang diadakan di Medan tahun 1983 merekomendasikan agar pemerintah
mengirim pegawai-pegawai negeri yang Muslim ke Tanah Batak Toba untuk melakukan
Islamisasi.110
Di Humbahas yang 90% penduduknya beragama Kristen tetap saja dipaksakan
pengangkatan pejabat Departemen Agama yang beragama Islam tanpa perduli dengan
lingkungan dan perasaan masyarakat daerah setempat.111 Di Tapanuli Utara, pejabat
Kejasaan Negeri Tarutung yang Muslim mulai mengadakan kegiatan Islami di kantor
pemerintahan.112 Di Desa Buntu Pane Asahan, camatnya drs Romihi Hasbi
menghentikan pembangunan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang
didirikan di tengah kebun coklat milik orang Kristen.113 Sebelumnya camat Labuhan
Deli, drs Azwan Supradi menyuruh bulldozer untuk menggusur Gereja Pentakosta di
Indonesia (GPdI) di Jl. Veteran Pasar V Desa Manunggal.114 Dalam wacana
pembentukan Propinasi Tapanuli (Protap), Yusnan Pasaribu dari DPRD Sibolga
mengatakan Tim Pemrakarsa Protap mengingini sebuah propinsi Kristen. Ketua
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sibolga, Nadzar juga mengkhawatirkan umat Islam
jadi minoritas di propinsi Kristen.115 Juga ada nama-nama lain seperti Syukran Tanjung
dari Fraksi Golkar, Haji Raden M. Syafei dari Partai Bintang Reformasi, Haji Banuaran
Ritonga dari DPRD-SU yang mengaitkan Protap dengan SARA (Suku, Agama, Ras,
Antar golongan), misalnya Haji Syafei mengatakan umat Muslim Tapanuli tidak
mendukung Protap.116 Statement (pernyataan) yang tidak bijak ini menimbulkan reasi
dari umat Muslim di Tapanuli yang mendukung Protap sehingga mereka tampil di barisan
depan. Tapi hal ini ditafsir berbeda oleh Komandan Banser GP Ansor, Raidir
Sigalingging. Raidir yang juga merupakan ketua umum DPP Persatuan Pemuda Pelajar
Mahasiswa Batak Islam (P3MBI) menyatakan agar : khusus umat Islam dihimbau
menguatkan barisan menghadapi kemungkinan terburuk, terutama kecendrungan
kelompok Protap menjadikan oknum beragama Islam sebagai tameng.”117 Anehnya
mereka lupa atau mungkin sengaja mengabaikan sejarah mencatat justru umat Kristen
yang sangat toleran pada umat Muslim. Waktu Bupati Nias yang 90% pendudukanya
Kristen dijabat oleh Haji Zakaria Lafau tak ada orang Kristen yang protes atau menuduh
islamisasi. Waktu daerah-daerah dimekarkan dan perda (peraturan daerah) berbau
Syariat Islam seperti di Bulukumba diterapkan umat Kristen dan non Muslim lainnya bisa
menghargainya. Saat ini saja menurut laporan yang diterbitkan oleh group Jawa Pos,
sudah ada 22 daerah yang menetapkan Perda bernuansa Syari’at Islam.118 Lantas
mengapa jika ada keinginan dari orang Batak Toba yang sebenarnya pluralis ini untuk
membentuk Protap dicegat karena motif kebencian terhadap agama Kristen? Umat
Kristen di Tanah Batak dipaksa untuk terbuka pada umat Islam tapi umat Islam menolak
untuk terbuka, hidup sederajad dan saling menghargai dengan orang lain. HAMKA
misalnya memuji orang-orang Muslim yang merantau ke daerah Kristen, kawin dan
mengislamkan gadis-gadis Kristen dan membuka mesjid, tapi mencela orang Batak yang
menikahi gadis Minang di Gereja.119 Sungguh suatu standar ganda! Hal ini tetap
meracuni pemikiran ‘intelektual’ Muslim, seperti yang dapat kita baca dalam buku
karangan Ronidin, dosen Universitas Andalas Padang dan diterbitkan oleh Andalas
University Press. “Intelektual” ini menulis, “para misionaris berupaya meracuni mental
generasi muda Islam melalui narkoba, miras, trend, mode, pergaulan bebas, serta
penyusupan pemikir-pemikir Kristen ke tengah-tengah masyarakat dengan berbagai
cara.”120 Lupalah ‘intelektual’ kita ini bahwa budaya free sex dalam Islam dihalalkan
melalui kawin cerai dan bahkan perbudakan; juga penghasil opium terbesar di dunia
adalah Afghanistan yang merupakan negara Islam dengan penduduk Muslim yang sangat
fanatic. Mengapa umat Muslim kalau mayoritas tak mau terbuka pada umat lain, tapi
jika umat Islam minoritas maka dengan berbagai cara minta agar orang lain harus
menghargai dan menuruti keinginan mereka? Penulis ingat peristiwa yang dicatat dalam
Kitab Hakim-Hakim pasal 9 mengenai Abimelekh seorang tiran yang haus darah, penuh
nafsu untuk membunuh dan dikuasai angkara murka. Mula-mula ia masuk dan
mempengaruhi orang-orang untuk mendukung dia dengan alasan persaudaraan
(hubungan darah dan kekerabatan). Setelah ia berkuasa maka orang-orang menyesal tapi
tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Maka kita juga dituntut untuk bersikap arif agar dapat
saling menghargai dalam kehidupan beragama dan melakukan syiar agama.
Medan, 25 Juni 2007
1 Risalah Seminar Sedjarah Masuknja Islam ke Indonesia. Panita Seminar Sedjarah Masuknja Islam ke
Indonesia, Medan, 1963, h.69 (selanjutnya disingkat SMI)
2 Andi Riza Hidayat, “Ketut dan Misteri Bukit Kerang” Kompas 30 Mei 2007
3 R. Soemono, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia-1. Kanisius, Yogyakarta, 1994, h.79-82
4 Bisuk Siahaan, Kehidupan di Balik Tembok Bambu. Kempala Foundation, Jakarta, 2005, h. 4-11.
Namun Siiahaan meragukan bahwa suku Batak berhubungan dengan suku Karen.
5 Irwansya Harahap,dalam Seminar 100 Tahun Gugurnya Raja Sisingamangaraja XII. 27 Mei 2007 (
selanjutnya disebut Seminar SMR XII) di Deli Room, Hotel Danau Toba Internasional, Medan.
6 M.A. Marbun & I.M.T. Hutapea, Kamus Budaya Batak Toba. Balai Pustaka, Jakarta, 1987, h.27-28
7 Robert Sibarani, “Pelegalitas Surat Sisingamangaraja XII dan Aksara Batak”. Seminar SMR XII, h.5
8 Marbun – Hutapea, 1987, h.27; SMI, 1963,h. 128
9 SMI, 193, h.62
10 SMI, 1963, h.221,228,241-242.272; Sejarah Da’wah Islamiyah dan Perkembangannya di Sumatera
Utara. Manjelis Ulama Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Utara, Medan, 1981 (dibukukan 1983), h. 72
(selanjutnya disingkat: DIPSU).
11 DIPSU, 1983, h.109
12 Thomas W. Arnold, Sejarah Da’wah Islam. Widjaya, Jakarta, 1985, h.317-318. Para penulis dalam
SMI maupun DIPSU sering mengacu pada karya Arnold ini; HAMKA, Dari Perbendaharaan Lama.
Pustaka, Kuala Lumpur, 1981, h.3
13 HAMKA, 1981, h. 1-3
14 Massadul Hasan, History of Islam – 1. Adam Publisher, Delhi, 1998, 39
15 Ibnu Khaldun, Filsafat Islam Tentang Sejarah. Tintamas, Jakarta, 1976, h. 75-76
16 Khaldun, 1976, h. 187-188
17 HAMKA, Tafsir Al-Azhar –Juzu III. Pustaka Panjimas, Jakarta, 1983, h.25; Adil Muhyid din al Allusi,
Arab Islam di Indonesia dan India. GIP, Jakarta, 1992, h.18; Ibnu Taimiyah, Siyasah Syari’ah. Risalah
Gusti, Surabaya, 1999, h.112,119
18 Phillip K. Hitti, History of the Arabs. Serambi, Jakarta, 2005, h. 174-179, 186
19 Hitti, 2005, h. 16, 274-275
20 Arnold, 1985, h. 44, 46, 50-51, 58-63
21 Fatima Mernissi, Ratu-Ratu Islam yang Terlupakan. Mizan, Bandung, (halaman tahun penerbitan
sobek), h.80-81
22 bnd. Hitti, 2005, h. 271, 318-320; Ahmad Amir, Fajar Islam. CV Forum, tanpa tempat, tanpa tahun
penerbitan, h. 174-177
23 bnd. Hitti, 2005, h. 426-428; Mernissi, h. 80-81; Khalil Abdul Karim, Historisitas Syariat Islam.
Pustaka Alif, Yogyakarta, 2003, h.53, 102-105, 126, 148-149; Amir, h. 121
24 Cholil Uman, Asbabun Nuzul. Citra Umbara, Bandung, 1995, h. 597-598
25 menurut tafsir (terjemah) Mahmud Yunus
26 Uman, 1995,h. 302
27 Taimiyah, 1999, h. 116
28 “Berdakwah dengan Kekuasan” Sabili 19 Juni2003,h. 12-13
29 Hitti, 2005, h. 180
30 bnd. Hitti, 2005, h.428
31 Samuel H Moffat, A History of Christianity in Asia-1. Harper San Francisco, Ny, 1992, pp.337-340,
357-361; Karim, 2003, h. 142-143
32 Hitti, 2005, h.274, 262-263, 277. Thomas W Arnold dalam The Preaching of Islam juga memberi
banyak contoh-contoh lainnya.
33 Kursus Kader Katolik, Sedjarah Geredja Katolik di Indonesia. CLC, Djakarta, 1971, h.19; A. Heuken,
Ensiklopedi Gereja V. CLC, Jakarta, 1995, h.169
34 SMI, 1963, h. 77-78
35 seluruh bagian ini berasal dari Anthony Reid, Is there a Batak History? Asia Research Institute –
Working Paper Series no. 78, November 2006
36 DIPSU, 1983, h.71
37 Marbun – Hutapea,1987, h.70-71
38 E.A. Livingstone, The Concise Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford Universtity Press,
NY, 1992, p.317
39 R. Soetarno, Aneka Candi Kuno di Indonesia. Dahara Prize, Semarang, 1993, h. 161
40 Hasbullah Bakry, “Pandangan Islam tentang Kristen di Indonesia” dalam Peninjau Thn XI, 1&2, 1984,
h.197
41 Ira M Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam 1&2. Rajawali Press, Jakarta, 2000,h. 673; SMI, 1963, h.
222-223
42 Lapidus, 2000, h. 677
43 Lapidus, 2000, h. 470-471, 476-477
44 H.J. De Graaf, Puncak Kekuasaan Mataram. Grafiti Press, Jakarta, 1986, h. 105-107
45 B. Schrieve, Indonesian Sociological Studies. W.van Hoeve, Ltd – The Hague, Bandung, 1955, pp.42-
44; B.H.M Vlekke, Nusantara A History of Indonesia. P.T. Soeroengan, Djakarta, 1961, p.91
46 Vlekke, 1961, p. 90
47 Vlekke, 1961, pp.87, 95-96
48 Schrieve, 1955, p.42’ Brian Harrison, Asia Tenggara Suatu Sejarah Ringkas. Kementrian Pelajaran
Malaysia, K.L.,1966, h.115
49 SMI, 1963, h.79; Brahma Putro, Karo dari Zaman ke Zaman. Ulih Saber, Medan,1979, h.170
50 Schrieve, 1955, p. 44; Vlekke, 1961, p.93
51 Adiwarman Azwar Karim, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Rajawali Press, Jakarta, 2004, h. 30,-
38-39,41
52 Harrison, 1966, h.114-115
53 Ahmad Mansur Suryanegara, “Gereja Mendukung Penjajahan” Sabili 7 Mei 2004, h.96
54 DIPSU, 1983, h. 117
55 SMI, 1963, h. 216-215
56 Lapidus, 2000, h.721
57 Putro, 1979, h. 164-165
58 Putro, 1979, h. 13, 101, 136-137, 139, 170
59 Putro, 1979, h. 224
60 Putro, 1979, h. 224, 138, 143
61 Putro, 1979, h. 43, 142-145; DIPSU, 1983, h.92-95
62 Putro, 1979, h. 141
63 Vlekke, 1961, p.93
64 DIPSU, 1983, h.93; Schieve, 1955, p.43
65 DIPSU, 1983, h.95
66 DIPSU, 1983, h.98
67 DIPSU, 1983, h. 177
68 Brahma Putro, Sejarah Karo dari Zaman ke Zaman-3. Ulih Saber, Medan, 1995, h.90
69 Lance Castle. Tapanuli 1915-1940. KPG, Jakarta, 2001, h.139
70 Dada Meuraxa, Sejarah Kebudayaan Sumatera. Firma Hasma, Medan, 1974, h. 134-135; Vlekke,
1961, h. 93
71 HAMKA, Sedjarah Umat Islam-4. NV Nusantara, Bukittinggi, 1961, h. 114; Vlekke, 1961, h.93
72 V.S. Naipaul, Among The Believers. Penguin Books, London, 1988, p.106, 125-126.133
73 bnd. “Bercermin Pada Ulama Salaf”. Panji Masyarakat No.25 Thn III Oktober 1999, h. 96
74 DIPSU, 1983, h. 112-113
75 SMI, 1963, h. 77dst
76 Ibnu Khaldun, 1976, h.95
77 DIPSU, 1983, h. 96
78 DIPSU, 1983, h. 97
79 Abdul Aziz Ghonim, Perang dan Damai Rasulullah. GIP, Jakarta, tanpa tahun penerbitan, h 83. Juga
Islamisasi melalui perbudakan dan kawin paksa: Amir, ttp, h. 124-125, 129
80 Amir, ttp.h. 122-123; Pilihan bagi bangsa Arab non Muslim hanya masuk Islam atau dimusnahkan
sedang bagi bangsa non Arab masih diperkenankan jizyah, h. 120
81 Karim, 2003, h. 62-64
82 Eko Prasetyo, Pembela Agama Tuhan. Insist Press, 2002, h. 106-107
83 SMI, 1963, h. 68-69
84 DIPSU, 1983, h. 156
85 Umat Muslim berusaha menghilangkan fakta ini. Dalam bahasa Indonesia hanya ada satu buku yang
menceritakan penjajahan Padri di tanah Batak yaitu karangan : Mangaradja Onggang Parlindungan,
Tuanku Rao : Teror Agama Islam Mahzab Hambali di Tanah Batak 1816 – 1833. Tanjdung
Pengharapan, Djakarta, 196(4) atau 1965
86 Bungaran Antonius Simanjutak, Struktrur Kekuasaan dan Sistem Politik Batak Toba Hingga Tahun
1945. Obor, Jakarta, 2006, h.44-45
87 DIPSU, 1983, h. 158
88 DIPSU, 1983, h. 98
89 Daniel Pipes, Tentara Budak dan Islam. Pustaka Firdaus, Jakarta, 1986
90 “Anak-Anak Sudan Diculik, Digunakan dalam Perang dan Seks” Analisa 10 Juni 2007
91 “Timor’s Lost Boys” Time, December 23, 2002, pp. 22-24
92 Uman, 1995, h. 568-569
93 DIPSU, 1983, h. 177 bnd. H. 96-97 yang mencatat penolakan orang-orang Batak yang menjadi Muslim
terhadap budayanya sendiri telah terjadi sebelum atau pada masa awal Perang Sisingamangaraja XII.
94 Reid, 2006
95 bnd. Sitor Situmorang, Toba Na Sae. Sinar Harapan, Jakarta, 1993, h.182-183
96 bnd. Subanindyo Hadiluwih, “Ahu Sisingamangaraja” Analisa 17 Juni 2007
97 Marusaha Lumban Toruan, “Memaknai Perjuangan Sisingamangaraja XII”, Sib 16 Juli 2007
98 bnd. Juga Castle, 2001, h.61
99 Gens G Malau, Dolok Pusuk Buhit. Balai Pustaka, Jakarta, 1994, h. 77-78
100 Putro, 1995, h.21
101 Rifayal Ka’bah, Islam dan Serangan Pemikiran. Granada Nadia, Jakarta, 1994, h.11
102 lihat. Adian Husaini, Penyesatan Opini. GIP, Jakarta, 2002
103 DIPSU, 1983, h. 129-130
104 Putro, 1979, h. 143
105 Castle, 2001, h. 81, 136-137
106 Castle, 2001, h. 140-141
107 Castle, 2001, h.137
108 DIPSU, 1983, h. 182
109 DIPSU, 1983, h.162; Castle, 2001, h.18
110 DIPSU, 1983, h.183
111 “Masyarakat Humbahas Datangi Kanwil Depag Sumut” Sib 18 September 2006
112 “MUI dan Masyarakat Taput Salut atas Inisiatif Kajari Tarutung” Sib 31 November 2006
113 “Camat Stop Pembangunan Gereja GKPS Desa Buntu Pane Asahan” Sib 22 Mei 2007
114 “GAMKI dan Tokoh Umat Kristen Tebing Tinggi Sesalkan Sikap Arogansi Camat Labuhan Deli Ingin
Bongkar Gereja GPDI” Sib 1 Februari 2006
115 “Kristen Tapanuli Rancang Propinsi Baru” Sabili No. 11, 14 Desember 2006, h. 52-55
116 “Pansus Propinsi Tapanuli Konsultasi ke Depdagri” dan “Jangan Bentur-Benturkan Agama Dengan
Pembentukan Propinsi Tapanuli” Sib 12 April 2007
117 Isvan Wahyudi, “Aksi Pendukung Protap Pemaksaan Kehendak” Global 27 April 2007
118 “Diskriminasi Membuncah di Tanah Rencong” Gloria Minggu III Juni 2007, h. 29
119 HAMKA, Umat Islam Menghadapi Tantangan Kristenisasi dan Sekulerisasi. Pustaka Panjimas,
Jakart, 2003, h. 37-37
120 Ronidin, Minangkabau di Mata Anak Muda. Andalas University Press, Yogyakarta,2006, h.126

Written by lagubatak

August 11, 2010 at 3:12 am

Posted in BATAK, mandailing

Palapa Trio

with one comment

Ditulis oleh : Posma Aritonang

Debut dalam album Batak

Seorang anak muda yang datang dari Desa Tanjung Kasau Kec. Sei Suka Kab. Batubara, datang merantau ke Surabaya dengan maksud ingin meniti karir menjadi seorang musisi yang layak didengar oleh masyarakat luas, Ia mengikuti pendidikan sekolah Musik Yamaha tepatnya di Jombang Jawa timur.

Dia adalah POSMA ALUDONNA ARITONANG. Semula Posma bergabung dalam sebuah Band anak muda yang bernama Zeus band, dan dia dipercayakan sebagai pemain gitar, berawal dari pendidikan music yang ia peroleh dari sekolah music Yamaha dan pengalaman dalam penampilan di Zeus band terpikirlah olehnya untuk membentuk band baru dan berdirilah Polos Band yang dimotori oleh Posma Aritonang Pencipta lagu , vocal, dan gitar,yang membawakan lagu ciptaan Posma Aritonang dengan judul IBU,

Pada tahun 2008 tepatnya bulan Juni berkunjunglah Posma ke salah satu café di kota Jakarta yaitu Café Toba Dream, dengan tujuan untuk bertemu dengan saudara Viky Sianipar untuk membicarakan pembuatan Master Lagu2 dari Polos Band, tetapi pada saat bersamaan saudara Viky Sianipar tidak ada di tempat sehingga Posma Aritonang hanya dapat menemui Ayahanda Viky Sianipar Beliau adalah M. Sianipar,dalam pembicaraan mereka terucaplah kata-kata dari Beliau M. Sianipar “Coba lae buat lagu-lagu Batak” demikianlah pertemuan itu berakhir sampai dengan kurang lebih pukul 10 malam.

Hasil dari sebuah pertemuan antara Posma Aritonang dengan Beliau M. Sianipar tergeraklah Hati kecil Saudara Posma Aritonang untuk menulis lagu-lagu Batak dan mulailah Saudara Posma mencari ide-ide baru dan inspirasi, Pertama sekali Ide yang didapatkan Saudara Posma adalah sebuah kejadian di kampung halaman mengenai Issue Begu Ganjang berawal dari kejadian tersebut Saudara Posma Aritonang menyelesaikan sebuah lagu yang berjudul Begu Ganjang, dan menyusul lagu-lagu berikutnya .

Pertengahan tahun 2010 Posma Aritonang telah menyelesaikan beberapa lagu, dan merasa sudah layak untuk membentuk sebuah Trio untuk mengeluarkan sebuah album, sehingga Posma Aritonang menemukan sebuah nama untuk Trio yang akan dibentukNya yaitu PALAPA TRIO yang artinya adalah sebuah trio yang mengatas namakan sebuah satellite yang berada di atas dan banyak membantu kebutuhan informasi bagi banyak orang, begitu juga tujuan saudara Posma Aritonang semoga Palapa Trio bisa menjadi Trio yang menduduki posisi atas dan banyak disukai banyak orang, selanjutnya mulai mencari bibit-bibit baru dari daerah pada awal bulan mei 2010 dimulailah pencarian bakat baru.

Mereka yang yang terpilih adalah Alfredo Siburian, dari Tebing Tinggi dan Paska Rajagukguk, dari Sisoma P. Sidempuan. Alfredo Siburian mempunyai kelebihan dengan suaranya yang mempunyai power, sementara Paska rajagukguk mengandalkan suaranya yang khas dengan logat batak yang kental, maka jadilah personil Palapa Trio “Posma Aritonang, Alfredo Siburian, Paska Rajagukguk”.

Tahun 2010 bulan Juni tanggal 06 mereka memulai karirnya dibidang blantika musik, seperti penyanyi penyanyi lainnya, dibutuhkan seorang piñata vocal yang handal dan terpercaya, Tipis Haposan Aritonang telah berhasil menciptakan kolaborasi/perpaduan suara khas Palapa trio yang natural dan unik,Tipis Haposan Aritonang yang tadinya personil Trio Satahi berperan kuat menggandeng tangan mereka menuju puncak karir yang sedang mereka idam idamkan. Pada saat itu rumah produski dengan salah seorang pengusaha Batak Johannes Hutasoit dengan ARTANESnya, bekerjasama dengan Palapa Trio untuk memproduksi Album Perdana 10 Karya Besar Posma Aludonna Aritonang dengan Hits BEGU GANJANG.

Singkat cerita, album perdana Palapa Trio terkuak, Lagu “Begu Ganjang” ciptaan Posma Aritonang dan beberapa lagu andalan lainnya seperti “ Dunia Gemerlap, Andung Na Sundat Sarjana,Tumagon Ahu Amnesia” mampu membuat seseorang merenungi nasib dan penderitaan-nya, sangat persis dengan yang terdapat pada syair lagu tersebut. Dalam syair tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang telah hampir putus asa karena penderitaan penyakit, juga karena pustus cinta, tidak dapat melanjutkan sekolah, terlalu jauh terbawa arus pergaulan jaman sekarang,dan lai-lain.

Written by lagubatak

August 9, 2010 at 7:58 am

Paket Sim’sonG (Paket Hemat-Ekonomi) Lagu Batak

leave a comment »

Khabar gembira kepada masyarakat luas yang ada di seluruh nusantara, terutama masyarakat batak yang ada pada daerah yang susah dijangkau oleh lagu-lagu batak.

Khabar gembira tersebut berupa pembukaan Paket Simsong (paket hemat-ekonomi), yakni pemberian 10 biji VCD batak antara lain :

(6) vcd Album SIMANJUNTAK STARS (terdiri dari lagu lagu)
.. Dang Lepelmu Au Ito Cipt. Bunthora Situmorang
.. Namassammana Do Cipt. Anoy Simanjuntak
.. Pabagas Tanoman Cipt. Soritua Manurung
.. Hurippu Gabe Jutawan Cipt. Anton Siallagan
.. Boru Sihotang Cipt. Yamin Panjaitan
.. Paimaon Hu Do Ho Cipt. Lans Hutabarat
.. Surat Undangan Cipt. Yamin Panjaitan
.. Selpi Cipt. Ismail Hutajulu
.. Silaosi Poda Cipt. Jack Marpaung
.. Rara Cipt. Muchtar Simanjuntak
.. Unang Ho Mandele Cipt. A. Manalu
.. Boan Ma Holong Mi Cipt. Robert Marbun
.. Sengko sengko Cipt. NN
.. Pos Ni uhur Mai Cipt. NN
.. Del-de-kodel Cipt. NN
.. Selayang Pandang Cipt. NN
.. Medan Jakarta Cipt. Mangara Manik
.. Napangkat Do Nakaya Cipt. NN
.. Serma Dengan Dengan Cipt. NN
.. Rasmi Cipt. Lintong Barigbing
.. Janji Palsu Cipt. Korem Sihombing
.. Si Unte Manis Cipt. NN
.. Pengusaha Muda Cipt. Anton Siallagan
.. Tuise Ma Anakhon Hi Manjou Oppung Cipt. Jack Marpaung
.. Marimbang Cipt. Nahum Situmorang
.. Tataring Parapian Cipt. Yamin Panjaitan
.. Marimpola Cipt. Tagor Tampubolon
.. Agustus Parsirangan Cipt. Anton Siallagan
.. Di Bona Ni Gadong Cipt. Tagor Tampubolon
.. Mangoli Damang Cipt. Jack Marpaung
.. Sursar (Habang Birrit Birrit) Cipt. NN
.. Saputangan Nasinulam Cipt. Robert Marbun
.. Tanda Mata Cinta Cipt. William Naibaho
.. Tangis Di Pesta Natal Cipt. Johannes Hutasoit
.. Bunga Melati Cipt. Manondang Simanungkalit
.. Bornginon Cipt. Robert Marbun
.. Tarlambat Kapal Cipt. Soritua Manurung
.. Manganju Ma Ho Cipt. Fendy Manurung
.. Di Pesta Bona Taon Cipt. Mangara Manik
.. Tahuak Manuk Cipt. Harun Situmeang
.. Dainang Cipt. Otto Hasibuan, SH
.. Manis Begeon Cipt. Anton Siallagan
.. Posma Roham Cipt. Gaols Naibaho
.. Soripada Naburju Cipt. Sudiarto Tampubolon, SH
.. Sadarion Nama Cipt. Yamin Panjaitan

(1) vcd MARSADA BAND
.. Maria Cipt. Joeharlen Simanjuntak
.. Boasa Ma Cipt. Abidin Simamora
.. Sihutur Sanggul – uning-uningan batak
.. Diparsobanan Cipt. Daulat Hutagaol
.. Pulo Samosir Cipt. Nahum Situmorang
.. Gondang Mulamula – uning-uningan batak
.. Molo Huingot Cipt. Parihutan Manik
.. Marsitogol Cipt. Nahum Situmorang
.. Silambiak Ni Pinasa – uning-uningan batak
.. Rosita Cipt. Nahum Situmorang
.. Sada Do Cipt. Bachtiar Panjaitan
.. Sirait Nabolon – uning-uningan batak
.. Marmasak Sandiri Cipt. Erick Silitonga
.. Baringin Sabatola Cipt. Nahum Situmorang

(1) vcd TRIO PERSADA
.. Benget Ma Ho Cipt. Tagor Tampubolon
.. Lao Pe Au Cipt. Yamin Panjaitan
.. Nipi Boa Boa Cipt. Fredy Tambunan
.. Tangian Do Naboi Cipt. Dolok Simanjuntak
.. Tulus Cipt. William Naibaho
.. Di Tugu Monas Cipt. Robert Marbun
.. Tangis Do Au Cipt. Iran Ambarita
.. Mamereng Bohi Mi Cipt. Iran Ambarita
.. Tarhirim Au Cipt. Dolok Simanjuntak
.. Mauliate Ma Inang Cipt. Robert Marbun

(1) vcd ALBUM PARDOMUAN
.. Poda Ni Dainang Cipt. Tagor Tampubolon; Vocal Eljunt Voice
.. Anak Medan Cipt. Fredy Tambunan; Vocal : Axido Trio
.. Soripada Naburju Cipt. Sudiarto Tampubolon, SH; Vocal : Perdana Trio
.. Salendang Parpadanan Cipt. Robert Marbun; Vocal : Lamtama Trio
.. Anak Sibitonga Cipt. William Naibaho; Vocal Totama Trio
.. Haholongan Hu Do Ho Cipt. Iran Ambarita; Vocal : Rita Butarbutar
.. Anakhon Hi Do Hamoran Di Au Cipt. Nahum Situmorang; Vocal : Trio Ambisi
.. Patik Palimahon Cipt. Hady Rumapea; Vocal : Lamtama Trio
.. Anakhon Hu Cipt. Dakka Hutagalung; Vocal : Herty Sitorus
.. Ulos Saput Cipt. Sudiarto Tampubolon; Vocal : Perdana Trio

(1) vcd 10 SUPER TOP HITS LAGU BATAK
.. Saputangan Namarsulam Goar Mi Cipt. Jack Marpaung; Vocal : Trio Lamtama & Jack Marpaung
.. Asa Sombu Roham Cipt. Lans Hutabarat; Vocal : Trio Axido
.. Di Tugu Monas Cipt. Robert Marbun; Vocal : Romansa Trio
.. Supir Panjang Cipt. Iran Ambarita; Vocal : Amsisi 2000
.. Gokhon Dohot Jou-jou Cipt. Bunthora Situmorang; Vocal : Rita Butarbutar
.. Boru Panggoaran Cipt. Tagor Tampubolon; Vocal : Charles Simbolon
.. Unang Parmeam Meam Au Cipt. Joeharlen Simanjuntak; Vocal : Joel Simorangkir
.. Unang Bolokkon Tanda Hi Cipt. Robert Marbun; Vocal : Trio Lamtama
.. Siose Padan Cipt. Tilhang Gultom; Vocal : Blitz Voice
.. Unang Au Solsoli Cipt. Bunthora Situmorang; Vocal : Trio Ambisi
——
10 vcd TOTAL

Paket ini dibuat dengan harga Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) sudah termasuk ongkos kirim untuk ke seluruh Nusantara dengan menggunakan jasa courier Titipan Kilat (TIKI).

Bagi yang berminat dapat memesan melalui email : lagubatak@yahoo.com

Written by lagubatak

July 23, 2010 at 4:22 am

Situs Penyelenggara Beasiswa

leave a comment »

Mungkin diantara pengunjung ada yang masih dalam masa kuliah, atau mungkin saja ada yang dalam tahap sudah bekerja, tapi ingin meningkatkan mutu pendidikannya, namun mempunyai dana yang terbatas.

Dibawah ini saya mendapat informasi, beberapa situs beberapa yayasan yang membuka kesempatan kerjasama untuk pendidikan tersebut.

Mungkin beberapa diantaranya sudah tutup, tetapi mayoritas masih ada, semoga bermanfaat bagi semua

http://216.110.42.89/search-logon.phtml

http://advocacy-net.com/scholarmks.htm

http://alam.indopages.or.id/beasiswa.html

http://api.ateneo.net

http://asiapasific.uvic.ca/schind.htm

http://beasiswa.isnet.org/kbsieng.pdf

http://cbweb10p.collegeboard.org/fundfinder/html/fundfind01.html

College Board Scholarship Search.
http://ccmi.uchicago.edu/schl1.html Scholarship and
Fellowship Opportunities.

http://center.uvt.nl

http://city.saga.saga.jp Saga City Scholarship for
Foreign Students

http://content.sciencewise.com/newscholarship/scholarshipS3.cfm

Minority Scholarships.

http://cuinfo.cornell.edu/Student/GRFN/list.phtml?category=MINORITIES

Graduate Fellowships For Minorities Nationwide.

http://gehon.ir.miami.edu/financial-assistance/Scholarship/black.html

Multiple List of Minority Scholarships.
http://hispanicfund.org/scholar.html The Hispanic College
Fund.
http://holocaust.hklaw.com/ Holocaust Remembrance
Scholarships.
http://jobs.ac.uk/jobfiles/PG188.html berbagai beasiswa
di Inggris
http://Irpud.raumplanung.uni-dortmund.de/spring Spatial
Planning for regions in Growing Economics (SPRING)

http://ksi.plasa.com/ksi-beasiswa.asp

http://mach25.collegenet.com/cgi-bin/M25/index

CollegeNet’s Scholarship Database.

http://ourworld.compuserve.com/homepages/dlhinson/dfb_sch.htm

Development for Black Students in Science Scholarship.

http://pdc.adm.ncu.edu.tw/exam91/foreign/foreign_main.htm

National Central University (NCU), Taiwan

http://pendidikan.keluarga.org/

http://pkukmweb.ukm.my/~jkkp/

http://ppia.aed.org/index.html Academy for Educational
Development Fellowships.
http://rcswww.urz.tu-dresden.de/äst Vocational Education
and Adult Education in International Development Work
http://scholarship.tylenol.com/ Tylenol Scholarships.

http://scholarships.kachinatech.com/scholars.html

National Scholarships at all levels.
http://scholarships-ar-us.org/athletic.htm Athletic
Scholarships.

http://siswaindo.tripod.com

http://ss20w.mpi-seewiesen.mpg.de/~knauer/noe/markt.html

http://sun1.rrzn.uni-hannover.de/zeww/ Universität
Hannover
http://trc.dfrc.nasa.gov/trc/Undergrad/space.html McNair
Scholars Program.
http://ugsp.info.nih.gov/InfoUGSP.htm Undergraduate
Scholarships(national Institutes of Health Scholarships).
http://www.aahcpa.org/scholar.htm American Association of
Hispanic CPA’s Scholarships.
http://www.aasa.org/Discover.htm Discover Card Tribute
Award Scholarships.

http://www.aber.ac.uk/pga/web/apply.htm

http://www.abk.or.jp Asian Students Cultural Association,
Kusanone Shogakukin
http://www.admiss.wesleyan.edu/freeman.html , telp. 1-860-
6852988, fax. 1-860-6853001 contact person Fenny/Ria telp.
62-21-5743392.
http://www.adb.org/jsp Beasiswa ADB
http://www.adsjakarta.or.id (Australia Development
Scholarship, Jakarta :telp. 021-5229675, faks.
021-5213745. Surabaya : Telp. 031-2981324, faks.
031-2981325).
http://www.aflcio.org/scholarships/scholar.htm Union
Sponsored Scholarships and Aid.
http://www.agiweb.org/ehr/mgsftp.html American Geological
Institute Minority Geoscience Scholarships.
http://www.ahcpr.gov/fund/minortrg.htm Minority Health
Program.

http://www.aicpa.org/members/div/career/edu/jlcs.htm

Accounting Scholarships.

http://www.aicpa.org/members/div/career/mini/fmds.htm

Minority Scholarships (doctoral students in accounting).
http://www.aiej.or.jp Beasiswa AIEJ (Association of
International Education, Japan)
http://www.ait.ac.th Asian Institute of Technology (AIT)

http://www.akademianet.com

http://www.akaeaf.org/scholarshipprogram.html Alpha Kappa
Alpha Scholarships.

http://www.alam.idopages.or.id/beasiswa.html

http://www.apa.org/students/funding.html American
Psychological Association (APA) Scholarships and
Fellowships.
http://www.aphis.usda.gov/mb/mrphr/jobs/stw.html Saul T.
Wilson Scholarships (Veterinary).
http://www.apsanet.org/PS/grants/aspen3.cfm William
Randolph Hearst Endowed Scholarship for Minority Students.
http://www.arts.uni-bonn.de Agricultural Science and
Resource Management in the Tropics and Subtropics (ARTS)
http://www.asanet.org/student/funding.html American
Sociological Association Graduate funding.
http://www.asianscholarship.org/ The ASIA (Asian Studies
In Asia) Fellows Program

http://www.asiapasific.uvic.ca/schind.html

http://www.asm.org/edusrc/edu23b.htm American Society for
Microbiology Undergraduate Fellowships.
http://www.astronautscholarship.org/ Astronaut
Scholarship Foundation.

http://www.ati.surrey.ac.uk/profiles/academics?s_name=Graham_Reed

http://www.au.ac.th Assumption University
http://www.ausaid.gov.au/scholar/studyin.cfm Beasiswa di
Australia

http://www.australian.unimelb.edu.au/internationallinks/indonesia/index.html

Hereby, the Australian-Indonesia Institute

http://www.austembjak.or.id/aei/informasi_beasiswa.htm

http://www.aynrand.org/contests/ Ayn Rand Essay
Scholarships.
http://www.back2college.com/ Aid & Resources For Re-Entry
Students.
http://www.baeo.org/options/privatelyfinanced.jsp Black
Alliance for Educational Options Scholarships.
http://www.bath.ac.uk University Research Scholarship

http://www.beanactuary.org/minority/scholarships.htm

Actuarial Scholarships for Minority Students.

http://www.beasiswa.isnet.org/kbsieng.pdf

http://www.bell-labs.com/fellowships/CRFP/info.html Bell
Labs Fellowships for Underrepresented Minorities.
http://www.bergbaumuseum.de Deutsches Bergbau-Museum
(DBM)

http://www.bidikbud.de/indo/beasiswa/beasiswa.html

http://www.biwa.ne.jp/~siamail/ Shiga Intercultural
Association for Globalization
http://www.bkscholars.csfa.org/ Burger King Scholarship
Program.
http://www.blackexcel.org/25scholarships.htm 25
Scholarship Gateways from Black Excel.
http://www.blackexcel.org/fin-sch.htm Scholarship &
Financial Aid Help.
http://www.bms.com/aboutbms/fellow/data/ BRISTOL-MYERS
SQUIBB Minority Fellowships in Academic Medicine.

http://www.boeing.com/companyoffices/educationrelations/scholarships/

BOEING scholarships (some HBCU connects).
http://www.britishcouncil.or.id British Chevening Award,
telp. 62-21-5277343.
http://www.bu.ac.th Bangkok University

http://www.bu.edu/education

http://www.candc.or.jp Promotion, Subsidy for Foreign
Researcher
http://www.chester.ac.uk International Bursaries Chester
College of Higher Education
http://www.chevening.org British Chevening Scholarships
http://www.chevening.or.id British Council Indonesia
http://www.city.ac.uk/international Mathematical Trading
and Finance Departmental Scholarship
http://www.cii.co.uk beasiswa utk profesi ACII
http://www.city.hachioji.tokyo.jp/ Hachioji-shi, Foreign
Student Scholarship
http://www.city.hakodate.hokkaido.jp Hakodate-shi
International Exchange Fund
http://www.city.tsukuba.ibaraki.jp Tsukuba-shi, Foreign
Student Scholarship
http://www.city.takahashi.okayama.jo Takahashi City
Office
http://www.christophers.org/vidcon2k.html Student Video
Scholarships.
http://www.chula.ac.th Chulalonkorn University
http://www.cmu.ac.th Chiang Mai University
http://www.cns.gov/ Americorps.
http://www.coca-colascholars.org/programs.html Coca-Cola
Two Year College Scholarships.
http://www.college-scholarships.com 2001 Colleges,
Universities and Scholarships.
http://www.college-scholarships/100college.htm 101 Top
College, University and Scholarships Pages.
http://www.collegeboard.org The COLLEGE BOARD Web Site.

http://www2.coca-cola.com/citizenship/education_scholarsfoundation.html

Coca Cola Scholarships.

http://www.cordonbleu.net

http://www.cornell.edu/UAO/Undergrad_Admissions.html

http://www.crus.ch/engl/postgrad.html Postgraduate
studies at Swiss universities
http://www.crus.ch/engl/study.html Higher Education in
Switzerland (information leaflet for foreigners
http://www.cse.tue.nl Eindhoven University of Technology
http://www.cseas.kyoto-u.ac.jp API Fellowships, Center
for Southeast Asia Studies, Kyoto University
http://www.daad.de/deutschland/de/2.4.4.html Beasiswa
dari pemerintah Jerman
http://www.daad.de/alumni.buchspende Alumni DAAD

http://www.dest.gov.au/International/Awards/aa_awards.htm

Aus-Asia Awards

http://www.detik.com/kampus/beasiswa

http://www.depaul.edu/kellstadt DePaul University.
http://www.dife.de Deutches Institut fur
Ernaheungsfoschung (DifE)
http://www.dikti.org/beasiswa/ Dirjen DIKTI DEPDIKNAS.
http://www.dikti.org/tpsdp/ Beasiswa Proyek Pengembangan
Pendidikan Profesional dan Keahlian
http://www.ea.fh-reutlingen.de/im/ International
Marketing

http://www.eastwestcenter.org/edu-sp.asp

http://www.ecis.nagoya-u.ac.jp/nupace/index.html Program
NUPACE
http://www.ed.ac.uk Shell Centenary and Shell Chevening
Scholarships
http://www.eda.admin.ch/jakarta Beasiswa di Swiss

http://www.education.gov.fr

http://www.educationuk.or.id British Council.
http://www.ed.gov/funding.html U. S. Department of
Education Lists of Funding Opportunities.
http://www.ed.gov/inits/hope/ Hope Scholarships &
Lifetime Credits.
http://www.edk.ch/Start/mainStart_e.html Educational
system
http://www.educationuk.or.id Beasiswa si Inggris

http://www.edufrance.fr

http://www.edunet.au.edu/Central.asp

http://www.edunet.au.edu/Eastern.asp

http://www.edunet.au.edu/Northe-Easthern.asp

http://www.edunet.au.edu/Northern.asp

http://www.edunet.au.edu/Southern.asp

http://www.edunet.au.edu/Western.asp

http://www.efg.net/link_scholarship.htm Scholarship Links
(Ed Finance Group).
http://www.eidj.asso.fr Situs sumber-sumber dokumenter
mengenai pengajaran dan pendidikan di Perancis (dalam
bahasa Perancis)

http://www.elclick.com/lulfoundation/html/resources.html

Scholarships and Grants.

http://www.embjapan.or.id/scholarship.html

http://www.enous.fr et http://www.egide.asso.fr ENOUS
(dalam bahasa Perancis) dan EGIDE (dalam bahasa Perancis
dan Inggris)
http://www.enro.uni-bremen.de Development Policy with
Focuses on NGO’s (ENRO)

http://www.epfl.ch

http://www.esst.unimass.nl Universiteit Maastricht
http://www.ethzl.ch Eidgenőssische Technische
Hochshule Zűrich (ETH Zűrich).
http://www.eurydice.org Pusat Informasi Pendidikan Eropa
http://www.epfl.ch Ecole polytechnique federate de
Lausanne (EPFL).

http://www.eurydice.org

http://www.ex.ac.uk/gradschool/funding.htm

http://www.exeter.ac.uk Department of Engineering &
Computer Science Bursaries, Graduate Teaching
Assistantships (GTA), Overseas Research Students Award
Scheme
http://www.fabert.com Situs yang memuat semua pendidikan
swasta Perancis (dalam bahasa Perancis)
http://www.fafsa.ed.gov/ FAFSA On The Web (Your Key Aid
Form & Info).
http://www.fastweb.com/ Financial Ais Information
Package.
http://www.fb9dv.uni-duisburg.de/int/scholar Beasiswa
dari Nokia dengan tujuan Jerman
http://www.fbh-berlin.de Ferdinand-Braun-Institut fur
Hochstfrequenztechnik (FBH)
http://www.fbn-dummerstorf.de Forschunginstitut fur die
Biologie landwirtschaftlicher Nutztiere (FBN)
http://www.fedmoney.org/ Federal Scholarships & Aid
Gateways.
http://www.fee.uva.nl/mif Universiteit van Amsterdam

http://www.fdewb.unimaas.nl/algec/socprotection

Universiteit Maastricht
http://www.fh-brandenburg.de/tuim.html Technology and
Innovation Management
http://www.fh-nuertingen.de International Management
http://www.fh-suderberg.de Water Management in Tropical
and Subtropical Regions
http://www.fht-stuttgart.de Photogrammetry ang
Geinformatics
http://www.findaphd.com Untuk mencari beasiswa PhD

http://www.finaid.org/finaid

http://www.finaid.org/ FinAid: The Smart Students Guide
to Financial Aid (scholarships)

http://www.fluinet.com/scholarships.html

http://www.fmp-berlin.de Forschungsinstitut fur Molecular
Pharmakologie (FMP)

http://www.fordfund.org

http://www.forst.tu-dresden.de/Inter/ Tropical Forestry
and Management
http://www.fr-rossendorf.de Forschungszentrum Rossendorf
(FZR)

http://www.france.diplomatie.fr/culture/france/ressources/fle/index.html

Situs mengenai pusat-pusat pendidikan bahasa Perancis
http://www.free-4u.com/baptist_scholarships.htm Baptist
Scholarships.

http://www.free-4u.com/methodist_scholarships.htm

Methodist Scholarships.
http://www.frw.rug.nl/prc/prc.htm University of Groningen
http://www.fz-borstel Forschungszentrum Borstel.de

http://www.gartenbau.uni-hannover,de/fb/msc/master.htm

Master of Science in Horticulture
http://www.gemari.or.id Beasiswa Yayasan Daya Mandiri

http://www.geocities.com/UILSGP.

http://www.geponline.org Global Education Partnership
http://www.gesis.org/en/index.htm GESIS/Zentrum fur
Umfragen Methoden und
http://www.ggahannover.de Institut fur
Geowissenschaftliche Gemeinschafsaufgaben (GGA)
http://www.gic.gifu-net.jp Gifu International Center,
Foreign Student Scholarship
http://www.gla.ac.uk University of Glasgow research
Scholarships

http://www.glam.ac.uk

http://www.gmsp.org/nominationmaterials/read.dbm?ID=12

Gates Millennlum Scholarships (major).

http://www.gn-ota.or.id

http://www.grips.ac.jp/applying/scholarships.html

http://www.guaranteed-scholarships.com/ Guaranteed
Scholarships.
http://www.gwdg.de/~uare/agribiz/or Master in
International Agribusiness
http://www.gwdg.de/~umuuss/master.html Forestry in the
Tropics and Subtropics

http://www.gartenbau.uni-hannover.de/fb/msc/master.htm

Master of Science in Horticulture
http://www.habibiecenter.or.id Yayasan SDM Iptek

http://www.hawaii.edu/admissions

http://www.hawcc.hawaii.edu

http://www.hcc.hawaii.edu

http://www.hiroshima-cdas.or.jp/hic/ Hiroshima
International Center, Scholarship Program for
International Students
http://www.hisf.or.jp Honjo International Scholarship
Foundation

http://www.humboldt-foundation.de

http://www.hyogo-iic.ne.jp/~rokko Kobe student Youth
Center, Rokko Scholarships Fund
http://www.hyogo-ip.or.jp Hyogo Prefecture Scholarship
for Foreign Students

http://www.hyg.uni-heidelberg.de/ithoeg/teaching/home.htm

Community Health and Health Management in Developing
Countries
http://www.iac.agro.nl International Agricultural Centre
(IAC)
http://www.iapkborn.de Leibniz-Institut fur
Atmosharenphysik (IAP)
http://www.ibidikbud.de Informasi belajar di Jerman

http://www.id.lycosia.com/dir/pendidikan_and_karir/informasi_pendidikan/

http://www.iefa.org/ International Students Scholarships
& Aid Help.
http://www.ieo.edte.utwnte.nl University of Twente
http://www.iesabroad.org/info/hbcu.htm Historically Black
College & University Scholarships.
http://www.ifn-magdeburg.de Leibniz-Institut fur
Neurobiologie (IfN)
http://www.igzev.de Institut fur Gemuse- und
Zierpflanzenbau (IGZ)
http://www.ih-osaka.or.jp Osaka International House
Foundation, I-House Scholarship For Independent Foreign
Students
http://www.ihe.nl International Institute for
Infrastuctural, Hydraulic and Environmental Engineering
(IHE)
http://www.ihs.nl Institute Information Science,
Architecture and Urban Planning

http://www.iie.org/cies/asiafellows/

http://www.ikmas.ukm.my.api/ Nippon Foundation
Fellowships for Asian Public Intelektuals (API
Fellowships)
http://www.illc.uva.nl/gpil Universiteit van Amsterdam
http://www.ilri / http://www.alterra.nl International Institute
for Land Reclamation and Improvement (Alterra-ILRI)
http://www.ikz-berlin.de Institut fur Kristaizuchtung
(IKZ)
http://www.inm-gmbh.de Institut fur neve Materialien
(INM)
http://www.imb-jena.de Institut fur Molekulare
Biotechnologie (IMB)

http://www.imf.org

http://www.infrastructure-planning.de Infrastructure
Planning
http://www.inroads.org/ INROADS internships.

http://www.instituteforbrandleadership.org/IBLEssayContest-2002Rules.html

Brand Essay Competition.
http://www.invent.org/collegiate/ Student Inventors
Scholarships.
http://www.ipk-gatersieben.de Institut fur Pflanzagenetik
und Kulturpflanzenforshung
http://www.ipfdd.de Institut fur Polimerforschung (IPF)
http://www.ipc-training.nl IPC Plant.Dier Barneveld

http://www.iptek.net.id/ind/beasiswa/prog_beasiswa/index1.html

http://www.irc.nl International Institute for
Geo-Information Science and Earth Observation (ITC)
http://www.isatec.uni-bremen.de International Studies in
Aquatic Tropical Ecology (ISATEC)

http://www.ish.org.uk/schol/schol.html

http://www.isdb.org/english_docs/idb_home/Merit_Home.htm

http://www.ishss.uva.nl Universiteit van Amsterdam
http://www.iss.nl Institute of Social Studies (ISS)

http://www.isvr.soton.ac.uk

http://www.itc.nl International Institute for
Geo-Information Science and Earth Observation (ITC)

http://www.itczm.ait.ac.th

http://www.itc.zaidan.or.jp ITOCHU FOUNDATION, Subsidy
for Foreign Graduate Students

http://www.iuj.ac.jp

http://www.jackituckfield.org/ Jacki Tuckfield Memorial
Graduate Business Scholarship (for AA students in South
Florida).
http://www.jackierobinson.org/ Jackie Robinson Foundation
Scholarships.
http://www.jan.ne.jp/~airy/ Association for International
Relations in Yamagata, AIRY Scholarship
http://www.jeims.co.jp/tie Toyama International Exchange
Scholarship Programs

http://www.jica.or.id

http://www.jice.org/english/

http://www.joho-shi,ame.or.jp/cc/sic/index.htm Shimane
International Center, Kunibiki Scholarship
http://www.jur.uva.nl Universiteit van Amsterdam

http://www.jwrc.or.jp/nef/scholarship.html

http://www.kaist.ac.kr

http://www.kamalindo.com/japan/beasiswa/lengkap.html

http://www.kamalindo.com/japan/info/pertukaran.html.

http://www.karyaiman.or.id Yayasan Karya Iman

http://www.kauaicc.hawaii.edu

http://www.keidaren.or.jp/japanese/profile/ishizaka/seiho.html

The Ishizaka Foundation, SEIHO Scholarship
http://www.kif-org.com Kyoritsu Maintenance Scholarship
http://www.kisc.co.jp/KIEA Kurume Foreign Student
Scholarship
http://www.kit.nl Royal Tropical Institute (KIT)
http://www.kmitnb.ac.th/ King Mongkut Institute of
Technology North Bangkok (KMITNB)
http://www.kmitl.ac.th/ King Mongkut Institute of
Technology Lat Krabang (KMITL)

http://www.konkuk.ac.kr/2002/eng_college/college10_2.html

Beasiswa Konkuk University

http://www.korindo.co.id/eng/welfare/scholarship.asp

http://www.ksi.plasa.com/ksi-beasiswa.asp

http://www.ku.ac.th Kasetsart University
http://www.kun.nl/theo University of Nijmegen
http://www.letudiant.fr Situs majalah yang
dikhususkan bagi pendidikan (dalam bahasa Perancis)
http://www.landentwicklung-muenchen.de/master Land
Management and Land Tenure
http://www.larenstein.nl Larenstein University of
Professional Education
http://www.law.uu.nl/english/llm Utrecht University

http://www.law.nyu.edu/

http://www.law.harvard.edu

http://www.lboro.ac.uk/departments/ec Lougborough
University

http://www.lcc.hawaii.edu

http://www.leeds.ac.uk/students/country_specifics_scholarships.html

http://www.leiden.edu Leiden University
http://www.let.rug.nl/noha University of Groningen

http://www.liv.ac.uk/new/prospect/scholarships/pg/britgov.html

http://www.llm-erasmus.org Erasmus University

http://www.lrpud.raumplanung.uni-dortmund.de/spring

Spatial Planning for Regions in Growing Economics(SPRING)
http://www.lse.ac.uk LSE External Study Scholarship
http://www.lshtm.ac.uk Kirkpatick Scholarships
http://www.lulac.org/Programs/Scholar.html GE and LuLac
Scholarship Funds.
http://www.maef.org/ Maryland Artists Scholarships.

http://www.mahasiswa.com/p/beasiswa

http://www.mahidol.ac.th Mahidol University
http://www.marine-scholars.org/ Marine Corps Scholarships
.
http://www.master-landmanagement.de/ Land Management and
Land Tenure
http://www.masterprogramme.nl University Groningen
http://www.math.utwente.nl/GS University of Twente
http://www.mathematik.uni-kl.de/grad_school/ Industrial
Mathematics – Sandwich-PhD Programme

http://www.matsushita.co.jp/scholarship/

pana~sch@hi=ho.ne.j Matshusita Electric Industrial Co.,
Ltd Panasonic Scholarships

http://www.mcdonalds.com/countries/usa/community/education/scholarships/uncf/unc\

f.html
McDONALD’S Education Scholarships (with UNCF).
http://www.mefa.org/ dan http://www.meta.org/5_pri.htm
Massachusetts Educational Finance Asscociation,
Scholarships for International Students.

http://www.mei.unimelb.edu.au

http://www.meng.ucl.ac.uk University College London’s
Mechanical Engineering Department
http://www.mfsg.co.jp Minami Fuji Sangyo Co.,Ltd.,
Sugiyama Scholarship

http://www.microsoft.com/indonesia/itworks/mascholarship.asp

http://www.microsoft.com/college/scholarships/minority.asp

Microsoft Scholarship Program.

http://www.mif-iuj.org/scholarship.html

http://www.miis.edu (Monterey Institute for International
Studies, International Merit Scholarships.

http://www.mit.edu/knight-science/

http://www.mjfellows.org

http://www.mofa.go.jp/policy/culture/scholarship/

http://www.moreton.tafe.net

http://www.mph.unimaas.nl Universiteit Maastricht
http://www.msm.nl Maastricht School of Management (MSM)
http://www.naas.org/senior.htm Easley National
Scholarship Program.
http://www.naacp.org/work/actso/act-so.shtml ACT-SO
âEURoeOlympics of the Mind” Scholarships.
http://www.nabj.org/html/studentsvcs.html National Assoc.
of Black Journalists Scholarships (NABJ).
http://www.nacme.org/univ/scholars.html NACME Scholarship
Program.
http://www.naigai.or.jp Center for Domestic and Foreign
Students Kudan Seika Scholarship, K*K Scholarship
http://www.nationalservice.org/scholarships/ Presidential
Freedom Scholarships.
http://www.ncaa.org/about/scholarships.html Sports
Scholarships and Internships.
http://www.ncl.ac.uk/ International Taught Postgraduate
Scholarships (ITPS)
http://www.nec.or.id Beasiswa Nederland Education Center

http://www.neth-embassy-jakarta.org/pages/nec-stuned.html

http://www.newcastle.edu.au/research/fellowships/

http://www.nieman.harvard.edu

http://www.nihes.nl Erasmus University
http://www.nipponrentcar.co.jp/asia21 Asia21 Scholarship
Foundation
http://www.nns.ne.jp/ass/yia Yamanashi International
Association,
http://www.nottingham.ac.uk Full Research Tuition Fee
Scholarship
http://www.norwayemb-indonesia.org Info beasiswa NORAD &
QUOTA untuk master dan doktor
http://www.ntlf.com/html/grants/titles.htm Teaching and
Learning Grant Opportunities
http://www.nsf.gov/home/grants.htm NSF Funding
Opportunities and Awards
http://www.ntu.edu.sg Nanyang Technological University
http://www.ntu.edu.sg/regristar/issu Pendaftaran Beasiswa
Nanyang Technological University.
http://www.nuffic.nl Beasiswa di Belanda

http://www.nus.edu.sg/AGS

http://www.nus.edu.sg/registrar/prospective/graduate/gsa.html

http://www.onassis.gr/english/scholars/announcement.html

http://www.ohotuku26.or.jp/kitami/ Kitami City
Scholarship for Foreign Student
http://www.osc.cuny.edu/sep/links.html Scholarships and
Fellowships.
http://www.ox.ac.uk Clarendon Fund
http://www.panasonic.co.id Panasonic Scholarships

http://www.paralegals.org/Choice/2000west.htm

Scholarships for Study in Paralegal Studies.

http://www.pendidikan.keluarga.org

http://www.pendidikan.net/scholar.html

http://www.phospore.com Situs yang ditujukan bagi pelajar
dan mahasiswa Perancis (dalam bahasa Perancis)
http://www.pop.bio.uu.nl/~sommeijer/ Utrecht University

http://www.postech.ac.kr/e

http://www.ppre.de Renewable Energy
http://www.pref.kochi.jp/~kokusai/index.htm Kochi
Prefectural Scholarship for Privately Financed Foreign
Students
http://www.project-excellence.com Project Excellence
Scholarships.
http://www.psu.ac.th Prince Songkla University
http://www.rbslondon.ac.uk ₤1 million Merit
Scholarship
http://www.rdg.ac.uk Dr. N.S. Barron Fund for Applied
Physical Science
http://www.rechten.rug.nl/llm University of Groningen
http://www.rechten.unimaas.nl/mic Universiteit Maastricht
http://www.reinwardacademic.nl Amsterdam School of the
Arts
http://www.research.att.com/academic/urp.html Research
Program for Women & Minorities Underrepresented in the
Sciences.
http://www.rhodesscholar.org/info.html Rhodes
Scholarships at Oxford.
http://www.rhul.ac.uk British Council Fellowships
Programme
http://www.richmond.ac.uk James Gillis Scholarships, Lord
Attenborougr Acholarship, Leonard Schapiro Scholarship,
Richmond Corps Diplomatique Scholarship
http://www.rntc.nl Radio Nederland Training Centre (RNTC)
http://www.ronbrown.org/ Ron Brown Scholar Program (major
Scholarships).
http://www.rohm.co.jp/rmf/ ohm Music Foundation
Scholarship
http://www.roothbertfund.org/scholarships.php The
Roothbert Scholarship Fund.

http://www.rotary.org/foundation/educational/amb_scho/

Ambassadorial Scholarships.
http://www.rrzuni-humburg.de/duel Deutsches
Uberseeinstitut (DUI)
http://www.rsm.nl Rotterdam School of Management
http://www.rug.nl/masters University of Groningen
http://www.ruhr-uni-bochum.de/ie Development Management

http://www.salliemae.com/planning/scholarships.html

Sallie Mae’s free Online Scholarshipship.
http://www.salent.ac.uk MSc Integrated Systems
Engineering, MSc International Maritime Studies
http://www.sampoernafoundation.org Beasiswa Yayasan
Sampoerna.
http://www.scholarships.com/ Database lebih dari 600.000
beasiswa, pinjaman dan hibah.

http://www.scholarship.harvard.edu/ifieftnav.html

http://www.sci.kun.nl/mri Mathematical Research Institute

http://www.science.uva.nl/research/scs/msc/index.html

Universiteit van Amsterdam

http://www.sciencenet.emory.edu/undergrad/scholarships.html

ScienceNet Scholarship Listing.
http://www.sciserv.org/sts Intel Science Talent Search.

http://www.seameo.org

http://www.searchindonesia.com/education/scholarships/

http://www.sei.se/risk/overview.html Stockholm
Environment Institute.

http://www.services.unimelb.edu.au/scholarships/pgrad/index.html

http://www.sgu.ac.id/

http://www.shikoku.ne.jp/mef Miura Educational Foundation
http://www.siemens-foundation.org/ Siemens Westinghouse
Competition.
http://www.sira.or.jp Sendai International Relations
Association

http://www.sis.unimelb.edu.au/cgi-bin/admissions.pl

http://www.sisf.or.jp Sato International Scholarship
Foundation

http://www.siswaindo.tripod.com

http://www.sit.edu/studyabroad/packard_nomination.html

HBCU “Packard” Sit ABroad Scholarships (for study around
the world).
http://www.snu.ac.kr/oia/english/index_eng.html Beasiswa
Seoul National University

http://www.sss.gov

http://www.st-andrews.ac.uk

http://www.stanford.edu/dept/communication/general/knightfellow.html

http://www.statefarm.com/foundati/awards.htm State Farm
Insurance Achievement Scholarships.
http://www.statefarm.com/foundati/hispanic.htm State Farm
Insurance Hispanic Scholarships.
http://www.stc-r.nl/stc_bedryf/bedrirf.htm International
Maritime Transport Academy (IMTA)
http//www.sts.tu-graz.ac.at Institute for Advanced
Studies on Science, Technology and Society (IAS-STS)

http://www.students.gov/link_search/listlinks.cfm?cfid=1481339&cftokenv597759&to\

pic01&Criteria
Gateways to US Government Grants/money.
http://www.studylink.com.au Auatralian Development
Scholarships.
http://www.studyewb.com/educate/appschl.htm Study Web :
Applying for Scholarships.

http://www.superbeasiswa.org

http://www.surrey.ac.uk University of Surrey Scholarships
(East Asia)

http://www.swin.edu.au/research/f-welcome.htm

http://www.swissembassy.or.id

http://www.swissuni.ch Swiss universities and offered
study programmes
http://www.takasesf.or.jp TAKASE Scholarship Foundation

http://www.target.com/target_group/community/community_scholarships.jhtml

Target Scholarships.
http://www.tel.cs.utwente.nl/msc University of Twente
http://www.thomfound.org Thomson Foundation

http://www.thurgoodmarshallfund.org/sk_v6.cfm?rdn=&CFID806&CFTOKEN

Thurgood Marshall Scholarship Fund.
http://www.tlbu.ac.kr Beasiswa Korea untuk bidang hukum
http://www.todaysmilitary.com/chart_mil_rotc.html The
ROTC Scholarships.
http://www.todaysmilitary.com/chart_mil_rotc.html ROTC
Military Scholarships (Navy, Army, Marines, Airforce).
http://www.torisakyu.or.jp Tottori Prefectural
International Exchange Foundation, Scholarship for
Privately Financed Foreign Student
http://www.town.yashiro.hyogo.jp Yashiro-cho Scholarship
for Foreign students
http://www.truman.gov/ The Harry S. Truman
Scholarshipsite.
http://www.tt.fh-koeln.de Technology in Tropics
http://www.tu.ac.th Thammasat University
http://www.tudelft.nl/msc Delft University of Technology
http://www.tu-dresden.de/mw/itb/itb.html or http://www.agep.edu
Textile and Ready-made Clothing Technologies
http://www.ucl.ac.be/etudes/cycle3/ Beasiswa dari Belgia

http://www.uio.no/english/student_life/scholarship

Universitas Oslo

http://www.uhh.hawaii.edu

http://www.uhwo.hawaii.edu

http://www.um.edu.my atau http://www.ukm.my
Universitas Kebangsaan Malaysia

http://www.umist.ac.uk/university/jobs

http://www.uncf.org/merck/program.htm United Negro
College Fund MERCK Science Initiative.
http://www.uncf.org/ College Fund/UNCF.

http://www.uni-hohenheim.de/~www490c/englisch/promo/e_pro_frset.htm

Agrikultural Economics and Related Sciences
http://www.uni-karlsruhe.de/~intsem International Seminar
– Chemical Engineering
http://www.uni-karlsruhe.de/~ifr Regional
Science/Regional Planning
http://www.uni-kiel.de/ifw/ Institut fur Weltwirtschaft
(IfW)
http://www.uni-leipzig.de/sept/ Small enterprise
promotion + training (SEPT)
http://www.uni-magdeburg,deiaut/as/index.de.html Quality,
Safety & Environmental (QSE)

http://www.uni-stuttgart.de/zip;

http://www.infrastucture-planning.de Infrastructure Planning
http://www.unibas.ch Universität Basel.
http://www.unibe.ch Universität Bern.

http://www.unics.uni-hannover.de/nhgwboek/AGIZE

Geotechnique and Infrastructure in Civil Engineering and
Surveying
http://www.unifr.ch Universitë de Fribourg.
http://www.unigr.ch Universitë de Genëva.
http://www.unikarlsruhe.de/~us8v/res.html Resources
Engineering
http://www.unikarlruhe.de/~intsem International Seminar –
Chemical Engineering
http://www.unil.ch Universitë de Lausanne.
http://www.unilu.ch Universität Luzern.
http://www.unine.ch Universitë de Neuchätel.
http://www.unisg.ch Universität St. Gallen.
http://www.unisi.ch Universitä della Svizzera Italiana.
http://www.unizh.ch Universität Zürich.
http://www.unl.ac.uk/international Graduate Scholarships
Scheme
http://www.urz.tu-dresden.de/a Vocational Education and
Adult Education in International Development Work
http://www.usembassyjakarta.org/aminef (Fulbright
Scholarship).
http://www.usip.org/ed/npec/index.shtml United States
Institute of Peace National Peace Essay Contest.

http://www.usyd.edu.au/su/io/scholarships/

http://www.utcc.ac.th/ University of The Thai Chambers of
Commerce
http://www.utwente.nl/tdg University Twente
http://www.uva.nl/isp/program/amma.html Universiteit van
Amsterdam

http://www.vet.uu.nl/english/faculty/bureau/bic/postgraduate

Utrecht University

http://www.wartburg.edu

http://www.wau.nl Wegeningen University and Research
Centre
http://www.wau.nl ; http://www.worldleisure.org/wice.html
Wegeningen University and Research Centre and World
Leisure and Recreation Association (WLRA)

http://www.wcc.hawaii.edu

http://www.wdisf.port5.com

http://www.websunda/beasiswa.htm

http://www.wesco.co.jp/zaidan Wesco Scientific Promotion
Foundation, Foreign Scholarship

http://www.wiredscholar.com/paying/scholarship_search/pay_scholarship_search.jsp

WiredScholar Free Scholarship Search.
http://www.worldvillage.org/ Fukushima Friendship
Diplomat
http://www.wwics.si.edu/FELLOWS/FELLOWSH.HTM Woodrow
Wilson International Center for Scholars.
http://www.xensei.com/users/adl/ Art, Film, Writing
Scholarships/Competitions List.
http://www.ydsf.net Yayasan Dana Sosial Al Falah
http://www.ysf.or.jp Yoshida Scholarship Foundation

http://www2.xerox.com/go/xrx/about_xerox/about_xerox_detail.jsp?view/

Xerox Scholarships for Students.
http://www.zef.de Development Studies

Written by lagubatak

July 19, 2010 at 11:36 pm

Mengapa orang Batak temperamental??

leave a comment »

Orang Medan, lebih khusus lagi orang Batak, kerap dianggap sebagai pribadi yang temperamental. Emosinya mudah naik, belum lagi nada bicara dan volume suaranya yang tinggi dan sangat terus terang. Perlukah dikendalikan?

“Kalau tidak berpikir panjang, saya bisa naik pitam saat bicara dengan keluarga suami saya,” ujar Lita, wanita Jawa yang menikah dengan pria Batak. Bagi Lita, bicara dengan nada tinggi dan volume keras, serta blak-blakan merupakan hal yang sama sekali ditentang dalam ajaran keluarganya.

“Kadang saya terpancing mau marah karena menganggap mereka tidak sopan kalau bicara. Tapi terus ingat lagi, oh ya mereka orang Batak. Habis, suami saya karakternya sudah seperti orang Jawa sih,” tambah Lita yang bertemu suaminya saat kuliah di Yogya itu.

Tapi jangan salah kira dulu. Nada tinggi belum bisa dijadikan patokan bahwa orang Medan atau orang Batak temperamental, kata sosiolog sekaligus antropolog dari Universitas Negeri Medan, Prof. DR. Bungaran Antonius Simanjuntak.

Nada tinggi yang biasa keluar dari mulut orang Medan biasa dijumpai pada orang Batak dari pegunungan, seperti daerah Samosir. “Karena di sana wilayah perkampungannya jauh-jauh, di daerah pegunungan pula. Sehingga mereka harus berteriak-teriak untuk memanggil. Tapi hatinya belum tentu keras, sehingga tidak terpancing emosinya. Apalagi yang sudah terdidik,” tutur Prof. Bungaran.

Atas dasar itulah hipotesa yang mengatakan orang Medan atau orang Batak itu temperamental baginya tidak benar. Hal senada juga dikatakan Dra. Mustika Tarigan. Dosen Psikologi Perkembangan di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Nada tinggi memang menjadi karakter orang Medan, tapi nada tinggi tidak otomatis menjadi indikasi temperamental.

“Karakter mereka memang ekspresif. Dan cara mengekspresikannya sendiri lebih ekstrem, jadi terkesan emosional. Tapi tidak semuanya temperamental,” katanya. Ia maklum bagi orang dari daerah lain karakter seperti itu terkesan berlebihan.

Marah Itu Perlu
Temperamental merupakan keadaan yang terkait dengan emosi. Contohnya orang yang mengendarai mobil lalu mengumpat, “Kurang ajar!” setelah diserobot secara tiba-tiba oleh tukang becak, merupakan luapan dari emosi dalam bentuk marah.

“Ungkapan marah itu diperlukan, karena manusia bukanlah superman yang bisa mengemas diri semanis mungkin saat marah. Yang perlu diingat adalah, boleh marah tapi lihat ketupatnya,” tambah Mustika. Ketupat yang dia maksudkan adalah keadaan, waktu dan tempat. Perlu diperhatikan juga obyek kemarahan, kadar kemarahan, serta tujuan dari amarahnya itu sendiri.

Misalnya, orangtua yang marah kepada anaknya mempunyai tujuan baik, supaya anaknya menjadi baik. “Tapi ada juga yang untuk show off, menunjukkan bahwa dirinya punya power atau kekuasaan. Nah, itu tidak benar,” terangnya.

Nada Tinggi
Nada tinggi yang diidentikkan dengan cara bicara orang Medan tidak selalu bisa disamakan dengan kemarahan, walaupun perasaan marah orang Medan lebih banyak diekspresikan dengan nada tinggi dan bahasa tubuh yang terlihat jelas.

Di satu sisi nada tinggi yang ekspresif itu bisa membuat lega, enak, dan puas orang yang mengekspresikannya karena ’sampah’ yang berada dalam dirinya keluar. Tapi, seperti diakui oleh Dra. Mustika, dampaknya bisa membuat orang lain tersinggung dan tidak bisa menerima ekspresi amarah yang terlontar itu.

Belum lagi adrenalin orang yang bersangkutan juga akan naik. Apa akibatnya? “Ia akan cepat lelah. Makanya, orang yang marah itu akan capek karena energinya terkuras. Itu sebabnya untuk mendinginkan diperlukan minuman,” ucapnya.

Di masyarakat lain bisa jadi kemarahan tetap diekspresikan dengan nada lembut atau malah diam lalu meninggalkan orang yang membuatnya marah tadi. Menurut Dra. Mustika, “Diam atau escape sebentar dari amarah merupakan cara mengontrol amarah, dan baru dicetuskan kemudian bila situasinya bagus. Kita bisa bilang, ’saya kok jadi marah ya dengan sikap kamu’. Bukan dengan kata-kata, ‘kamu membuat saya marah’. Karena kalau begitu, kita menyalahkan orang lain.”

Perlu Dikendalikan
Bagaimana pun menekan amarah itu tidak bagus, kata Dra. Mustika, sedangkan yang benar adalah mengontrol atau mengendalikannya. Ia mengakui bahwa untuk mengontrol atau mengendalikannya tidak mudah, butuh waktu mempelajarinya.

“Apa boleh buat, kita harus mengelola emosi. Caranya bisa dengan banyak bergaul atau meminta feedback atau umpan balik dari orang lain. Lalu juga harus menyadari bahwa permasalahan tidak akan selesai dengan luapan emosi,” tutur perempuan yang juga bergerak di LSM Pusat Kajian Perlindungan Anak ini.

Mengapa orang Batak yang tinggal di Pulau Jawa misalnya bisa tidak seemosional yang di Medan? Jangan lupa faktor lingkungan yang turut mempengaruhi emosi.

“Komunitas atau lingkungan akan berpengaruh terhadap diri seseorang. Maka orang Medan yang telah banyak bergaul dengan masyarakat heterogen, emosinya juga lebih terkontrol.

Tapi siapa pun kita, jika mau marah sebaiknya pertimbangkan dulu baik buruknya supaya tidak membuat orang lain maupun diri sendiri sakit.

Sumber : (Diana Yunita Sari) Harian Kompas

Written by lagubatak

July 19, 2010 at 9:21 am

Posted in BATAK

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers