Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Author Archive

Trio Lasidos (Bersatu)

leave a comment »

Seingat saya, bahwa saya sudah pernah meng-update Blog ini tentang Trio Lasidos (Hilman Padang, Bunthora Situmorang dan Jack Marpaung) telah merampungkan 2 buah album batak sekaligus yang diprakarsai oleh DL. Sitorus (si taipan Batak) itu.

Dalam album yang pertama diberi judul Siraja Batak, yang intinya adalah lantunan lagu yang berisikan tentang bagaimana orang batak dapat mempertahankan jatidirinya dan dapat mengikuti perkembangan zaman dalam peradaban manusia pada umumnya, dan sekaligus dalam keberhasilan tersebut adat batak sudah mulai pudar dari peradabannya. Mungkin itulah salah satu alasan Trio ini mengangkat topik ini dengan niat agar orang Batak dapat kembali mengingat tatanan “dalihan na tolu” tiga tungku yang sangat terkenal itu.

Dalam susunan lagu yang sudah di release ulang ini, terdapat beberapa lagu tarombo batak dari beberapa marga Batak yang ada, mungkin juga hal tersebut dilakukan untuk mengingatkan kembali terutama kaum muda Batak yang sedikit telah terkikis pengetahuan terhadap silsilah marga.

Ada baiknya saya tidak berpanjang lebar untuk menjelaskan kehadiran kembali sang Trio Legenda Batak, maka saya sudah bersusah payah untuk meng-upload salah satu lagu mereka berikut ini, semoga pengunjung dapat menikmatinya dengan baik. Saya yakin anda sudah mengerti makna dan tujuan dari lagu tersebut. Selamat menikmati!!

Written by lagubatak

October 6, 2011 at 5:02 pm

Saputangan Na Marsap Ilu

with one comment

Written by lagubatak

September 23, 2011 at 4:27 am

Horas, Tabe dohot Holong

with 6 comments

Telah 5 (lima) bulan saya tidak pernah meng-update blog ini, maklum saya sedang menjalin hubungan kerja dengan salah satu usaha di daerah Kalimantan, sekali kali saya juga melihat perkembangan blog ini, apa yang terjadi pikirku…, ternyata cukup mencengangkan, blog yang tak pernah di update selama itu tetap tampil berkibar dan mampu menarik peminat rata rata 1000 pengunjung per hari.

Rasanya saya ingin berbuat lebih banyak terhadap perkembangan blog ini secepatnya, namun apa daya kesibukan sehari hari menyita sangat banyak energy dan hampir tak dapat berbuat banyak untuk hal lain.

Bagi pengunjung yang ingin menymbang saran dan memberi kontribusi untuk kelangsungan blog lagu batak saya menawarkan kesempatan ini agar dapat ‘berbuat’ agar wadah ini dapat dipergunakan untuk pengembangan ke hal yang lebih positif.

Mauliate.

Written by lagubatak

June 7, 2011 at 12:08 am

Rajumi Sister

with 5 comments

Namanya Rajumi Sister, sebagai informasi mereka bertiga datang dari perantauan orang batak yang dominan didaerah Sumatra yakni Pekanbaru. Jika saya memberanikan diri untuk meng-upload lagu mereka ini, itu pertanda bahwa menurut hemat saya mereka cukup untuk diperhitungkan dalam bernyanyi.

Secara pribadi saya mengenal dari salah seorang personil Rajumi Sister, dia adalah pemerhati lagu batak dan dapat dikatakan sebagai orang yang peduli agar lagu batak tetap bergema di daerah Pekanbaru dan sekitarnya, dia adalah sang penyiar radio RRI khusus untuk Senandung Tapian Nauli yang memang tersohor acara lagu batak disana.

Saya sangat mengharapkan suatu saat kelak mereka benar2 dapat merealisasikan cita cita mereka untuk masuk dapur rekaman lagu batak, jika dilihat dari performance mereka sudah lebih dari cukup, leader vocalnya cukup mempunyai warna dan power yang dapat diperhitungkan kelak. Itu dibuktikan dari lagu yang sedang saya upload ini, hampir tidak ada nada yang fals yang berarti, padahal dari beberapa penyanyi amatir yang pernah saya dengar untuk membawakan lagu ini membutuhkan kwalitas yang baik, mereka telah membuktikannya.

Rajumi Sister dari Pekanbaru, saya yakin orang akan sependapat dengan cerita saya ini jika kalian dapat mewujudkan cita cita kalian secepatnya. Saya menunggu kalian dan juga berdoa untuk kalian bertiga. Horas

Written by lagubatak

December 18, 2010 at 10:37 am

Marsoban Sigadison

with 5 comments

MARSOBAN SIGADISON
CIPT. SORITUA MANURUNG

DOLOK NA TIMBO PE
DINAKKOHI HO INANG
RURA NA RAHIS PE
DIJURURI HO
MANDIORI SOBAN
NALAO SIGADISON MI
MARSAPSAPAN DAGING MI
SO DIHILALA HO INANG
PASARI SARI HAMI
AKKA GELLENG MI

POR NI UDAN I
DISUMUK HO DOI INANG
TUNG POSI PE ARI
DITAON HON HO
MANDIORI SAYUR
DIJUMA NI JOLMA I
SIPATA SO DIINGOT HO BE
LAO TU PARMINGGUAN I
MARSASADARI DIBALIAN HUTA I

JOT JOT DO AU
TUMATANGIS DA INANG
MARNIDA LOJA MI
HASSIT NAI DITAON HO ALE INANG
MARMUDU GELLENG MON
AI SO ADONG DIATTUREHON
DAMANG I BE HITA INONG HU
TUMAGONAN DO DAMANG I
DI LAPO AN MAMBAHAS TOGEL I

MARLAMBAS ROHA MA HO
INANG NAULI LAGU
GOGO I MA TANGIANG MI
PAIMA MAGODANG HAMI
AKKA GELLENG MON
NA LAO MAMBALOS LOJA MI

Written by lagubatak

October 16, 2010 at 2:14 pm

Dang Boi Bulan Makkatai

with 2 comments

bulan

Dang Boi Bulan Makkatai
Cipt. Iran Ambarita

Boasa sai holan na marsak ho ito
boasa sai holsoan rohami
unang sai pikkiri be roma ho pajonok ma tuson
asa huhaol ho gomos
rap manaon hita na dua disasude na i

Ai holan ho do dingolukku hasian
dohot dibagasan rohakkon
pos roham di au ito dang tadikkonokku hasian
manang tu dia pe au lao
rap manaon hita na dua disasudena i

Reff.
Unang pola sukkun bulan
lao paposhon rohami
dang boi bulan manghatai
ro ma ho tuson ito

unang pola sukkun bintang
lao pasonang rohami
pajonok ma tuson ito
asa huhaol ho gomos

Written by lagubatak

October 11, 2010 at 3:26 am

Anak Medan (untuk amang Mula Harahap)

with 4 comments

http://mulaharahap.wordpress.com/

Dia adalah sosok manusia batak yang bersahaja, hampir semua orang yang mengenalnya tak pernah ada yang mengeluh terhadap tingkah dan perangai yang pernah membuat sahabat bahkan lawannya mencela, namun selalu memuji dan berharap jika suatu saat kelak bisa menemukan orang yang dapat menggantikan sosoknya dimuka bumi ini.

Dia adalah Mula Harahap, yang pada tanggal 16 September 2010 lalu menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan tenang pada usia 57 tahun karena menderita penyakit jantung. Menurut catatan salah seorang anak beliau, bahwa beliau ditinggal oleh anaknya sewaktu mau berangkat kerja dalam keadaan tertidur dilantai kamar tidur dengan posisi tengkurap, kemungkinan beliau mengalami sakit/panas pada dada yang sangat hebat seperti lazimnya bagi seseorang yang mempunyai penyakit jantung, dan 10 menit kemudian anak beliau menerima berita bahwa amang Mula Harahap sudah tiada.

Saya sangat menaruh simpathy terhadap beliau, dan pengagum ‘seluruh’ tulisannya termasuk pada milis-milis yang beliau ikuti, bahkan pada account jejaring sosial facebook. Itulah sebabnya saya sangat merasa kehilangan melebihi kehilangan seorang kerabat yang sudah saya kenal lama sekalipun.

Karena blog ini berisikan tentang lagu batak, dan saya tau beliau juga sesekali senang dengan lagu batak, juga beliau pernah menyinggung bagaimana lagu batak agar dikenal oleh masyarakat luas dari tulisan tulisannya. Maka saya akan memberikan salute dan memberi penghargaan khusus dari sisi kehidupan saya.

Dari beberapa tulisan beliau (pengenalan), saya akan mencoba memberikan makna dari sebuah lagu terhadap keberadaan seseorang. Maka saya memilih salah satu lagu yang menurut saya cukup pas untuk kepribadian dan kehidupan beliau bersosialisasi.

Lagu Anak Medan adalah sebuah lagu yang menggambarkan kepedulian seseorang (orang batak maupun bukan) terhadap teman/kerabat yang hampir mengesampingkan kepentingan pribadi dan keluarganya, bahkan untuk yang lebih jauh lagi, Raja Batak mempunyai kemiripan dengan kehidupan seperti itu. Raja Batak selalu bepergian untuk berperang demi untuk keselamatan orang lain.

Inilah syair Anak Medan secara utuh yang diciptakan oleh Fredy Tambunan.

Anak medan, Anak medan,
Anak medan do au, kawan
Modal pergaulan boido mangolu au,
Tarlobi dipenampilan main cantik do au, kawan
Sonang manang susah happy do diau,

Nang pe 51, solot di gontinghi,
Siap bela kawan berpartisipasi,
378 Sattabi majo disi,
Ada harga diri mengantisipasi

Reff:
Horas… Pohon pinang tumbuh sendiri
Horas… Tumbuhlah menantang awan
Horas… Biar kambing di kampung sendiri
Horas… Tapi banteng di perantauan

Anak medan, Anak medan,
Anak medan do au, kawan
Susah didonganku soboi tarbereng au
Titik darah penghabisan ai rela do au, kawan
Hansur demi kawan, ido au kawan

kira kira pengertian lagu tersebut pada bait pertama adalah :
Saya adalah seorang anak yang besar di Medan, saya bisa dan dapat hidup dengan hanya modal pergaulan atau persahabatan. (saya membaca beberapa tulisan beliau, bahwa beliau sangat bangga dan tidak pernah melupakan tempat dimana beliau tumbuh besar dari mulai anak balita sampai menjelang dewasa, walaupun beliau lahir di Palangkaraya, kemungkinan ayah beliau seorang pekerja yang berpindah-pindah).
Terlebih dalam segala penampilan saya selalu bermain cantik, baik dalam keadaan senang dan susah saya selalu bawa dalam keadaan happy. (saya pernah menemukan penampilan dalam foto beliau di account facebook pada masa muda dengan menggunakan baju lengan panjang, celana dan sepatu seperti layaknya penampilan seorang anak muda yang masih dijumpai di kota Medan saat ini, dalam keadaan susah maupun senang dia selalu kelihatan ceria dalam segala tulisannya, bahkan sekali-kali bergurau bahwa dia adalah pengagum Happy Salma, makanya saya tertarik menyebutnya selalu Happy dalam hatinya:-)).

pada syair bait kedua :
Walaupun belati/pisau terselip dalam pinggang saya, dan selalu suap untuk berpartisipasi membela kawan, tapi dalam hal tipu menipu, bongak membongak saya selalu menghindarinya karena harga diri jauh lebih penting dari semua itu. (ilmu pengetahuan yang ada dalam pikiran beliau adalah semacam pisau yang siap menghujam pada orang orang yang bermaksud menipu sesamanya, maka dia siap untuk memperjuangkan sampai kapanpun dan tidak segan segan beliau berteriak dalam tulisannya pada hal hal yang menurut beliau tidak beres, tapi dia selalu menjunjung tinggi apa arti harga diri).

Reffrein lagu tersebut adalah :
Selamat lah, pohon pinang walau tumbuh sendiri tapi tetap menantang awan/angin, walaupun tidak hebat (kambing) dikampung sendiri tapi selalu jaya (banteng) dalam perantauan. (beliau sebenarnya sudah memperlihatkan talenta yg dimilikinya sebelum dia menginjakkan kakinya di Jakarta, tapi semakin terasa dan bergema setelah di Jakarta seperti yang kita lihat bersama selama ini).

syair bait ke tiga :
Aku ini Anak Medan kawan, saya tidak bisa melihat kesusahan dalam diri sahabat/teman saya, titik darah penghabisan aku rela demi memperjuangkannya, bahkan hancur demi kawan pun aku rela. (ini yang membuat saya kagum mengapa saya memilih lagu ini sangat cocok dengan kepribadian beliau, menurut saya beliau sangat mempunyai kesempatan dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan dia untuk mengecap kehidupan materi yang mewah jika dia tidak peduli dengan lingkungan dan lingkup sosial lainnya. Dari banyak tulisannya saya membaca bahwa dia rela hidup sederhana dan tidak segan ikut membantu orang orang dalam kesusahan).

Kini dia telah tiada, tapi beruntunglah dia hidup dan berkarya pada era komputer telah dapat menyimpan banyak buah pikirannya yang bisa dibaca setiap saat berulang ulang. Satu yang membuat aku terkagum kagum lagi dengan beliau adalah perawakannya yang mirip pada almarhum Bapatua ku Reinhard Simanjuntak yang salah satu wartawan senior di Kompas, yang juga meninggal dengan serangan jantung.

Selamat jalan amang Mula Harahap, semakin saya merenung bahwa sebenarnya apa yang amang perbuat selama ini : itulah arti hidup. Tidak banyak yang dapat melakukan hal yang sama, bahkan mencoba pun tak sanggup.

Written by lagubatak

September 28, 2010 at 12:49 am

Posted in BATAK, LAGU BATAK

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 66 other followers