Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Trio Satahi

with 4 comments

Dahulu, ada 3 anak muda yang datang dari Sibolga datang merantau ke Jakarta dengan maksud ingin meniti karir menjadi sebuah trio yang layak didengar oleh masyarakan batak, karena memang didaerah mereka lahir dan besar, banyak waktu mereka habiskan untuk bernyanyi di lapo lapo dan dibeberapa tempat dan kesempatan di daerah Sibolga.

Mereka adalah Sahat Simamora, Alider Simbolon dan Binsar Pasaribu, mereka menyebut dirinya Shandy Trio. Orang berdecak kagum melihat penampilan pria yang memiliki tubuh relatif kecil kecil pada saat itu, namun bentuk vocal mereka mampu membuat kita terperangah.

Tahun 90an mereka memulai karirnya dibidang blantika musik, seperti penyanyi penyanyi lainnya yang memupuk karir dari bawah, merekapun melalui hal yang sama, mereka juga sesekali bergabung disuatu lapo sekedar untuk mempertontonkan dan memperdengarkan bagaimana paduan vocal mereka yang sudah mampu menandingi trio trio yang sudah ada saat itu berkibar dalam dunia rekaman, maksud mereka ingin mencari penyandang dana untuk menghantarkan mereka ke cita cita mereka yakni rekaman. Dan mereka juga mengakui tidak jarang mereka menaiki bus bus jurusan Blom M ke Pulogadung sebagai pengamen dengan membawakan lagu lagu batak.

Namun Shandy Trio bukan mendapat penyandang dana dari dunia luar atau yang mendengar mereka sedang bernyanyi di lapo atau di dalam bus. Tapi penyandang dana tersebut datang dari dalam lingkungan dunia artis batak juga. Harun Situmeang yang tadinya personil Trio The King muncul untuk menggandeng tangan mereka menuju puncak karir yang sedang mereka idam idamkan. Waktu itu Harun membuka rumah produski dengan salah seorang pengusaha bukan batak, namun perusahaan ini diserahkan kepada Harun untuk dikelola sedemikian rupa bergerak dalam dunia rekaman. Nama usaha tersebut adalah Gitara King Records.

Tanpa banyak prosedur yang bertele tele, layaknya seorang Harun yang seorang artis senior seperti sudah mengetahui kwalitas yang dimiliki oleh Shandy Trio, mereka langsung diboyong ke studi Gemini milik orang ambon dimana pusat rekaman lagu batak saat itu dibilangan gudang peluru. Jadilah Shandy Trio yang ditata oleh penulis lagu almarhum Lans Hutabarat. Tidak terjadi tanda tanda apapun dalam materi dan masa rekaman tersebut, namun Almarhum Lans Hutabarat nampak tersenyum senyum pada kesempatan rehat keluar dari dalam ruangan studio sekedar untuk mencari inspirasi.

Singkat cerita, album pertama Shandy Trio terkuak, Lagu “Anak Terminal” ciptaan Lans Hutabarat mampu membuat seorang pemuda saat itu terisak dengan merenungi nasib dan penderitaan-nya, sangat persis dengan yang terdapat pada syair lagu tersebut. Dalam syair tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang telah hampir putus asa tidak dapat mencari pekerjaan karena dia tidak memiliki uang yang akan digunakan sebagai “pelicin” agar dia bisa bekerja, namun dia harus menyerahkan nasibnya untuk tidur dan beraktifitas di terminal (bus).

Heboh, heboh… itulah gambaran yang didapat dari masyarakat pendengar lagu batak pada saat Shandy Trio muncul dengan lagu Anak Terminal. Penjualan kasetnya mampu membuat seorang ibu ibu di pasar senen mengurungkan niatnya untuk membeli mie goreng hanya ingin memilih membeli kaset Shandy Trio.

Begitulah hari hari mereka diperangkokan sebagai artis batak yang sudah populer pada saat itu, dan tentu penghargaan datang dari masyarakat sibolga yang dengan tulus men-support keberadaan Shandy Trio yang mereka idam idamkan telah menerbitkan kaset, mereka diundang dan didaulat didaerah mereka sendiri.
Kembali peredaran kaset sangat lesu pada pertengahan 90an, membuat Shandy Trio juga mengalami hal yang sama, tidak banyak yang bisa diperbuat selain menunggu dan menunggu. Ada beberapa produser yang mencoba merekam mereka dalam album batak maupun kenangan Indonesia, namun tidak cukup untuk mengangkat kemahsyuan mereka dibanding dengan album perdananya. Bahkan ada beberapa produser yang sudah merekam tapi sampai saat ini album tersebut tidak dikeluarkan kepasaran.

Tahun 2003 ikrar 3 pemuda tersebut telah berubah, apa yang mereka cita citakan sebahagian memang sudah terpenuhi namun mungkin saja masih banyak yang belum terpenuhi, dan untung tak dapat diraih bersama lagi dan harus menyerahkannya kepada kepasrahan untuk berpisah.

Tahun yang sama 2 personil (Sahat Simamora dan Alider Simbolon) Shandy Trio membentuk group yang baru bernama SATAHI TRIO, kali ini mereka menjalin persahabatan yang baru dengan Haposan Aritonang yang mereka percayakan menggantikan teman mereka terdahulu Binsar Pasaribu, mereka harus mengadaptasikan diri baik dari kepribadian dan jenis vocal dengan Aritonang.

Sampai saat ini mereka sudah cukup aktif membuat albumnya, tercatat baru baru ini mereka baru saja menerbitkan album mereka yang ke 5.

Jika harus menilai, Sahat Simamora adalah penyanyi yang mempunyai nilai vocal yang khas kebatakannya, dan sangat diharapkan apabila ada salah satu produser yang berani membuat album solonya. semoga harapan ini dapat terwujud untuk memperkaya jalur musik batak yang semakin lama membosankan itu.

horas,
bj

Written by lagubatak

February 5, 2009 at 7:33 am

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. olo ningon ma

    jhon

    September 2, 2012 at 7:39 am

  2. siganjang dila

    marto

    May 10, 2012 at 11:50 pm

  3. Jawaban dari komen dia atas. sebenarnya Trio Satahi bukan berasal dari Sibolga. melainkan terbentuk di Jakarta Yang di Bentuk oleh Tipis Haposan Aritonang salah satu personil Trio Satahi,pada tahun 2004 trio satahi mengeluarkanalbum perdana Volume satu dengan hitsMarboru Sileban,personilnya antara lain Tipis Haposan Aritonang, Alidder Simbolon, dan Sahat Simamora.
    dan bukan saudara Jamian Sinaga.dan Trio Satahi masih exis terbukti dengan adanya album terbaru dengan hits Tombak Hu Bolus dengan personil Tipis Haposan Aritonang, Wasmin Hutasoit, dan Arto Aritonang.

    Tipis Haposan Aritonang

    August 6, 2010 at 7:47 am

  4. saya ngefans amat ama Lae bertiga, yang satu suaranya khas (lae Simamora), yang satu tinggi (lae Aritonang), yang satu jago mangandung (Lae Simbolon).

    lionelgultom

    August 22, 2009 at 1:18 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers

%d bloggers like this: