Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Simanjuntak Stars

with one comment

Anda pernah mendengar petinju bayaran?, mereka tidak butuh gelar juara dan atribut lainnya yang penting mereka bertinju, kalah menang ada bayaran!. Sepertinya saya melihat persamaan itu dalam group yang satu ini. Karena dua dari tiga personil group ini menjadi penghias beberapa cover/sampul kaset/vcd yang sedang beredar sekarang sekarang ini.

Simanjuntak Stars itu sendiri terbentuk tahun 1998, waktu itu terbentuk atas keperdulian seseorang yang bermarga Simanjuntak untuk menunjukka bahwa Simanjuntak itu juga ada penyanyi yang patut dipertimbangkan. Personil mereka waktu muncul pertama sekali adalah : Nikson Simanjuntak (sekarang personil Lamtama), Max Simanjuntak dan Santer Simanjuntak. Lagu mereka yang disenangi masyarakan adalah “Dang Lepelmu Ahu Ito” ciptaan Bunthora Situmorang. Dinilai dari segi vocal, bukan karena saya marga Simanjuntak, mereka pantas dihardik untuk lebih disiplin lagi dalam memilih pasangan agar menjadi penyanyi favourite, kelemahan mereka hanya pada tidak adanya keseriusan tekad, sungguh sayang olah vocal mereka yang begitu prima berlalu begitu saja detelan oleh waktu.

Pada saat kehadiran mereka pertama sekali, banyak kalangan yang memandang sebelah mata bahwa trio ini hanya sekedar penghias atau pelengkap penderita di komunitas artis batak. tapi ada juga yang menaruh harapan bahwa mereka sebenarnya mampu untuk berhak menyandang penyanyi favourite tadi. Ternyata Benar! setelah mereka mengeluarkan album pertamanya, 5.000pcs kaset dalam waktu 2 minggu tersebar ke seluruh nusantara, menurut produsernya tidak kurang dari 25.000pcs kaset mereka beredar selama itu, jumlah peredaran kaset diatas rata-rata. Dan lagunya menjadi trend dan berhasil memikat perhatian, lagu mereka memang jarang dinyanyikan oleh penyanyi yang mempunyai vocal ‘biasa biasa saja’, karena range kunci yang dibuat oleh penulis lagu itu cukup lebar. artinya… pada intro lagu ini dinyanyikan dengan datar oleh Max, dan tiba saat reff 1 disambut oleh vocal nixon yang lumayan gelegar, nah tiba tiba dalam reff klimaks nya barulah vocal yang klimaks dan cukup tinggi yang dimiliki Santer menyambar dengan menghentak nada tinggi.

Mereka dapat cepat mengambil perhatian pendengar musik/lagu batak, lagu Dang Lepelmu Ahu Ito menjadi salah satu lagu yang sering terdengar di cafe-cafe atas permintaan pengunjung. Namun penyanyi banyak yang sulit membawakan lagu ini seperti yang dibawakan oleh mereka dengan pertimbangan “range” tadi, dari nada rendah yang tiba tiba menukik nada klimaks. Mereka sempat menerbitkan 2 album batak dengan Simanjuntak Stars.
Tapi sayang pada tahun 2000 salah satu personil trio ini harus mengundurkan diri untuk sementara dengan masalah pribadi, Max harus bersedia menanggalkan dunia nyanyi, saat itu dia tidak sadar bahwa pendengar sedang menunggu kehadiran mereka pada album album berikutnya. Pada saat alpanya Simanjuntak Stars itulah muncul Trio Lamtama dengan lagu “Unang Bolokkon Tanda Hi”. yang juga beranggotakan Nikson Simanjuntak sebagai leader vocal juga.

Pada tahun 2005, kembali Max mencoba untuk menapakkan kakinya masuk dalam dunia penyanyi lagi dalam dunia rekaman, bermaksud muncul lagi dengan formasi personil yang berbeda, karena Nikson Simanjuntak sudah menjadi pusat perhatian penikmat lagu batak dengan baju Trio Lamtama dan telah dikontrak oleh salah satu produser lagu batak, tidak diperbolehkan untuk bernyanyi di group group lain untuk sarana kaset/vcd.

Kini Simanjuntak Stars muncul dengan formasi baru : Halim Simanjuntak, Max Simanjuntak dan Santer Simanjuntak dengan album volume 3, lagu “Pabagas Tanoman” ciptaan Soritua Manurung, album ini menarik dan mampu juga menandingi album album sebelumnya, namun karena lalulintas peredaran lagu batak dalam warna trio sangat sibuk (baca:padat), maka mereka sepertinya tidak terdengar, namun mereka dengan setia mengikuti trend.
Pada penampilan show mereka di cafe cafe jakarta menggantikan kehadiran Max dengan Budiman Simanjuntak, dan mereka merubah nama kalau show di cafe cafe jakara menjadi El-Junt Stars, nama ini diambil dari kedua group yang mereka ikuti. Nama group mereka lainnya adalah Eljunt Voice, dengan beranggotakan : Halim Simanjuntak, Ganda Simanjuntak dan Santer Simanjuntak, mereka mengambil jalur dengan membawa lagu kenangan pop Indonesia “Jangan Biarkan” ciptaan Hanny Tuheteru. mereka bergabung dengan Ganda Simanjuntak adalah salah satu perwira TNI yang sekarang sedang bertugas di Markas TNI Bukit Barisan Medan, sampai video clip mereka pun menyertakan TNI yang pintar menari. Mudah mudahan apa yang saya jelaskan sebagai penyanyi bayaran tadi bisa anda pahami dengan keterangan ini.

Belum selesai sampai disitu, Halim dan Santer juga pernah menjadi salah satu penyanyi yang dibayar jauh melebihi honor penyanyi batak umumnya, pada saat mereka membawakan lagu “Biar Biarlah Sedih” ciptaan Rinto Harahap dengan membawa bendera Trio Delta bersama Tony Pakpahan, album ini terangkat atas ketertarikan salah seorang batak yang berprofesi sebagai Hakim marga Sihombing, keranjingan dengan lagu “Rasa Cinta” yang juga terdapat dalam album tersebut dengan vocal bariton-nya, dia rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk pembuatan album ini yang akhirnya menjadi suatu preseden buruk bagi produser produser lain untuk kerjasama dengan pihak distributor Virgo Records saat itu.

Tampaknya belum puas juga, Halim dan Santer bersama Budiman Simanjuntak personil yang menemani mereka bernyanyi di cafe cafe jakarta, akhirnya mengeluarkan sebuah album batak lagi “Sipanganon Na Tabo” ciptaan Soritua Manurung, namun sayang album ini tidak bisa memuaskan pasar mereka seperti yang mereka lakukan dengan Simanjuntak Stars.

Simanjuntak Stars sendiri telah mengeluarkan beberapa album mereka lainnya dengan bendera Wahana Records, diantaranya “Album Special bersama Jack Marpaung” dengan lagu Tuisema Anakhonhi Manjou Oppung ciptaan Jack Marpaung, disusul dengan “The Best Juntak Stars” dengan mengambil hits “Tangis Di Pesta Natal” ciptaan Johannes Hutasoit dan “Tataring Parapian ciptaan Yamin Panjaitan.

Menurut informasi yang dipercaya, bahwa Simanjutak Stars telah melakukan pengisian vocal dengan pihak Wahana Records sebanyak 7 album, termasuk dengan lagu lagu rohani dan album volume 4 mereka yang belum dipasarkan. Kami sedang menuggu waktu yang tepat dan itu akan terjadi secepatnya, demikian produser Wahana Records menjawab ketika ditanya apa rencana selanjutnya dengan keberadaan Simanjuntak Stars.

Written by lagubatak

September 21, 2008 at 4:32 am

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. horas tulang selamat natal ma…………..?????????????????????????adigan hamu mardalani tu balikpapan on,,,,,,,,,,,,,,,kota minyak on,,,,,,,,,,,,?????????

    eca Lumban gaoL

    December 24, 2008 at 5:54 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers

%d bloggers like this: