Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Gordon Tobing

with 9 comments

Dengan “A Sing Sing So” Menjelajah Dunia

Siapakah orang Batak yang tidak pernah mendengar lagu A Sing Sing so. Kalau pun ada, mungkin mereka generasi yang baru lahir, atau mereka yang “buta” sama sekali tentang lagu Batak populer. A Sing Sing So (ASS), adalah sebuah lagu rakyat yang selama puluhan tahun hingga kini, tetap dikumandangkan diantara ribuan lagu Batak, dari yang klasik sampai yang paling pop. Irama lagunya yang mendayu-dayu tapi dan diciptakan dengan notasi sederhana, membuat lagu ini cepat memasyarakat, bukan hanya dilingkungan parmitu, remaja tapi juga anak-anak. “A Sing sing S…A Sing Sing So…Ueeee, Lugahon au parau…ullushon au alogo… tu hutani datulangi…”. Demikian antara lain cuplikan lagu tersebut. Gordon Tobing, pemusik dan penyanyi Batak legendaris, adalah tokoh musisi yang berperan besar mempopulerkan lagu A Sing Sing So dan ratusan lagu rakyat Batak lainnya. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di Seantoro mancanegara. Kepiawaian menyanyikan lagu rakyat mengantarkannya mengelilingi dunia. Puluhan negara di lima benua telah disinggahinya. Belasan kepala negara telah mengucapkan “Selamat” menjabat tangannya. Dimanapun Gordon menyanyi selalu meninggalkan kesan mendalam, membuat gadis-gadis cantik di Meksiko dan Amerika “Tergila-gila” padanya.

Siapakah Gordon Tobing? Sebuah catatan menyebutkan, Gordon adalah anak kelahiran Medan tanggal 25 Agustus 1925. Ayahnya Romulus Lumbantobing juga dikenal pemusik/komposer terkenal pada jamannya, dan pencipta lagu Arga Do Bona Ni Pinasa (Lihat Liputan Bona Pasogit edisi 13/Juli 200, tulisan tetang S.Dis Sitompul). Romulus Tobing marpariban dengan komponis S.Dis Sitompul dari istrinya boru Hutabarat. Bakat musik yang mengalir dalam diri Romulus ternyata diwarisi Gordon yang sejak kecil telah digembleng bermain musik dan olah vokal oleh ayahnya. Gordon tidak pernah memperoleh pelajaran musik secara formal, tetapi merupakan bakat alam. Tahun 1950, Gordon berangkat ke Jakarta. Disana ia sempat berpindah-pindah pekerjaan, bahkan pernah bekerja sebagai karyawan perusahaan Film Negara. Tapi di sana ia merasa tidak cocok, karena bakat musiknya tak tersalurkan. Kemudian ia pindah ke RRI (Radio Republik Indonesia). Disinilah ia jumpa dengan seniman- seniman musik terkenal seperti Iskandar dan Sudharnoto. Bakat musiknya mulai berkembang. Saat itu Gordon membentuk Kelompok Padua Suara, antara lain kelompok VG “Sinondang”. Setelah VG “Sinondang” bubar, Gordon membentuk kelompok yang dinamakan VG “Impola” (dalam bahasa Batak artinya : inti yang terbaik dari yang terbaik). Vokal grup Impola inilah yang membuat Gordon sangat terkenal sejak tahun 1960 an. Gordon bersama istrinya Theresia Hutabarat menjelajah banyak negara. Bahkan beberapa MC (Master of Ceremony) terkenal seperti Koes Hendratmo dan Hakim Tobing sempat ikut bergabung dalam kelompok itu.

Totalitas Gordon di dunia musik rakyat memang pantas dikagumi. Ia tidak pernah berniat untuk pindah jalur, seperti pemusik lain yang pindah jalur ke blantika musik pop. Gordon juga tidak pernah terpengaruh untuk meninggalkan dunianya, meskipun banyak alternatif pekerjaan lain yang bisa dimasukinya.

MARIO LANZA

Sebagai penyanyi lagu rakyat (folk song), salah satu lagu yang sangat disenangi Gordon dan selalu dinyanyikannya diluar negeri adalah lagu A Sing Sing So, ciptaan Boni Siahaan. Lagu itu di tahun 60 an menjadi lagu Batak terkenal di Amerika. Bahkan karena warna suaranya yang bagus dan sanggup melengking tinggi pindah oktaf, Gordon pernah dijuluki Maria Lanza Indonesia (Maria Lanza adalah penyanyi Italia bersuara emas yang menguasai ratusan lagu rakyat dari banyak negara di dunia/pen). Gordon Tobing pernah berkata: “Saya bisa menyanyikan banyak lagu rakyat dari mancanegara, hanya lagu dari Nigeria dan Arab yang tidak bisa saya nyanyikan”. Tiga tahun setelah menginjakkan kakinya di Jakarta, Gordon mulai bertualang ke berbagai negara. Tahun 1953 ia tiba di Moskow, disusul tahun 1960 mendarat di RRC, mendahului kunjungan Presiden Soekarno ke negara tersebut. Takkala mendarat di bandar udara, Bung Karno terkesima saat mendengar Gordon Tobing menyanyikan lagu Batak (termasuk A Sing Sing So) di bandara. Presiden pertama RI itu heran, dan bertanya pada ajudannya: “Siapa yang menyanyikan Lagu Batak disini?”. Setelah ajudan mengecek siapa yang menyanyi itu dan melaporkannya kepada Bung Karno, spontan Presiden berkomentar:”Luar biasa dia dengan lagu rakyat Gordon bisa sampai disini”. Sejak itu Bung Karno “Jatuh Hati” kepada Gordon dengan grup Impolanya. Tapi kini Gordon sipenyanyi “A Sing Sing so” itu hanya tinggal kenangan bagi pencintanya. Hari Rabu tanggal 13 Nanuari 1993 sang pengembara seni musik ini telah pergi jauh ke haribab Tuhan Sang Pencipta. Ia pergi secara mendadak, tanpa meninggalkan pesan apa-apa. Hari Selasa tengah malam ia masih duduk santai menyaksikan acara televisi , film Another World, kesukaannya. Tiba-tiba ia berkata mengeluh kepada istrinya, bahwa dadanya terasa sesak. Tidak berapa lagi kemudian Gordon telah menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam pelukan istrinya tercinta Theresia Br.Hutabarat.

“Papa yang tak pernah mengeluh sakit sebelumnya, selama ini kondisi kesehatannya baik-baik saja. Papa juga tak pernah memeriksakan diri ke Dokter, sehingga tak pernah ketahuan kalau ia mengidap suatu penyakit” Ujar Enrico, putra sulung Gordon ketika itu, 9 tahun lalu. Gordon Tobing semasa hidupnya telah berjasa besar sebagai duta bangsa memperkenalkan lagu-lagu rakyat Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Almarhum juga memiliki kemampuan yang prima membawakan lagu rakyat setiap negara yang dikunjunginya, yang membuat semakin dikagumi kemanapun ia pergi. Sejumlah penghargaan bergengsi telah diterimanya dari negara yang pernah dikunjunginya. Antara lain dari Vietnam, Australia, Kuba, Jerman, dan Kamboja. Malah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Presiden Fidel Castro dari Kuba pernah memberi hadiah gitar untuk Gordon. Terakhir, Kaisar Jepang menganugerahkan bintang tanda jasa The Order Of The Sacred Treasure, Goland Silver Rays kepadanya, karena dia dinilai berjasa meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia-Jepang. Setelah Gordon Tobing telah tiada, masikah akan ada muncul tokoh seni musik Batak sekaliber Gordon? Banyak musisi dan penyanyi Batak bermunculan saat ini, tapi umumnya berkiprah di jalur pop. Kini dunia musik lagu rakyat terasa semakin sepi, menantikan kehadiran Gordon Tobing-Gordon Tobing yang baru, yang mampu menerobos jalur permusikan lagu rakyat di mancanegara.

note ; kami menemukan tulisan ini didalam internet, tanpa ada penulis….maaf.

Written by lagubatak

December 17, 2008 at 3:01 am

9 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ada nih piringan Hitam Gordon Tobing Asli Orisinil jika berminat bisa hub ke no 082165573312

    herman tobing

    August 23, 2013 at 12:54 pm

    • horas bah

      Joy Sandro L Tobing

      August 12, 2014 at 1:59 pm

  2. Mungkin kurang lengkap sedikit, VG Sinondang, seharusnya VG Sinondang Tapian Na ULi, yang pernah rekaman PH di Studio Lokananta Solo.

    sanggam

    March 24, 2013 at 4:22 pm

    • Tapian Na Uli adalah nama lain Teluk Sibolga di Samudera Hindia. Karena orang Belanda dulu kurang fasih mengucapkannya dalam rangka penamaan keresidenan sebelah Barat Sumut sekarang, maka dirobahlah ia menjadi Tavanuli dan selanjutnya menjadi Tapanuli.

      sanggam

      March 24, 2013 at 4:26 pm

  3. Penulis asli tulisan di atas dgn judul yang sama adalah Leonardo Simanjuntak,wartawan/ kolumnis asal Tarutung, disusun dari berbagai sumber. Penulis tinggal di Tarutung,juga menulis novel di Harian Batak Pos Jakarta berjudul ” cintaku bersemi di tano Batak”.

    Leonardo Joentak

    February 4, 2013 at 9:26 am

  4. This is a great post! Thanks for sharing.

    Vonda Grotzinger

    September 11, 2010 at 11:16 pm

  5. Saya Johansen Silalahi sudah pernah nonton Impola VG nyanyi pertengahan tahun 80an di LIPI ketika itu Prof. Dr. Bactiar Rifai ketua LIPI ketika itu mengundang groub ini disalahsatu acara. Luar biasa memang hanya diiringi alat musik perkusi dan saud system seadanya, bahkan Gordon lebih suka tanpa pengeras suara saat itu mampu menghipnotis pengunjung kurang lebih 400 an orang. Ada tidak yan lagu-lagu beliau direkam kedalam CD ? tentu yang orsinil. Semoga Gordon-Gordon lain bermunculan meramaikan blantika musik Batak. HORAS….

    Johansen Silalahi

    April 12, 2009 at 4:00 pm

    • Bapak saya suruh saya cari lagu-lagu asli suara Gordon Tobing … ada yang bisa bantu saya ya… please …

      Uli Boru Regar

      May 24, 2012 at 6:13 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: