Lagu Batak

Tentang : Artis, Pencipta, Musisi, Produser, Penikmat, Syair

Archive for November 2008

Amigos

with 12 comments

AMIGOS, Go Internasional

 

 

Penampilan musisi dan penyanyi asal Indonesia di mancanegara sejak tahun 1970-an sebenarnya hingga sekarang ini diperkirakan masih tergolong sedikit.

Kalau pun ada yang manggung atau di kontrak di luar negeri, tidak banyak di antara musisi dan penyanyi Indonesia  yang pernah tampil dalam hitungan tahun, apalagi hingga belasan tahun.

Para musisi dan penyanyi asal Tapanuli, mungkin termasuk dari sederetan musisi dan penyanyi Indonesia yang pernah membuat debut gemilang di luar negeri.

Konon, kehadiran Amigos di sejumlah negara bukan sekadar mampu mempesonakan komunitas penikmat musik, tetapi di balik itu sesungguhnya mereka adalah para duta-duta seni Indonesia.

Karenanya, tidak heran, bila lagu Lissoi, Tao Toba, Situmorang, dan Alusia sempat mendunia dan

tidak asing bagi orang diluar suku Batak.

Mereka inilah yang melantunkan dan memperkenalkan lagu-lagu Batak di dunia internasional.

Lewat lantunan suara para penyanyi dan musisi ini pula banyak lagu Indonesia, termasuk lagu-lagu Batak dan Melayu dikenal dan sempat melekat di hati para penggemar musik.

Amigos, mungkin termasuk group musik yang cukup lama berkiprah di luar negeri.

Perjalanan karir para musisi yang tergabung di bawah bendera grup band Amigos boleh dibilang sedikit unik.

Amigos yang dibentuk di Jakarta akhir tahun 1970-an, dalam hal volume produksi album memang tergolong  minim.

Jadwal manggung yang begitu padat di banyak negara ketika itu membuat Amigos, terpaksa harus sering menunda jadwal rekaman.

 

                                                           

Wajar saja akhirnya keberadaan Amigos di negeri asalnya justru kurang banyak diketahui oleh pencinta musik.

Sementara, di sejumlah negara mereka diterima dan bahkan kerap disambut begitu antusias.

Perjalanan karir dan “go internasional”nya Amigos memang hampir sama dengan beberapa musisi dan penyanyi Batak lain, seperti Solu Bolon, Parisma, Tarombo, Melody King. Selain itu, ada pula vokalis seperti Gordon Tobing, Tilhang Gultom, dan S Dis.

Grup musik dan penyanyi Batak ini umumnya pernah kondang di luar negeri ketimbang di negerinya sendiri.

Amigos mungkin termasuk  kelompok musik Batak terakhir yang pernah diakui eksitensinya dibelahan Eropa, Asia dan Afrika adalah Amigos.

Dari puluhan negara yang pernah dijelajahi grup musik ini,  Malaysia termasuk banyak menyimpan kenangan tersendiri bagi Amigos.

Mungkin banyak orang yang tidak tahu, di negara jiran itu mereka diperlakukan hampir seperti tamu terhormat.

Karenanya, tidak heran jika mereka sempat menjalin hubungan persahabatan dengan banyak pejabat tinggi, pengusaha terkemuka Malaysia dan politisi UMNO.

Bahkan, beberapa tokoh tersebut kini masih menempati posisi strategis di Malaysia, seperti Perdana Menteri Abdulah Badawi dan Wakil Perdana Menteri, Sri Mohd. Najib bin Tun Haji Abdul Razak.

Kedekatan hubungan dan simpati yang begitu besar terhadap Amigos itu pula tidak jarang membuat anak-anak Amigos ketika itu mulai ‘terbiasa’ menikmati berbagai fasilitas yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.

Mobil mewah merek Roll Royce dan terbang dengan pesawat super jet pribadi yang biasa ditumpangi para Sultan dan pengusaha super kaya, adalah salah satu fasilitas yang pernah dinikmati para personel Amigos selama di Malaysia.

Apa sesungguhnya yang membuat Amigos begitu banyak dipuja di Malaysia.

“Lagu-lagu berirama Melayu yang sering kami lantunkan begitu mengena di hati masyarakat Malaysia,” ucap Vico Pangaribuan.

Salah satunya adalah lagu berjudul “Seroja” yang kemudian ikut melengkapi salah satu album Amigos.  Lagu Melayu ciptaan almarhum Said Kelana sekitar pertengahan tahun 1950 ini dirilis oleh Amigos dan pernah “hits” di Malaysia dan Indonesia.

Bahkan, di Malaysia lagu ini pernah  selama lebih dari dua tahun dikumandangkan sebelum shalat subuh oleh sejumlah radio di Malaysia.   

Grup yang lebih banyak mendendangkan lagu Batak berirama Amerika Latin ini, menjelang akhir tahun 1990-an lambat laun mulai vakum karena faktor usia.

Setelah cukup lama hilang dari blantika musik Indonesia, memasuki awal tahun 2005 Amigos yang juga dikenal piawai mendendangkan  lagu-lagu berirama Melayu, kembali muncul.

Namun, kehadiran mereka tidak lagi selengkap pada masa tahun 70-an yang seluruh personilnya berjumlah lima orang.

Kini mereka  tampil dengan personil terdiri dari Amat, Vico Pangaribuan dan Jeens Butar-butar.

Pada 24 Oktober 2008 lalu, trio Amigos tampil di Grand Antares Indonesia Medan.

Kehadiran mereka untuk mengisi acara grand opening Venus Life Music di hotel berbintang empat itu.

Di ibukota Provinsi Sumut itu, penggemar Amigos ternyata masih cukup banyak.

Momentum kehadiran Amigos tampaknya memang benar-benar ingin mereka manfaatkan untuk melepaskan kerinduan terhadap Amigos. (NA)

 

 Sumber : Majalah Media Marga

Written by lagubatak

November 28, 2008 at 6:04 am

Posted in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers